9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

KH. Agus Salim No. 77 Bekasi

“Assalamu’alaikum Wr. Wb…. Disiarkan dari Jl. KH Agus Salim 77 inilah Dakta FM 107 FM pandai bersabar rajin ikhtiar… masih bersama saya Fauzi Ahmad ditemani rekan Bayu Darmawan akan menemani anda dalam Informasi Dakta Pagi..” setelah itu informasi dari berbagai penjuru bekasi hingga penjuru dunia berdatangan. Mulai dari informasi jalan berlubang, kemacetan, kecelakaan hingga perjuangan HAMAS di Palestina. Yang menarik, di Informasi Dakta Pagi disiarkan secara on air bagi yang mau menelpon. Dan luar biasa sambutan dari penggemar Dakta sendiri. Terutama saat berita tentang Ahmadiyah kemarin. Semua kompak Ahmadiyah dibubarkan. Ketika banyak media menyudutkan FPI, justru disini membela mati-matian.

Ya itulah Dakta FM, sebuah radio yang mempunyai pendengar 1,9 juta. Kalau di Surabaya mirip radio SS, jadi segmentasinya pengguna jaan. Namun Dakta lebih luas karena juga meraup pendengar dari keluarga muslim menengah keatas. Radio ini menjadi rujukan keluhan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan. Jadi menjadi radio pilihan instansi pemerintahan bekasi dan Jabodetabek. Sebuah ‘corong’ media untuk memback-up informasi yang tidak seimbang dan tidak sehat terhadap islam secara universal. Kurang tau jelas apa saja jadwal acaranya, yang gue hafal hanya acara malamnya maklum siangnya PKL. Mulai senin sampai minggu berturut-turut : Kajian Samara Kajian Aqidah Kajian Kitab Dunia Ghaib Kajian Tafsir Getar Kalam Jejak Rasul. Dan masih buanyak lagi program kerja selain penyiaran.

Dakta, satu-satunya yang menemani dalam sepi setiap malam sendiri di kamar kostku 2 bulan. Maklumlah gak ada TV, atau hiburan lain. Paling ditemenin ma buku2 dari kwintang. Semakin menyimak Dakta makin terasa manfaatnya. Kayak liqo’ tiap hari. Hehe. Jadi kepingin mendirikan sebuah radio yang seperto itu. Gua rasa di Surabaya belum ada yang seperti Dakta, ada sich suara Perak Jaya itupun Am susah banget gelombangnya. Harusnya ada sebuah perencanaan media yang baik untuk mendidik dan mencounter informasi yang tidak berimbang di Surabaya.

Nah, kalo disekitar Madiun, Ponorogo, Ngawi, Magetan belum ada tuch. Paling yang mendekati Suargo Fm di Ponorogo. Itupun kurang jelas segmentasinya, meskipun ada di Pondok Gontor. Masih banyak kesempatan dan peluang dakwah, tinggal kita bersungguh-sungguh. Pasti Allah member jalan. Selama ini kita masih lemah bahkan sangat lemah di media. Hanya mengandalkan media diluar kita belum tentu aman dan sehat. Mungkin sudah saatnya ahli komunikasi merencanakan pembentukan media yang efektif dan kondusif. Sampai kapan terus berkutat di selebaran-selebaran. Info lebih lanjut tentang Dakta. Click aja di : http://www.dakta.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 22, 2008 by in [Curhat], [Opini] [Reportase] [Analogi] and tagged , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: