9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Belajar Cinta (1)

Mengawali tulisan ini butuh kekuatan. Antara ketakutan dan harapan. Antara keinginan dan sedikit rasa malu. Akupun menulisnya. Mengalir begitu saja. ”Belajar Cinta” kunamai serial tulisan ini. Sebuah kisah episode cinta dari manusia apa adanya. Mulai dari era Rasul hingga Orang-orang yang ada disekelilingku.

Saat ku maen ke kontrakan Mas Anas –Kakak angkatan yang sekaligus aku anggap Guru- ada acara kajian Jefri Bukhori (UJ). Ada hal yang menarik disana, UJ bercerita betapa Rasullah itu pribadi yang luar biasa kepada wanita. Ketika Fatimah – Putri yang paling dicintai Rasullah- bertengkar dengan Aisyah –Istri yang paling disayangi Rasullah- Fatimah mengadu pada Rasullah sambil menangis karena diejek Aisyah (Maklum Usia mereka tidak terpaut terlalu jauh). Rasullah ketika itu marah dan berkata dengan nada marah ” HUMAIRAH!!…..” –sebuah panggilan sayang pada Aisyah yang berarti duhai yang pipinya kemerah-merahan-. Luar biasa. Bahkan saat marah pun masih menyebut dengan panggilan kesayangan pada Aisyah. Haha.. jadi tertawa sendiri saat mendengar kisah ini. Bagaimana tidak saat marah pada sohibku (maklum, belum punya istri sich) kadang aku ngambek tidak menegurnya. Atau tidak memanggil namanya saat menyapanya.

Begitupun saat membaca buku Ar Rasul karya Said Hawa. Disana ada kisah manusia biasa yang bersikap luar biasa pengendalian dirinya. Salah satunya saat Aisyah ngambek sebab Rasullah sering menyebut dan memuji Khadijah Istri pertama beliau. Saking cemberunya Aisyah mengejek Khadijah hingga membuat Rasullah marah,.sambil memencet hidung Aisyah Rasullah hanya berkata ”Bukankah kamu yang mengatakan Khadijah ini dan itu…” (mesra sekali… manusia sekali).

Bahkan pada salah satu Sirah Nabi yang pernah aku baca. Saat –saat akhir hayat Rasullahpun begitu masih ’sempat-sempat’ mengajarkan kemesraannya. Aisyah menceritakan, pada saat Rasullah menjemput sakaratul maut hingga meninggal ada dipangkuannya, kepalanya ada didadanya Aisyah dan air ludah aisyah menyatu dengan air ludah Rasullah (baca: berciuman). Kisah yang ini pasti jarang diketahui. Lha wong saya saja saat membaca sekilas biasa saja. Tapi Mas Anas sambil malu-malu menjelaskan sekaligus mengimajinasikan hadist tersebut, baru aku mudeng betapa mesranya seorang utusan Allah (sudah-sudah jangan terlalu dibayang hehe..).

Untuk lebih mewarnai akan kutuliskan kisah dari belum menikah hingga sudah menikah. Adalah Ali bin Abi Tholib pemuda miskin yang tidak ikut dalam ’lomba’ untuk meminang putri kesayangan Rasullah, Fatimah binti Muhammad. Ketidak ikutan itu lantaran beberapa hal salah satunya adalah ’minder’ tidak punya sesuatu sebagai mas kawin. Ikuti kisah ’lucu’ berikut ini. Dalam kitab ad-Dalil, baihaqi meriwayatkan bahwa Ali berkata, ”Fatimah telah dilamar orang pada Rasulullah saw”. Budakku perempuan berkata kepadaku, ”Apakah kamu tahu bahwa Fatimah telah dilamar orang kepada Rasullah saw?” Aku jawab, ”Tidak”. Ia berkata, ”Ia telah dilamar (tetapi tidak diterima), apa yang mencegahmu untuk datang kepada Rasulullah saw? Dan pasti beliau akan menikahkannya denganmu?”. Kukatakan, ”Aku tidak memiliki sesuatu untuk menikah”. Ia berkata, ”Jika kamu datang kepada Rasulullah, Beliau akan menikahkanmu”. Ali berkata, ”Demi Allah, tak henti-hentinya ia membujukku sampai akhirnya aku menghadap Rasulullah saw, ketika aku duduk dihadapan Rasullah saw. Lidahku kelu dan terdiam seribu bahasa, demi Allah, aku tidak bisa berkata apa-apaberhadapan dengan keagungan dan wibawa Rasulullah saw. Rasulullah yang membuka pertanyaan ”apa yang membuatmu datang kemari? Apakah kamu punya hajat?” Ali diam saja tidak menjawab. Lalu Rasullah berkata, ”Agaknya kamu datang untuk melamar Fatimah?” Aku katakan ”Ya”. Rasulullah bertanya, ”Apakah kamu memiliki sesuatu untuk diberikan padanya sebagai perhiasan?”. Aku menjawab, ”Tidak, demi Allah wahai Rasulullah”. Beliau bertanya, ”Apa yang kamu lakukan dengan baju besi yang telah aku berikan padamu?”. Demi Zat yang Ali ada di di tangan_nya, ia hanyalah rongsokan yang harganya tak lebih dari 4 dirham.Aku menjawab, ”Masih ada padaku”. Lalu beliau bersabda, ”Aku nikahkan kamu dengan fatimah, maka kirimkanlah barang itu pada Fatimah dan pakaikan itu padanya, itulah mahar Fatimah binti Muhammad saw”. Membaca kisah ini saya tertawa lebar. Bagaimana tidak. Datang pada Rqasullah sebab ’dipaksa’ budak perempuannya. Diam seribu bahasa begitu sampai di depan Rasullah. Dan menikah dengan Mahar barang yang diberikan oleh mertuanya sendiri. Hahaha.. tapi sungguh ini luar biasa.

Lain Ali lain Fatimah dalam bercerita, pernah Fatimah bercerita (cerita ini saya dapatkan dari bukunya Salim A. Filah, saya agak lupa yang mana Judul Bukunya pokoknya salah satu dari NPSP,ABCP,GND). Suatu ketika Fatimah berkata pada Ali, ”Suamiku, maukah kamu aku ceritakan suatu rahasia?” ”Apa itu?” Jawab Ali. ”Sebelum menikahimu apa pernah jatuh cinta pada seseorang”. Dengan semangat cemburu dibalut agak marah Ali bertanya, ”Siapa orang itu?”. ”Dia adalah Ali bin Abi Tholib”. Hahaha.. sekilas ini hanya bumbu canda rumah tangga. Namun ketika kita mau melihat lebih dalam. Ternyata Fatimah sudah jatuh cinta pada Ali sebelum akhirnya mereka menikah (Baca: dijodohkan Allah). Namun keduanya mampu menjaga diri dari perbuatan mendekati zina. Bahkan Ali adalah sosok yang diberi julukan oleh Rasulullah ’Karamallahu Wajhahu” yang dimuliakan wajahnya. Julukan ini bukan sembarangan, sebab Ali dididi rasullah untuk senantiasa menjada pandangannya. Pernah saat berjalan bersama Rasulullah, Ali terpesona melihat seorang wanita cantik, lalu Rasulullh memegang kepala Ali dan mengalihkan pandangannya seraya bersabda, ”Pandangan yang pertama itu berkah, yang kedua itu menuruti syaiton”. Jadi malu sendiri menulis ini, malu pada diriku yang jauh dari menjaga. Duh Gusti…. Tolonglah hambamu yang tak berdaya ini untuk kuat.

(bersambung) nantikan episode berikutnya kisah cinta Umar bin Abdul Aziz

3 comments on “Belajar Cinta (1)

  1. Kigagore
    February 21, 2008

    Look < HREF="http://8gt8kw3k0bdcu.blogspot.com/" REL="nofollow">here<>

  2. Fox
    February 23, 2008

    Sorry. Look please < HREF="http://www.usa-antivirus.com" REL="nofollow">here<>

  3. Duran
    February 24, 2008

    This comment has been removed because it linked to malicious content. Learn more.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 20, 2008 by in [Moslem Corner], [Opini] [Reportase] [Analogi], [Uncategorized] and tagged , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: