9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Pembuka penutup


Sekapur Sirih

Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala setahun sudah kami dipercaya mengemban amanah yang lebih berat dari memanggul bumi dan segala isinya. Beribu puji syukur kami panjatkan sebab begitu banyak manfaat yang kami peroleh pada 12 bulan ini. Segala rasa kami rasa, kadang ada tawa, senyum, tangis, haru, bahagia, duka, lara, tak jarang duka mendera bahkan juga kecewa. Tapi entah semua terasa indah. Tak terhitung hal yang kami dapatkan bahkan tak terbeli dengan apapun yang kami dapatkan, disini kudapatkan temen, sahabat, saudara, disetahun ini kudapatkan persaudaraan dan persahabatan yang tak pernah kugadaikan dengan apapun. Tidak perduli apa kata mereka aku bahagia.

Berawal dari kesendirian aku mendapatkan pasukan perang, bermula dari setetes air aku mendapat lautan, berawal dari sehelai benang aku mendapat pakaian. Ini yang kurasakan tak perduli apa kata orang. Aku bahagia.

Terimakasih seharum kasturi kau sampaikan kepada :

  1. Pak Noor Cholies Zaini selaku dekan Farmasi periode sebelumnya, seorang ayah yang mempunyai didikan tegas pada anak-anaknya

  2. Pak Didik Hasmono selaku Pembantu Dekan III periode sebelumnya, sebuah pengorbanan tanpa balas sampai kapanpun

  3. Pak Syahrani selaku Dekan sekarang, begitu nyata yang engkau ajarkan pada kami, memberi harapan kami mengejar mimpi-mimpi kami

  4. Pak Mulja selaku Wadek I sekarang, begitu dekat kami rasa keberadaanmu pak

  5. Bu Umi selaku Wadek II sekarang, bu mohon kesabaran dan kasih sayangnya menuntun kami nggih…

  6. Pak Yuwono selaku Wadek III sekarang, pak ajari kami bervisi untuk kemajuan farmasi….

  7. Kepada seluruh BPH BEM, kalian adalah manusia luar biasa yang sayangnya terlahir untuk menolong orang biasa sepertiku. Tidak ada yang bisa kulakukan kecuali hanya menuliskan namamu di skripsiku. Kalian adalah nada setiap laguku, kalian adalah senyum dalam kebahagiaanku, kalian adalah huruf dalam setiap kalimatku. Tanpamu aku seperti bukan aku.

  8. Kepada seluruh pengurus BEM, senyum, semangat, tawa, peluh keringat, lelah kalian adalah sumber motivasiku. Kalian adalah bagian dari BEM ini, tak terpisahkan meski kalian ada ataupun tidak ada di BEM. Yakinlah waktu setahun yang berlalu akan menjadi dongeng kita bersama, menjadi mimpi bersama dalam tidur nyenyak kita.

  9. Semua pihak yang memberikan kontribusi tak ternilai baik yang menyembunyikan kontribusinya maupun yang menyatakan motivasinya. Terimakasih banyak.

Terimaksih sedalam kata tak terucap kami haturkan kepada semua civitas akademika farmasi UNAIR atas segalanya. Mohon maaf atas segala luka yang tersengaja maupun tidak. Sebuah harapan ini akan menjadi kenangan terindah dalam setiap lamun dan mimpi kita bersama. Sahabat adalah sahabat, tiadak ada kata mampu mendefinisikannya. Namun tidak ada bahasa mampu mengucapkan rasanya. Hanya bisa dirasakan dan didefinisikan oleh orang yang bersahabat. Sebab itulah BEM Sahabat Mahasiwa.

Setiap kisah pasti ada akhir, dan setiap akhir sebuah kisah merupakan awal kisah yang baru…..

Penutup

Bahkan selembar daun muda nan hijaupun akan gugur bila masanya tiba. Seperi itulah sebuah akhir perjumpaan, akan datang masa berpisah jika msanya tiba. Dan setiap detik masa yang berlalu pasti meninggalkan bekas. Apakah bekas bahagia ataukah bekas luka yang tersgores disana. Yang lebih berat adalah mempertanggungjawabkan setiap masa yang berlalu dan pasti takkan pernah kembali lagi.

Waktuku kini sudah habis kawan. Tidak ada lagi perintah setelah ini, tidak ada lagi tugas setelah ini, tidak ada lagi sms ’teror’ setelah ini, tidak ada lagi ’ketakutan’ setelah ini, tidak ada lelah setelah ini, tidak ada luka setalah ini. Namun akankah juga tidak ada lagi tawa setelah ini, akankah tidak ada lagi canda setelah ini, akankah tidak ada ejek-ejekkan setelah ini, akankah tidak ada saudara setelah ini. Semoga tidak berhenti bahagia, semoga tidak pudar segala rasa yang kita bangun. Dan semoga tidak musnah semua cita yang kita pahat bersama dilembaran massa ini.

Aku yang datang membawa kelemahan dan kau beri kekuatan, aku yang datang membawa ketakutan dan kau datang memberi keberanian, aku yang datang membawa kesendirian dan kau memberi persaudaraan, aku yang datang kesedihan dan kau beri kebahagiaan. Kini waktuku sudah datang. Silahkan engkau ambil apa yang kau berikan tapi kumohon sisakanlah untukku persaudaraan.

Tidak ada yang kuberikan namun begitu banyak yang kau beri kawan. Tidak ada ucapan terimakasih yang mampu aku berikan. Hingga aku berfikir keras bagaimana mengungkapkannya. Akhirnya aku menemukan cara mengucapkannya yaitu dengan minta maaf atas segala luka, duka, lelah, susah, takut, tangis yang engkau dapat. Maafkan aku yang terlalu banyak melukai tanpa mengobati, maafkanku yang tak terhitung menumbuhkan duka tanpa menyiramnya dengan bahagia, maafkanku yang terlalu banyak membuat sedih tanpa memberi senyum. Maaf… maaf.. maaf…

Alhamdulillah LPJ ini dapat terselesaikan dalam waktu pengerjaan 2 hari bersama-sama BPH. Berharap besar kiranya dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya dalam memajukan BEM ke depan.

memberi adalah motivasi tiada henti…”

(inilah tulisan yang pernah aku tulis, ingin mengabadikannya saat2 menjelang LPJ BEM 0607)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 19, 2008 by in [Uncategorized].

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: