9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

10 januari 2008

Persahabatan adalah keabadaian. Begitulah tertulis di dekstop monitor komputerku. Sebuah tulisan dari sepintas pikiran yang kutulis begitu saja di tas gambar kelompok ngajiku waktu rihlah. Hari ini ternyata begitu bermakna sekali kata-kata yang dulunya merupakan impian. 10 januari ini kepalaku di ‘djitak’ sohib2ku. ‘Djitak’ pesenan lagi. Hehe. Gara- gara gak dating ‘rapat’ bakti profesi gadungan. Sebuah rapat yang sengaja dibuat agar aku bias dikerjai di hari itu. Tapi bagaimanapaun tetap ada rasa bersalah. Rasa bersalah telah mengecewakan sebagian sohib2ku. Rasa bersalah itu seharusnya bisa aku perkecil jika mau berpura-pura datang dan tidak tau kalau mereka mau membuat kejutan. Tapi apa harus pura-pura terus. Berlagak tidak tau dan terkejut seperti CC atau hari jumta 10 januarai tahun lalu. Penyesalan selalu datang terakhir. Saat ini aingin kembali ke pagi tadi saja. Dan berpura-pura lagi. Yang penting banyak senyum terkembang. Tapi bagaimana ya. Kadang pikiranku berjalan begitu saja memprediksi yang bakal direncanakan sohib2ku. Apalagi kalo dibungkus ma felling. Gak tau mengapa aku selalu saja sangat sensitive pada setiap hal yang berbeda pada orang-oarang didekatku. Sedikit saja ada keanehan biasanya terasa. Jadi kalo mau buat kejutan buatku harus lebih ‘jitu’ hehe.

Kemabli kubuka kardus tertulis merk ardiles hadiah dari sohib2ku tadi. Terlalu berlebihan. Bagiku cukup mereka ada terus disetiap sepiku sudah lebih dari cukup. Sangat cukup. Kembali teringat sebuah tulisan dari temenku sma dulu. Seribu sahabat terasa sangat kurang tuk mengarungi satu hari. Palagi menjaganya. Susah. Sangat susah. Terlalu berpengalaman kekusahan nich. Hehe. Namun harus kuat menjaga. Ah.. jadi teringat pak omen. Sohibku yang kerja di Jakarta dengan gaji pas2an. Dia menghabiskan 100-200rb uangnya hanya untuk menggilir menelpon teman2 sedesa di pelosok nusantara sekalipun. Dan sudah berjalan bertahun-tahun. Salut aku pak. Pengen seperti sampeyan. Hari ini cukup special tanggal lahirku bersamaan dengan tahun baru hijriyah. Sebuah do’a semoga menjadi diri lebih baik dari waktu ke waktu. Oh ya belum sempat tidur tiba sosok putih pakaiannya agak gondrong rambutnya masuk ke kamarku. Membawa tasbih dari arab dan buku. Hehe. Toinx maksudku. Hadiah juga ternyata. Fiuh. Makin terasa manfaatnya.

Tapi ada yang kurag terasa. Astaghfirullah. Mungkin akan terjawab di email nanti. Atau kapan entah. Astaghfirullah. Harus menatap masa depan. Banyak amanah dan tanggungjawab yang harus di’jawab’. Duh gusti bantu hambamu yang lemah ini. Sangat lemah. Jadi teringat betapa lemah aku. Bahkan untuk membangunkan teman tuk bangun sholat subuh. Moga nanti bisa. Bingung juga harus menutup dengan kata-kata apa ini. Mungkin kembali mengutip perkataan temen2ku sma dulu. Sahabat adalah anugrah terindah yang anda berikan pada diri anda sendiri. Moga kita dijadikan Allah bersahabat di dunia hingga bertetangga di surga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 10, 2008 by in [Catatan Harian] and tagged , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: