9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Perjuangkan


Persahabatan adalah keabadaian. Sebuah ungkapan yang mengada-ngada terkesannya. Tapi itulah yang kujalani. Dan KUPERJUANGKAN untuk tetap berjalan. Bukan bermaksud sombong. Tapi aku sudah mulai belajar untuk itu sejak kelas satu SMA (maklum baru paham). Ketika mendapat sahabat. Itu adalah abadi. Sebab sahabat adalah abadi. Seberapapun jarak yang memisahkan, selama apapun waktu memisahkan, saya yakin. Kenangan yang begitu menghangatkan takkan mudah hilang. Bahkan semakin hangat, meski pake AHU dengan setting Motorized valve berapapun, meski dengan sebesar apapun CFM yang dihasilkan. Kenangan itu akan tetap hangat. Seperti kita di ruang Still Mass atau Autoclave Delama. Halah.. opooo iku. Maklum lagi pusing-pusing mikir kerjaan yang belum kelar-kelar. Hehehe.

Bagaimana mempertahankan persahabatan dalam problematika remaja, tanya padaku. Kan kudongengi. Halah. Hehe.

Pengen tau cara mempertahankan persahabatan dengan berbeda misi, corak, watak, sifat? Tanya padaku. Opo-opoan iki? Hehe.

Pengen tau mempertahankan persahabatan, meski jarak jauh memisahkan? Gampang. Cukup kirim SMS padaku. Opo maneh iki?

Cukup ketik REG sapsi…. Hehe.. af1. Ngelantur.

Persahabatan adalah memberi. Bukan menerima. Memperjuangkan, bukan menunggu diperjuangkan.

Berusaha memahami, bukan ingin dipahami. Berusaha menerima, bukan minta kita diterima. Berusaha memberi arti, bukan menanti diberi arti. Berjuang memperhatikan, bukan minta diperhatikan. Sekuat tenaga membantu, bukan ingin dibantu. Sebab persahabatan adalah perjuangan.

Yuks. Menoleh bentar ke belakang. Bagaimana persahabatan yang indah telah dicontohkan. Adalah Umar Ibnu Khattab selalu membawa beras ke rumahnya Abu Hurahirah disaat hari itu juga Abu Hurairah tidak memiliki makanan untuk makan tanpa ada yang memberi tahu Umar sebelumnya. Sebab kenapa? Sebab Umar sudah tau persis, kapan sahabatnya ini dalam masa kekurangan. Mau contoh lagi, capek nulisnya. Mending baca aja siroh nabawi, siroh khulafaur roshidin, sirah sahabat. Wuich hebat euiy.

So, mumpung masih ada waktu. Yuk menjaga persahabatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 5, 2008 by in [Curhat], [Opini] [Reportase] [Analogi].

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: