Bismillah.
Nol koma satu. Tanggal 2 Januari lalu hingga hari ini angka itu masih menghantuiku. Setiap hari kudu dipaksa berjibaku untuk menyelesaikan angka itu, mulai dari kenapa angka itu muncul, bagaimana kejadian kemunculannya, kenapa tiba-tiba muncul padahal bertahun-tahun yang lalu angka itu tidak muncul, bagaimana kontrol kedepannya supaya angka itu tidak muncul, dll.
Sekilas mungkin hanya sekedar angka, nol koma satu. Yang bahkan angka itu juga merupakan kesepakatan manusia saat ditetapkannya. Ya, tapi itulah kenyataannya. Nilai derajat keasaman dan kebasaan (istilah kerennya pH) 0.1 itu menjadi hantu tersendiri. Bahkan wujud pH itu sendiri tidak tampak, sama seperti wujud panas, wujud dingin, wujud sakit yang tidak tampak. Tidak tampak bukan berarti tidak ada, meskipun wujud panas tidak ada, tapi akan nampak bahwa suatu benda itu panas atau tidak. Hehmm,.. jadi inget materi kutbah ramadhan ini.
Panca indera kita tidak bisa/tidak sanggup melihat Alloh, tapi bukan berarti Alloh tidak ada, maka untuk menguatkan keberadaan Alloh itulah ada bumi, bulan, bintang dan semua yang ada di sekeliling kita.
Bertahun-tahun sejak tahun 2001 belum pernah kejadian keluar internal spek dari pH ini, baru kali ini kejadian. Dan angka itu 0.1 saja, tidak lebih. Ternyata begitu mudahnya Alloh membuat sesuatu yang stabil menjadi perhatian banyak orang, bahkan sampai level Plant Directur turut memantau kelanjutan kisah ini. Walhasil, saya, yang selama ini bisa lumayan santai dengan proses yang stabil kudu putar otak, peras keringat, ndowerin mulut untuk menginvestigasi kejadian ini. Air tenang kembali beriak. Dan sangat mudah, hanya dengan 0.1 yang tidak berwujud.
Jadi teringat, dulu pas dikejar-kejar terbit buletin kemahasiswaan, betapa waktu setengah hari itu amat sangat berharga buat edting, cetak, publikasi dll.
Saat ujian semester, di menit-menit terakhir menemukan jawaban dari soal yang buntu dari awal. Dan hanya butuh tambahan waktu 5 menit saja untuk menuliskan secara lengkap jawaban yang baru saya tau di menit-menit akhir. 5 menit terasa amat sangat berharga saat itu.
Atau saat nonton motorGP, aku membayangkan, waktu satu detik adalah waktu yang sangat bernilai dan sangat menentukan kemenangan. Jika satu detik itu lengah sekejap saja, maka kemenangan di depan mata musnah dengan mudahnya.
……… Ternyata banyak hal yang masih aku sia-siakan dan lewati tanpa arti dan makna yang bisa bermanfaat bagiku, keluargaku, apalagi buat bangsaku. Masih jauh dan terlalu egois diriku. Semoga lebih baik lagi, dan terus membaik, dan tetap menjadi baik.
Amiin…
Makasih ya dek ndut,…
wah harus ngukur ketek neh
kadar keasamannya nol koma berapa…
*sampluk sandal..
tergantung kapan ngukurnya mas, habis mandi atau habis olahraga. Olah raga siang or olah raga malam.
Tul betul betul..
Waktu terus berputar ngga pake nunggu sebentar.
Hehe..
Aamiin…
berputar–> sebentar. Pilihan katanya joos!!!
Aamiin.
kita lakukan hal kecil dulu sebisanya
yupz. Betul sekali…
Ayo cari penyebabnya! Tantangan baru neeh
Udah ketahuan kok mas,
harus ngumpulin data 3 tahun sebelumnya.
review pH masing masing raw materia yang digunakan.
review proses-nya.
review training operatornya.
review kualifikasi dan kalibrasi alatnya.
review envoronment saat prosesnya.
dll
dll.
Hahahahaha
Tidak ada kenikmatan kecuali setelah kepayahan
http://intihidup.wordpress.com/2013/01/09/tidak-ada-kenikmatan-kecuali-setelah-kepayahan/
Begitu selesai problemnya, rasanya nikmat. Sebanding dengan usahanya
njenengan kerja di bagian apa to pak? kok berurusan dengan PH 0,1?
Produksi Mbak…. Ada banyak alumni sampeyan di tempat aku kerja. Bahkan Dept Headku orang UGM
baca postingan sampean dengan merapel kok cuman bisa bilang mantebh aja bolak-balik iki Mas. Emang bagus-bagus postingane..
Masih belajar ini mas,…