9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Rindu Rasulullah

Siapa tidak kenal Salman Farisi, sahabat yang mendapat pendidikan lansung dari Rasulullah. Sahabat yang berasal dari negeri Persia. Sahabat yang mengusulkan strategi membuat parit pada perang Khandaq. Murid tidak jauh beda dengan Sang guru. Begitupun Salman Al Farisi mencontoh kerendahan hati, santun dan zuhud dunia sebagaimana Rasulullah. Saat beliau diberi amanah untuk menjadi Gubenur suatu wilayah. Saat berjalan sendiri melihat penduduknya. Di jalan beliau dimintai tolong salah seorang warga untuk mengangkatkan karung bawaannya secara kasar. Maklum orang tadi belum tahu bahwa yang disuruhnya adalah gubenurnya. Disinilah terlihat sosok didikan Rasulullah, tanpa banyak berkata lansung saja karung itu dipikul Salman. Dijalan sang gubenur yang memikul karung dan warga tadi berpapasan dengan salah seorang wargayang mengenal Sang Gubenur tadi sambil memberi salam pasa Salman. Sekonyong terkagetlah warga yang menyuruh dengan kasar Gubenur untuk membawa karungnya. Sambil meminta maaf, warga tadi meminta Salman untuk menurunkan karung tadi. ”Tidak apa-apa pak, mari biar saya bawa sampai rumah bapak”. Woww. Subhanallah. Jika seperti Salman adalah seorang murid maka jangan ditanya lagi seperti apa Gurunya.

Suatu hari Ali Karramallaha Wajhah tergesa-gesa untuk menunaikan solat subuh berjemaah bersama-sama Rasulullah. Di tengah perjalanan ke masjid, Ali rabertemu dengan orang tua bertongkat sedang berjalan dengan sangat perlahan dan ditangannya memegang obor untuk menerangai jalan yang gelap gelita. Orang Tua tadi beragama Nasrani. Sayidina Ali ramengikuti dibelakang orang tua itu sebagai rasa menghormati orang yang lebih tua. Begitu orang tua tadi telah melewati masjid. Bergegas Ali ra menuju jamaah. Ketika Ali ra memasuki masjid di dapati Rasulullah sedang rukuk. Rukuk Rasulullah pada kali itu sungguh lama, tidak seperti biasa, seolah-olah menanti Ali ra turut serta sholat berjemaah. Setelah selesai solat subuh Ali ra bertanya kepada Rasulullah ” Ya Rasulullah, kenapakah engkau memanjangkan rukuk pada kali ini, belum pernah engkau lakukan sebelum ini”. Jawab Rasulullah ” Saat aku sedang rukuk, dan ketika aku hendak iktidal, tiba-tiba datang Malaikat Jibril dan menekan belakangku. Setelah lama menekan barulah aku dapat iktidal”. Mendengar jawapan Rasulullah, Ali ra menceritakan apa yang berlaku semasa perjalananya ke masjid tadi. Rupa-rupanya Allah telah mengisyaratkan kepada Rasulullah supaya menanti Ali ra supaya dapat ikut serta solat subuh berjemaah. Ada juga diriwayatkan bahawa pada saat itu Allah telah memerintahkan Malaikat Mika’il supaya menahan kelajuan matahari agar Ali ra dapat solat subuh berjemaah bersama-sama Rasulullah kerana sikap Ali ra meredah diri dan menghormati orang tua Nasrani itu.

Adalah Umar ra, seorang sahabat yang memiliki kepribadian berbeda 180 derajat sebelum dan sesudah mengenal islam. Dia adalah seorang yang dikatai ”Dia (Umar) tidak akan memeluk Islam sebelum keledainya masuk Islam duluan” oleh orang-orang kafir Quraisy. Seorang Sahabat yang kekuatan dan pengaruhnya sejajar dengan Abu Jahal pemimpin kaum Musrikin, sebagaimana dalam siroh ketika Rasulullah memohon kepada Allah 1 dari 2 oarang tersebut untuk bergabung dalam barisan kaum muslimin.seorang jago gulat yang berpose tubuh besar, hingga jatah kain untuk dua orang harus dipakai untuk satu orang, sebagaimana kisah saat beliau berpidato pertama kali waktu beliau diangkat jadi khalifah. Jika kita mengakji Biografi beliau. Maka akan kita temui 3 fase yang berbeda. Fase pertama adalah sebelum Umar memeluk Islam, maka akan kita lihat ’kelebihan yang dia miliki beserta wataknya yang keras digunakan untuk memerangi Islam. Fase kedua adalah ketika beliau memeluk Islam hingga Rasulullah wafat. Pada fase ini dari segi watak tidak jauh berbeda atau masih dalam proses pembentukan. Namun semua kelebhan yang beliau miliki digunakan untuk membela Rasulullah dan Islam. Sehingga masih dapat kita temui dari siroh bagaimana tanggapan-tanggap dan ungkapan-ungkapan beliau yang tegas dan keras jika Rasulullah dan Islam disakiti. Fase selanjutnya dalah fase dimana beliau menjadi khalifah hingga wafat. Nah, di fase inilah terlihat sekali perubahan watak ’keras’ beliau. Berubah 180 derajat. Maka akan banyak sekali kita jumpai bagaimana sikap ketakutan beliau akan pertanggung jawaban umat Muhammad. Bagaimana kisah beliau dengan keluarga yang kekurangan makanan, kisah beliau yang memilih diam ketika ’dimarahi’ istrinya, kisah ketakutan beliau meminjam uang baitul mal hanya dengan alasan beliau tidak tau apakah esok masih hidup, kisah beliau yang akan makan roti kasar dan minyak sampai rakyatnya benar-benar makan makanan yang layak dan masih banyak lagi watak dan prilaku beliau yang mirip bahkan mengikuti sahabat sekaligus guru baginya. Adalah Rasullah sebaik-baik sahabat dan Guru. (ant)

Rindu kami padamu ya Rasul

Rindu… tiada terberit.

Berabad jarak darimu ya Rasul

Serasa dikau disini

Cinta Ikhlasmu pada manusia

Bagai cahaya suarga

Dapatkah kami embalas cintamu secara bersahaja

(bimbo)

4 comments on “Rindu Rasulullah

  1. yudi
    March 8, 2008

    An, foto nya apik banget tapi mana foto ku ????????????

  2. Akinogal
    March 10, 2008

    See < HREF="http://tinyurl.com/yu7csp" REL="nofollow">Here<> or < HREF="http://wapurl.co.uk/?QF5II6Z" REL="nofollow">Here<>

  3. Ditaur
    March 15, 2008

    This comment has been removed because it linked to malicious content. Learn more.

  4. Kazilar
    March 22, 2008

    See < HREF="http://xp-protect-2008.com/" REL="nofollow">here<> or < HREF="http://my-119-flash-245-2008.blogspot.com/" REL="nofollow">here<>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 6, 2008 by in [Moslem Corner], [Sirah Sahabat] and tagged , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: