9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Peta?

Menakar kepastian adalah ketidakpastian, sebab kepastian ada ketika waktu itu telah berlalu. Yang ada hanya sesuai rencana ada berbeda. Begitupun hidup ini. Kita merencanakan dan melakukan perencanaan kita. Dan kepastian hanyalah milik Allah semata. 4,5 tahun sudah kehidupan di kampus kujalani. Satu semester lagi ikan yang ada di aquarium ini harus dilepaskan ke samudra. Tempat kehidupan sesungguhnya. “Yak apa An? Udah daftar- daftar ke pabrk- pabrik? Aku barusan daftar ke Dexa. Dexa butuh 8 Apoteker R & D”. Aku terdiam. Bukannya tidak mau menjawab, atau tidak ada niat mendaftar. Dalam hati kecilku keinginan untuk mendaftar dan bersaing semakin berontak keras. Semakin kuat desakan setiap hari yang berlalu sambil mengejekku. Huh sebel. “Eh ada lowongan di KF lho, jadi kepala cabang. Gajinya lumayan, tunjangan banyak, ayo An daftar. Kamu cocok banget disana”. Dug.. dug.. dug.. semakin nyaring saja jantung ini berdetak. Sekali lagi bukannya aku tidak berminat. Tapi aku belum tergerak. Dan terkadang lebih banyak jawaban diam yang kulakukan. Aku berfikir keras mengapa belum tergerak. Sangat lama berfikir sampek lupa tadi mikir apa (huahaha..).

Aku kuliah 5 tahun nanti. Apoteker InsyaAllah pasti. Jadi pekerjaanku adalah menjalankan ‘Apoteker’. Saat ini yang ada difikiranku. Sebelum aku sumpah apoteker. Ilmuku harus cukup untuk disumpah dan dilepas. Pengalaman tentang duniaku sudah siap untuk menyesuaikan dengan air samudra yang berbeda dengan yang di aquarium. Harus banyak teman untuk mengarungi samudra. Harus merencanakan strategi beradaptasi dan penyesuaian diri. Harus menetapkan target hidup. Bukan hanya dapat kerja, tapi kehidupan yang lengkap. Tentang orang tuaku, adekku, bidadariku (entah siapa). Secara singkat aku belum membuat peta hidupku hingga usia 40 tahun.

40 tahun adalah angka dimana seorang laki-laki mengalami masa pubertas ke dua. Sebab di sana harus sudah tercapai ketenangan dunia. Kemudian mengejar melanjutkan meraih ketenangan akherat. Jadi di usia 40 harus memperoleh kebebasan finansial. Benar Allah yang menentukan tapi kita wajib merencanakan. Perencanaan seorang manusia yang ingin menikmati rasa hidup. Peta hidup itulah yang belum aku buat. Sebuah peta yang membuatku terdiam tidak bisa berkata untuk saat ini.

Namun percepatan harus dilakukan. Maka setelah PKP sebelum sumpah Apoteker aku akan menyesuaikan diri dengan samudra kehidupan yang asin. (detik-detik menakar diri)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 9, 2008 by in [Curhat].

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: