9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Menata Hati

Menata hati. Uangel pol. Apalagi buatku yang melankolis (katanya). Menata kata.
Aku hanya seorang anak ingusan yang lagi ‘belajar’. Belum punya penghasilan. Masih menanti kepastian kehidupan. Masih mengarungi awal kehidupan. Masih aan yang bersemangat ‘berjalan’.Hatiku hancur. Namun harus segera kurangakai lagi. Seutuhnya. Menyambut yang terbaik untukku dari Rabbku. tak ada yang tau. seperti juga tak ada yang mengetahui tentangku. terbiasa menipu diri. terbiasa tersakiti. banyak yang ‘melatihku’ menerima rasa sakit. Bahkan sejak kelas 3 SMP hingga 3 SMA. Dan masih sama. Aku menerimanya seorang diri. Sendiri. Tak ada teman berbagi atau mungkin aku terlalu ‘pelit’ berbagi. Duh Gusti. Teguhkan hambamu yang sangat lemah ini. Tanpamu aku tak berdaya menenangkan hati ini. Duh Gusti. Tentramkan hati ini dengan pilihanmu nanti. Agar jiwa ini tak bergolak selalu. Duh Gusti. Kokohkan raga ini. agar keringat yang menetes hanya untuk-Mu. Duh Gusti. Hamba manusia biasa yang terlalu ‘lemah’. Ampuni hamba. (Saat-saat harus menata hati)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 25, 2008 by in [Catatan Harian], [Curhat].

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: