9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Berbeda tapi bisa

Kebingungan awalnya saat memulai menulis ini. Harus memulai dari mana? Apakah waktu atau kisah. Setahun menjadi Ketua BEM fakultas sangat ’melelahkan’. Setahun berlalu sekan lebih dari itu yang kulalui. Dua belas bulan terlewati namun lebih dari jumlah hari kisah yang terjadi.


Satu perasaan yang jelas, yaitu ’berbeda’. Dan jujur hingga kini aku masih sulit mendiskripsikan maknanya. Ketika aku bandingkan saat menjadi ketua SKI Fakultas, tetap jawaban ’berbeda’ yang kutemukan. Ada jauh perbedaan, aku merasa lebih ’dipaksa’ dewasa seketika untuk kedua kali. Pemaksaan kedewasaanku pertama saat aku kelas 1 SMA (duch suakit buanget pol, alhamdulillah ada ibroh ’kekuatan’ disana). Kedewasaanku yang kedua ini lebih kepada ’ngemong’ semua pihak. Pada Pimpinan Fakultas yang ’gak jelas’. Pada adek-adek angkatan yang masih imoet. Tak peduli remuk hancur perasaan. Menyuguhkan senyum ketika suram. Menyuguhkan tawa saat hati kelam. Bertopeng semangat saat keputus asaan membayang. Ya. Segalanya seakan menipu. Menipu diri sendiri. Sangat sering seorang aan ini merindukan orang yang memperhatikan. Setidaknya mengerti. Mengerti bahwa aku lelah, mengerti bahwa aku putus asa, bahwa aku sakit, bahwa aku butuh nasehat, bahwa aku…


Itu masa lalu, sekarang… sama saja (huahaa gubyaa..kk). Seharusnya tidak demikian yang terjadi. Harus ada peran tiap-tiap orang yang mengaku saudara untuk membantu. Nah disni bedanya tau lebih tepat anehnya. Disaat aku butuh bantuan justru kawan-kawanku dari ammah yang mengulurkan bantuan, bahkan menawarkan. Tidak jarang memaksaku supaya ia bisa membantu. Disaat aku butuh teman, anehnya kawan-kawanku dari ammah yang memaksaku agar aku mau ditemani. Jujur saat itu aku berharap dari saudaraku yang menawarkan. Tapi sayang tidak. Jika berhenti disini kurang aneh. Bahkan kawan-kawanku dari ammah yang lebih mengenalku. Mereka tahu makanan yang kusuka dan tidak kusuka. Mereka tahu kebiasaanku. Tahu kapan aku harus liqo. Bahkan sampai jadwalku mengisi halaqoh mereka hafal. Dan yang kemudian membuatku keanehan adalah mereka berbeda ormek denganku. Bahkan pada awal aku merasa harus lebih hati-hati. Walah-walah ternyata aku salah terhadap mereka. Mereka berbeda. (kok semua jadi berbeda… jadi bingung). Aku berfikir keras terhadap keanehan ini. Pasti ada yang salah denganku. Pasti.


Aku memikirkan hal itu hampir setahun. Aku memulai memikirkannya 2 bulan setelah terpilih menang lewat pemira. Saat itulah aku merasa ’ditinggalkan’ saudara-saudaraku. Sejak itu aku terus berfikir, ada yang salah denganku. Sehingga hampir sekitar 3 bulan ditengah kepengurusan aku merasa futur. Alhamdulillah aku mulai merasa menemukan jawaban pertanyaan-pertanyaan yang kubuat sendiri. Tepatnya sekitar 2 bulan menjelang kepengurusanku berakhir. Tidak tahu mengapa aku merasa ini jawabanya, dan untuk sementara aku paksakan ini jawabannya. Ini kesalahan pemahaman yang selama ini menyikasaku. Jawaban itu secara tidak sengaja ku temukan saat kembali membuka buku ”Konsep Pemikiran Ikhwan”. Hal yang salah itu adalah kemandirian dan memberi. Bukan bergantung dan meminta.


Setidaknya hal itu mengurangi beban kegelisahanku. Namun masih ada rasa yang kurang. Sekan ada lubang di tengah jalan beraspal. Aku belum menemukan jawabannya namun kuncinya ada pada peran jamaah dalam menyokong kebaikan ini.


Saat kutulis ini aku ’bahagia’ kutemukan sahabat dan saudara dari kawan-kawan ammahku. Mulai sekarang takkan pernah kupanggil dengan sebutan ammah.mereka begitu dekat. Habis yudisium kita bakal tamasya ke Sarangan aliass ke magetan atau ke rumahku. Rame-rame saling bersilaturahmi. Setidaknya ini sebagai buah silaturahmi. Sebab saat awal aku berniat kuat untuk bisa silaturahmi ke rumah-rumah mereka, alhamdulillah bisa kesampaian. Ini akan tetap aku jaga. Meski berbeda kami bisa. Andang, Eko, Kirwanto, Faisal, Pii, Nurul, Arina, Fery, Dayen, Icha. (14/8/07)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 14, 2007 by in [Uncategorized].

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: