9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Satu Pintu akan Kubuka

Satu kerinduan lebih baik dari seribu impian, satu kesadaran lebih baik dari seribu impian. Satu tindakan lebih baik dari seribu kesadaran,. Satu tujuan khir lebih baik dari seribu tindakan. Satu keikhlasan lebiih baik dari seribu tujuan akhir. Mulailah, meskipun sedikit. (Imam Al Ghozali).
Ya. Setiap kita akan senantiasa memulai. Memulai untuk melanjutkan hidup. Siapapun dia, senyampang masih bertittle manusia harus tetap menyambung hidup. Semua berjalandengan cara masing-masing. Berjalan sesuai dengan keragaman dan keunikan masing-masing. Ada yang menyambung hidup dengan memulung, ada yang yang mengemis. Tapi ada juga yang menyambung hidupnya dengan berinvestasi dengan korupsi. Satu hal yang pasti dan tak bias dipungkiri. Bahwa semua harta akan dimintai pertanggungjawaban dengan 2 pertanyaan. Dari mana mendapatkan dan kemana dibelanjakan. Sayangnya 2 syarat ini harus bersih untuk mengenyam surga. Kurang satu saja tidak bisa diterima. Maka tidak heran ketika yang dihisab lebih dulu dmulai dari orang-orang miskin. Sehingga bisa kita lihat, bahwa lebih banyak manusia lebih survive ketika diberi cobaan dengan kemiskinan dari pada kekayaan. Namun kemiskinan dan kekayaan bukan sebuah ukuran seandainya setiap kita mampu merenungi nasehat Imam Ghozali diatas.

Hidup harus berlanjut. Seberat apapun perjalannya. Sekaras apapun cadas yang mengusik. Dan seberapun bekal yang kita miliki. Duh, jadi teringan nasehat ayahe kancaku. “Saiki lagi wektune ngoncei kulite klopo sing paling nyobo. Pancen angel tapi kudu sabar. Durung mecah bathok klopo sing atos kae. Isik suwe nyanten isine. Tapi nek ra dilakono yo kapan iso mangan jangane” simple memang terkesan tapi dalam bagi yang memulai perjalanan hidupnya. Aku termasuk yang baru mengupas kulit luarnya. Selalu ada yang harus disesaikan, selalu ada masalah. Sebab hidup untuk menyelesaikan masalah. Tanpa masalah mungkin tidak akan pernah ada hidup. Kita harus mandi untuk menghilangkan peluh dan bau badan. Bau badan hilang supaya bisa kerja tanpa gangguan. Tapi belum menyelesaikan ganngguan pekerjaan. Apalagi ditambha menyelesaikan tugas dari Bos. Bahkan mencuci baju adalah bagian masalah yang harus terselesaikan untuk terima gaji akhir bulan. Tanpa baju tak bisa kerja tentu.

Kata bapak, ”Ora usah mikir adoh-adoh, dilakoni ae sik wis kethok moto. Engko lak teko dewe nek wis wayahe” sebuah nasehat untuk mengurangi angan-angan menyesatkan dan ketakutan tak beralasan. Maklum 20 agustus harus berpindah ke ’dunia’ lain di bekasi nich. Memulai ngoncei kulite klopo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 26, 2008 by in [Catatan Harian].

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: