9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Seperti Pelangi


Tak tau mengapa. Pulang kampung kemarin, begitu bersemangat. meski harus menempuh lebih dari 24 jam perjalanan naik Bus. Ya. Bekasi surabaya 30 jam. Jadwal padat seminggu cuti bersama dah terlihat. Bimbingan dengan Bu Hidayati Tamrin di Surabaya hari Selasa Malam. Buka bersama Gank Kluyuran (Faizal, Dandang Cumiatmoko, Arina, Sinduk, Nurul). Bojes kemana ya? Kok gak ikut. Kata Cumi dia pulkam duluan. Duh. gak sempet ketemu lagi donk. Miss u so much Jes. Habis dari Bu hidayati langsung cabut pulang. Naik Bis ma Cumi. Berdiri ampek Jombang. Maklum rame. Atau keceplosan ngomong ya. Coz pas mau pulang aku bilang ke Cumi, kalo pulang ntar, berdiri aja biar kagak ngantuk. Eh, malaikat sewot. Akhirnya berdiri beneran. Hehe.

Nyampek Rumah jam 1 an malam. Nanggung, akhirnya ngobrol ma Bapak dan Ibuk Ampek makan sahur. Puas, karena aku diajak bicara ala orang dewasa. bukan lagi seperti anak2 yang tidak boleh tau urusan orang tua. Selasa adalah hari keluarga, berbincang dan bercanda. nganter Ibuk belanja. Akhirnya bisa juga beliin baju Ibu buat Lebaran. Ngasih uang saku ke adek2ku. Terasa benar menjadi Anak dan Kakak. Tak terkatakan. Gak percaya? Cobalah. Lengkap sudah pulkam jika sudah Sahur dan Buka bareng keluarga, meski hanya sesaat tapi nikmat. Kenikmatan yang mampu mengikis habis derita sebulanan di tanah orang.

Idul Fitri selalu memberi kesan tersendiri, meski tiap tahun dijalani. Selalu ada yang baru. itu yang membuat ku segera ingin kembali. Sungkem ke Bapak dan Ibuk, dan disungkemi adek2ku. Sungkem ke Mbah, Budhe, Pakpoh dan semua famili di desa. Barang-bareng keluarga besar mbahku.

Kamis, aku reunian ma Pak Polisi, Pak Mantri, ma Pak Dokter (Gank PMR pas SMA). siapa lagi kalo bukan Wahyu, Reza, ma Ghozali. Seperti biasa yang ngebosi Pak Polisi. Kangen banget ma mereka, coz Idul Fitri kemarin kagak ketemu. Wah udah pada dewasa. Malah si wahyu, bulan ini mau Ijab qabul, walimahannya awal tahun depan. Duch Wahyu, dikau membuatku ‘bersemangat’ heheh….. Puas. Ketemu mereka. Meski hanya beberapa jam saja. Makasih Ya Allah.

Jum’at yang tak terkalahkan. Aku ketemu Gank halaqoh SMA, Lengkap. Setyo (Total Company), Gyanto (Tambang Batubara), Aziz (Nyelesain Kul), Royan (Jakarta), Fifin (Proyek di ITB), Hari (Sidorajo, Pabrik Obat ternak), Otthoy (di Bekasi Juga). Wahhh… Dasyat pokoknya. Gak ketinggalan akhwat2e jg banyak yang datang… Rame pisan…
Sorenya, yang mengejutkan. Toinx (Gondes; gondrong ndeso), Dandang Cumiatmoko, Dayen lan Mak Nita datang kerumah. Wah Luar biasa. Benar2 kepuasan tak terbilang. Terimakasih banyak Allah, telah mempermudahkan hati kami untuk saling merindu. Dan meneguhkan langkah untuk saling bertemu…..

Maka, sesudah perjumpaan pasti ada perpisahan. tibalah hari sabtu. kembali ke Bekasi. Dan seperti biasa, hati terasa berat. Dan merana… namun satu hal yang tak kulupa. Aku sudah merencanakan dengan orang orang tua. Tentang salah satu masa depan. Entah keberanian dari mana, meski belum jelas dengan siapa. Ku mantap mengatakan. Menggenapkan setengah agama usia dua lima. dan mereka mengangguk saja. Meski aku belum tau apa arti anggukan itu….

Semuanya serba singkat, tapi indah. Seperti Pelangi, singkat tapi indah dan dinanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 11, 2008 by in [Bertemu] [Reuni] [Kumpul] and tagged .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: