9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Shongoku lagi,



Jadi ‘Super Saiya’ memang sesaat. Itulah setidaknya yang kurasakan beberapa hari ini. Dan aku yakin.., hanya bertahan beberapa hari saja. Ketika masuk kerja rasa menjadi ’Super Saiya’ itu akan pudar, meluntur, sedikit-demi sedikit. Hingga pada waktunya akan kembali menjadi manusia biasa. Bermula dari iseng ikut training PUKA gratis selama 2 hari full mulai dari 7.30-20.30 sabtu minggu. Wah ternyata yang mengisi ’mahasiswa’. Setidaknya itu yang ingin aku katakan. Idealisme yang kuat kutangkap dari ketegasan ucapan mereka, tatapan optimisme. Bahwa Apoteker akan mampu bangkit dari keterpurukan saat ini. Ya. Orang-orang ISFI menyegarkanku lagi. Ditambah materi Pharmaceuticals Care, BABE, PMR. Wah.., aku hidup. Semakin memuncak ketika aku ‘berkeringat’ mendengarkan puncak acara, orasi Pak Haryanto Danutirto, Ketua ISFI Pusat. Darahku mendidih kembali, menjadi mahasiswa kembali aku. Saat itu aku menjadi ‘Super Saiya’. Hasilnya.., dalam waktu singkat aku memutuskan pulang kampong meski libur hanya 3 hari. Pun meski belum dapat jatah cuti. Telat yo wis.., pikirku singkat. Mahasiswa banget. Pesan tiket sebagai alasan bisa cabut “Tenk.. GO”. Hari jum’atnya, Untuk pertama kali selama 3 bulan ini aku pulang jam 16.15. Wuich memecahkan rekor sebelumnya yaitu 17.30. meskipun Jam pulang pabrik 16.00.

GMS melaju dengan bersemangat.., bau cat rumah, suara orang-orang rumah pada setiap meter yang dilalui roda semakin keras saja terdengar.., dan semakin menguat. Saat itu.., sayup-sayup juga aku merasa suara Faizal terdengar semakin keras meskipun mereka masih belum bergerak dari Surabaya.., tapi mereka akan datang.., setidaknya itu yang aku yakini.

Minggu pagi.., saat naik motor dari potong rambut menuju ke rumah. Sayup-sayup aku tak percaya. Namun mencoba yakin.., kulihat mobil katana hitam, lengkap dengan teh botol sosro menyelimuti ban serep yang menempel pada pintu belakang. Roda motorku semakin mendekat ke halaman rumah.., samar namun pasti, aku mendengar bunyi suara gaduh.., tertawa.., cekikikan.., ah. Mungkin halusinasi. Dan ternyata..,


”Alloh…” mereka sudang datang..,


”Cumi-atmoko, Faizal –Akbar-, Arina dan Sinduk…”


”Yach.. lansung saja aku bergulat, memukul, berhajar-hajaran dengan Cumi ma Faizal..”


Aku menjadi ”Super Saiya 3”…,


Akhirnya, kekuatan persahabatanlah yang menang. Waktu, keterbatasan, jarak tak berarti di dunia kami.., dunia para pemimpi keabadian. Ya. Sebab persahabatan adalah keabadian.

Lalu yang terdengar adalh suara bersahut-sahutan,

Seperti biasa, kami meng update berita masing-masing, bercerita, mendongeng, ejek-ejekkan, sindir-menyindir…, meski banyak perjalanan yang terlalui dengan singkatnya waktu. Namun dari kami.., tak ada yang mampu melukiskan indahnya pertemuan.


Meski kami melalui indahnya Telaga Sarangan beserta Air Terjunnya, masih saja tak perlu ke sarangan untuk menikmati keindahan. Cukup dengan ada bersama.


Andang –Cumi-Atmoko, tinggal nunggu SK Dosen di Fakultas.

Faizal –Akbar-, Udah kerja di Otsuka. ”Tapi disini aku anggep PKL Tum, PKL yang di Gaji Gede. Hehe..” Kelakarnya. Dia mengatakan itu karena masih kerja kontrak.

Arina –Ririn-, Mahasiswa Sp. FRS.., Ntar kalo dah lulus namanya jadi panjang. Lebih panjang gelarnya dari namanya sendiri kali.

Sinduk Ferry, Di Apotek.., jadi apoteker pendamping sambil nunggu Apoteknya sendiri selesai di buat.

Nurul- Leha-, Gak bisa ikut ke magetan coz lagi test CPNS di Blora, terakhir lolos di Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang sebagai ”Real Pharmacist”. Bakal punya pasien. Tapi lagi bingung sekarang. Karena masih menunggu hasil test CPNSnya.

Bojes, Kang Encep, Pii, dan semua teman seangkatan. Menjalani takdirnya di tempatnya masing-masing dengan gagah berani…,


Belum hilang dahaga harus kembali berlari. Pertemuan itu.., singkat sekali terasa. Dan aku harus kembali ke dunia nyataku. Dunia yang aku pilih dan harus ku jalani.


”Sakit…, sakit sekali rasanya” hatiku bergemuruh. Perpisahan selalu meninggal bekas. Dan semakin sulit hilang. Saat itu, aku sudah tidak tau lagi, saat aku sempat duduk jongkok memeluk lutut kakiku, sambil berkata…,


”Aku masih belum ingin kembali…,”


Aku tak tau lagi seperti apalagi raut mukaku saat rumahku terlihat menjauh.., dan saat suara kawan-kawanku semakn lirih tak terdengar hingga suara Faizalpun tak terdengar sama sekali. Dan kutemukan diriku sudah dibawa bis ke arah yang aku merasa tak ingin tau..,


Sakit itu bisa dirasakan, namun terlalu pintar bersembunyi hingga tak terlihat wujudnya. Tapi selalu di yakini bahwa ada..,


GMS melaju dengan cuek.., dan langit semakin mendung.., menunggu angin meniupnya hingga kelelahan.., lalu cengenglah sang mendung.., karena nggak mau berhenti menangis, marahlah halilintar. Menampar mendung dengan kasarnya. Yang terlihat kadang terang-kadang kembali gelap…,


Aku teridur…,


Saat aku terbangun.., aku sudah berada di dunia Cikarang. Menjadi “Budax Cikarang” setidaknya itulah stiker yang paling banyak tertempel di sepeda motor cikarang. Dan yakinlah, ngomong pake bahasa jawa, pasti yang punya motor paham..,


Menjadi Songoku lagi..,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 12, 2008 by in [Catatan Harian] and tagged , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: