9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Aku Masih Aan kok,

9.57… 9.58.. 9.59.. 10.00.. Yupz.. Semprot tangan tangan pake alkohol 70% filtrasi, ambil 2 petri baru, menuju airbone sampler, pencet “stop”, buka tutuppake tangan kanan, tutup petri sekaligus ambil dengan tangan kiri, pindahkan ke titik selanjutnya, pasang lagi yang baru…

Tik.., tok.., tik.., tok.., saat- saat itu. Waktu satu menit sangatlah berharga, satu detikpun tak ingin terlewatkan. Sebab tiap hari ada lebih dari 60 titik. Gagal di satu titik, rasanya ’duongkol buanget’.. seperti pengen makan mie goreng dicampur balungan ayam jawa 10 piring JUMBO di Bekasi Barat. Tempat mangkalku ama Thoyib. Kesuksesan tiap titiknya menentukan jam berap akau pulang malam itu. Ketepatan tiap pengerjaannya menentukan sampai pukul berap aku bisa keluar dari pabrik itu. Maka sejak tanggal 19 January sampai 27 Februari aku shift 2. Untuk menyelesaikan PQ HVAC Kelas B, C, D, E di lini steril 2 butuh 2 shift. Sebuah proyek yang sejak PKL disana aku sudah terjun langsung. Pun sampai sekarang belum bisa 100% selesai.

Datang paling awal pukul 13.30. Pulang paling cepat pukul 23.45 (Bareng ama semua karyawan yang pulang shift 2). Pulang paling pagi 04.00 pagi. Kerja paling lama berangkat jam 08.00 pagi pulang jam 04.00 pagi (20 Jam). Rata-rata pulang jam 01.00 malam ber2 saja ma operator. Yang paling ’menyakitkan’, 1 minggu terakhir. Kenapa? Tak ada yang menemanin satupun, kerja ashift 2 lewat jam 23.45 berarti sendiriian di gedung sebesar itu. Hanya ada Satpam di luar gedung.

Semua alat yang berhubungan dengan PQ ini kau bisa. Airbone sampler, Particle Counter, Balometer, Luxmeter, Anemometer, Data logger, Termometer Minmax, Photometer Integrity Test sekalian dengan generatornya. Sampai setiap ada deviasi di suatu parameter dapat dipastikan penyebabnya karena apa. Semisal pressure ngedrop di area B, ini karena Inverter pada AHU sedang trouble.

Pelatihan mental dan fisik sudah pasti juga kudapatkan. Masih terlalu ’bodoh’ aku disini. Tidak ada yang benar 100% yang kami lakukan. Setiap ada kesalahan sedikit, pasti kena ’sidang’. Partikel gak masuk, SIDANG. Mikro gak masuk, SIDANG.Pressure gak masuk, SIDANG. Ditempatku kerja tak ada pujian, yang paling mentok adalah saat habis memarahi atau minta tolong mengerjakan sesuatu sebuah ucapan, ”terimakasih ya..”. Perkataan Managerku yang paling menyakitkanku di 1,5 bulan shift 2, yang aku gak tau mengapa masing terngiang saja, ”Kamu bisa kerja gak? Kalo gak bisa aku cari orang lain”. Padahal aku juga tau bukan itu intinya dia pengen ngomong, ia hanya ingin kami kerja lebih efektif dan komunikatif. Meski aku tau juga tentang HVAC ini hanya kami yang bisa diandalkan, dengan artian lebih banyak cost jika mencari orang lain. Meski aku paham bahwa ia sedang emosi. Tapi entah mengapa itu menyakitkan sekali.

Tapi kawan, ”its OK” aku kan baik-baik saja. Yang lebih mengerikan dari semua diatas adalah malam-malam yang aku jalani. Malam-malam yang ’mengerikan’ sepanjang sejarah malam yang pernah aku lalui. Malam-malam yang merubah pola hidupku. Malam-malam yang merubah pola tidurku. Malam-malam yang ’mengerikan’ hanya untuk berusaha memjamkan mata. Jika pulang jam 01.00 bisa dipastikan untuk bisa tidur adalah 1,5 – 2 jam setelah itu. Jika pulang jam 02.00 aku lebih sering memilih untuk tidak tidur. Baru bisa tidur habis subuh, itupu jam 06.00an pagi. Bagiku, saat-saat ’menyeramkam’ adalah saat mata merasa nguatuk, badan capek semua tapi susah tidur. Mencoba memejamkan mata lama. Akhirnya terbuka kembali karena putus asa belum bisa tidur juga. Berusaha tidur itu ’menyeramkan’, setiap membuka mata yang terlihat masih sama. Langit-langit kostan yang itu juga. Sekarang aku paham yang dibilang Thoyib saat dia bilang waktu kuliah dulu dia sering mengalami malam-malam yang menyeramkan. Biasanya aku baru benar-benar bisa tidur pagi. Bangun- bangun jam 09.00 jam 10.00an pagi. Badan capek semua Sob. Berangkat lagi jam 14.00. Seperti kelelawar saja. Lebih denk. Alhasil, tanggal 2 Maret aat berubah ke shift 1, sore harinya kepalaku langsung pening (beda lho ma pusing, kalo pusing serasa berputar. Tapi kalo pening kayang nyut-nyut.. berat. Penting gak sich dibahas? Hehe). Cabut pulang lebih cepet dari yang lain dech..

Sob. Kadang aku bertanya, kenapa segitunya ya? Segitunya aku mau melakukannya. Kebanyakan orang ditempatku bilang, ”Wach bingung bawa uang gajiannya tuch, lembur terus”. Cek.. cek.. mereka tak pahem Jack. Hari aktif (Senin-Jum’at) kerja berapa jampun sehari tak ada istilah dihitung lembur, loyalitas katanya. Dihitung lembur jika masuk sabtu or minggu. Itupun dihitungnya maksimal 3 kali aja meski ia masuk lebih dari 3 kali. Pernah aku mengeluh pada Andang di tengah-tengah kerja shift 2 itu. Aku bilang mau keluar aja dari pabrik ini. Aku gak kuat Ndang. Kehidupanku kacau. Masak harus menghabiskan sebagian besar waktuku di pabrik. Aku masih punya kost, masih punya teman untuk di sapa. Masih punya tetangga untuk di kunjungi. Masih punya matahari untuk aku lihat setiap hari.

”Hei, siapa ini??! Ini bukan Aan yang aku kenal, cepat sekali menyerah hanya dengan begitu” begitu smsnya. Aku sebenrnya hanya ingin bilang, dulu kita mengerjakannya bersama-sama Ndang, meski sering nginep di kampus. Meski sering kelaperan bareng. Meski sering ngutang sana sini biar kegitan lancar. Tapi aku merasa sendiri disini. Mengerjakan semuanya sendiri. Aku hanya butuh teman ngobrol aja. Cukup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 15, 2009 by in [Catatan Harian] and tagged , , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: