9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Siapa Mengkudeta Siapa

Tanah palestina adalah wakaf Khalifah Umar bin Khatab. Milik kaum muslimin. Tanah suci para nabi, kiblat pertama umat Islam. Ribuan syuhada membasahi tanah palestina dengan darah mereka, sebuah perjuangan panjang atas penjajahan dan ‘pencaplokan’ wilayah palestina oleh Israel. Dan masih berlangsung hingga beberapa waktu lalu. Namun saat ini keadaan semakin membuat suram, ‘ngilu’ dihati.

Konflik yang berkepanjangan antara pemerintah yang sah secara Undang-undang Palestina dengan Partai Fatah pimpinan Abbas. Seakan-akan memecah Palestina menjadi dua bagian, Gaza yang Dikuasai HAMAS dan Tepi Barat yang Dikuasai Fatah. Menjadi pertanyaan besar bagi kita mengapa energi yang begitu besar harus dihabiskan untuk menyerang sesama saudara. Mengapa hal ini sampai terjadi? Dan siapa sebenarnya ‘setan’ yang membuat konflik ini semakin panas hal ini perlu peninjauan secara obyektif, akurat, dan mendasar. Dengan begitu kita dapat menilai mana yang sebenarnya terjadi dan yang lebih penting adalah bagaimana kita harus bersikap. Dan semakin Jelas siapa mengkudeta saiapa?

Saat ini yang terjadi palestina bukan sekedar konflik antara HAMAS dan Abbas melainkan konflik antara kebenaran dan kemungkaran. Untuk tahu aiapa yang benar dan siapa yang mungkar mari kita kaji secara lebih detail. Pertama dari kelegalan pemerintahan di Palestina. Secara undang-undang pemerintahan pelaksana yang sah adalah pemerintahan hasil pemilu pimpinan PM Ismael Haneya. Oleh karena itu pemerintahan darurat yang kemudian disebut sebagai pemerintahan pelaksana adalah bertentangan dengan undang-undang dan merupakan langkah yang berbahaya, sebagai bentuk kudeta terhadap undang-undang legal Palestina. Dasar kelegalan pemerintahan yang lain adalah berkaitan Deklarasi Makkah. Presiden Palestina, Mahmud Abbas telah menganulir kesepakatan Makkah dengan memecat perdana menteri Palestina, Ismael Haneya. Kemudian ia menunjuk pemerintahan baru yang bertentangan dengan undang-undang dasar dan tanpa didiskusikan dahulu dengan parlemen.

Kedua, Peran dalam memerangi zionis Israel selaku penjajah palestina. Dari awal gerakan Intifadhoh yang diserukan Hamas telah membuat Israel kebingungan. Gerakan itu hingga saat ini masih berlangsung tanpa henti. Kematian Syeik Ahmad Yassin, Dr. Rantisi cukuplah sebagai bukti nyata betapa ketakutan Israel terhadap peran Hamas. Namun yang dilakukan Abbas saat ini adalah sebuah pengkhianatan. Pertemuan Presiden Palestina Mahmud Abbas dengan PM Israel Ehud Olmert di kota al Quds, Senin (16/07), berakhir dengan kesepakatan untuk memburu perlawanan Palestina di Tepi Barat. Kedua petinggi Israel dan Palestina ini sepakat untuk mengembalikan kerja sebagian komisi bersama dan pertemuan kembali kedua belah pihak dua pekan mendatang. Radio Israel mengatakan, ”Abbas dan Olmert sepakat untuk kembali bertemu sekitar dua pekan lagi.” Menurut Radio Israel, pertemuan itu kemungkian akan dilangsungkan di kotaJericho, wilayah utara Tepi Barat. Menurut media-media Israel, dalam pertemuan kemarin PM Ehud Olmert meminta Mahmud Abbas untuk mengeluarkan instruksinya kepada dinas-dinas keamanan yang loyal kepadanya untuk bertindak tegas terhadap faksi-faksi perlawanan Palestina yang ada. Harian Israel Ha’aretz melaporkan, Yaser Abbas, putra dari Presiden Palestina Mahmud Abbas, pekan lalu bertemu dengan diplomat dan para petinggi organisasi Zionis Israel di Kanada. Harian Ha’aretz mengutuip perkataan Yaser Abbas yang menyatakan, “Kini adalah saatnya untuk memberikan bantuan kepada Ayah saya.” Menurut Ha’aretz, Abbas Yunior berkunjung ke Kanada sebagai utusan dari ayahnya sebagai presiden Palestina, terlepas bahwa Yaser Abbas sendiri memiliki identitas kebangsaan Kanada. Sumber Keamanan Palestina menyebutkan pada tanggal 16/07/07, container senjata dan peralatan militer untuk pasukan Abbas di Tepi Barat sudah sampai ke perlintasan Al-Karomah kemarin, perlintasan Yordania-Tepi Barat. Sementara itu menurut harian Israel Ma’arev yang melansir ungkapan pejabat Palestina mengatakan, Israel percaya bahwa persenjataan ini akan sampai ke pasukan penjaga presiden dalam rangka memperkuat pasukan Abbas melawan Hamas Di sisi lain menurut sumber keamanan Palestina mengatakan, kesepakatan untuk memasukan senjata ke Tepi Barat sudah dicapai antara pejabat Palestina dengan militer Israel. Sebelumnya pemasokan senjata oleh Israel kepada gerakan Fatah berhasil digagalkan HAMAS beberapa hari sebelum penguasaan Gaza oleh HAMAS. Inilah yang melatr belakangi HAMAS mengambil alih Gaza sebab terlambat sedikit saja maka akan terjadi kudeta gerakan Fatah terhadap Pemerintahan Ismael Haneya.

Ketiga, usaha dalam menciptakan perdaimaian dan keamanan. Sudah berulang kali pihak HAMAS mengajak untuk kembali diadakan dialog untuk menyelesaikan konflik. Naum senantiasa ditolak oleh Abbas dan anehnya Abbas justru mengadakan kesepakatan-kesepakatan dengan Israel selaku panjajah. Tercacat 300 tindak kejahatan oleh Fatah terjadi di Tepi Barat yang notabennya dikuasai Fatah. Hal ini bertolak belakang dengan yang terjadi di Gaza yang justru terjadi penurunan angka kejahatan setelah penguasaan Gaza oleh HAMAS.

Fakta-fakta yang ada semakin memperjelas bahwa yang melakukan kudeta pemerintahan adalah Fatah bukan HAMAS seperti yang diberitakan di media-media Indonesia. Dan ’setan’ dibalik ini semua tetap Israel. Sehingga hanya satu kata untuk saudara kita di Plestina ”Bersatulah dan lawan Zionis Israel!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 26, 2007 by in [Uncategorized].

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: