9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

30 Menit untuk 4 Hari.


Sebuah keberuntungan manusia diberi kekuatan untuk mengingat pada batas tertentu. Setidaknya itu yang ingin aku tulis pertama kali ketika melewati semua tempat dan kenangan antara magetan-surabaya.

“Yib, jadi pulang? naik apa?”
“Jadi, belum pesen tiket.”
“Aku dah pesen tiket, naik GMS., bareng ta?”
“Boleh. Ntar aku ke tempatmu. Beli tiket. Aku datang sore. Masih hujan disini.”

Sorenya, sesampainya di pol GMS. “Yach, tutup.”
“Ya wis, aku nitip mene tukokno.”
“Saiki neng ndi Yib?”
“Ke pasar deket RS International, ada makanan enak disana.”

Akhire. Beli juga. Ehmm.. aku lupa nama makananya. Yang jelas isi jerohan semua, bumbu mantab. Aku habis 2 porsi, thoyib 2 porsi juga nasinya. hehe..

“Esnya belum. Aku tau es campur enak yib.”
“Yuk”
“Gak enak, masak beli es doank, makan dikit aja ya”
“Mas, kerang rebus satu porsi, nasi satu porsi, tahu tempe, es teler 1, es campur satu”

“Kenyang” (Perut ta karet). Tapi meski kami suka makan banyak, kok gak gemuk-gemuk ya. Thoyib tetep kurus tinggi, aku panggah wae.

………………….
“Wis oleh tiket? aku lali kondo, nek iso sampingku sing manis yo”
“Wis, kamu no. 19 aku 20”
“Yach, njaluk sing manis malah oleh tukang bakul obat.”

………………….
Maospati masih seperti yang dulu, 4/5 tahun yang lalu.
Nggoprus (Pram).Datang njemput di maospati.

Sepanjang jalan maospati-rumahku masih juga sama. Melewati jalanyang sama, dan rumah-rumah yang tak banyak berubah. Tetap sejuk.

Rumahku, masih senyaman yang dulu. Tempat melepas semua lelah, dan mengumpulkan semua energi baru. Rumah. Ibu yang masih over ptotected seperti dulu. Bapak yang juga masih seperti teman bagiku sejak aku kuliah. Koko, yang juga masih segede itu. Kuprus, yang juga masih selucu dan selugu itu. Dan rumah perjuangan yang masih juga terasa sama. I feel comfortable di RUMAH.

Masjidku berubah. Halaman depan yang dulu atapnya masih dari seng, kini dah dibangun, jadi luar biasa. Tapi masih juga sama yang datang kesana. Masih seperti 3/4 tahun yang lalu. Akh tak banyak yang berubah. Masih juga ketika habis maghrib kami nongkrong di dpen masjid berbagi cerita dari tempat masing-masing.

Dan, sepanjang rumahku ke masjid juga tak banyak yang berubah. Masih jalan yang sama dan semua kenangan yang masih melekat disana. Tak lari kemana. Hanya agak samar aku mengingatnya. Mungkin waktunya aku lupa, momentnya juga agak samar, tapi tak bisa terlupa setiap siapa yang ada disana. Semuanya.

Magetan-surabaya.
Tak juga berbeda, sumberkencono masih sesangar yang dulu. Sopirnya masih juga ‘gila’. Tapi itu yang aku suka. Cepet nyampek. hehe..

“Ndang, aku nyampek terminal 1 jam lagi”
“Ok. Kowe sholat sisan ae, aku arep adus disik”

“Si Andang, masih juga sama. “Dogra-Dosen Gratisan” hehe.. Udah sejak januari suruh masuk ke kampus. Tapi SKne belum keluar, jadi belum dapet gaji. Pun makan siang.

“Kita ntar tidur di rumah Faizal aja”
“Yoi”
Jadi pengen cepet nyampek rumah Faizal, ngobrol ma Ibunya faizal. hehe.. Dia orang asyik banget kalo ngobrol, apalagi kalo lagi ngomongin Faizal. Bisa nggojlokin Faizal. hehe.

Nyampek di Faizal,
“Faizal dah berangkat ke rumahe Arina” kata mamine Faizal.

Aku, ma Andang langsung meluncur ke rumahe Arina.
Makan enak. Hehe.. (Haha.. Pancet wae)

Disana dah menanti Sinduk dengan Cak Erick (Calonnya Sinduk), Arina, ma Faizal.Nurul kagak bisa ikut, besoknya masuk pagi Di RS Syaiful Anwar Malang.

“Aku dah siapin, sate ayam. Karena aku tahu Fery ma Andang gak suka sate daging”
“Gak ada ikan lautnya, karena Faizal gak suka makan ikan laut”
“Buah Peer, Aan suka buah Peer”

“haha..semua ketawa” (Menu yang tepat)
………………………..

Paginya, ke kampus.Mampir dulu ke Bojes. Ngampirin Bojes yang juga Ntar sore berangkat ke Jakarta. Ke kampus, nongkrong di parkiran. Ketemu Pii, Mbak Yas, Kingkong, Ace, Cak Sur, Mas Cis, dll. Walah, tenan. Cak Sur ngajakin ke Wapo. Kenak Dech. Tapi Asyik. Kumpul bareng.

Semuanya terlalu cepat, dan aku ingin segera menjauh saja dari Surabaya, tak ingin terlalu lama. Takut perasaanku kembali seperti 7 bulan yang. Yang akan membuatku butuh banyak energi dan kekuatan untuk menginggalkan Surabaya. Beserta semua kenangannya.

………………………..
Rosalia beranjak dari Terminal Magetan-Maospati-Cikarang. Jam 07.45 aku nyampek Pabrikku. Telat 30 menit. Tapi tak sebanding dengan 4 hari yang kudapat. 30 menit untuk 4 hari. Bukanharga yang mahal aku kira.

One comment on “30 Menit untuk 4 Hari.

  1. Anonymous
    November 6, 2010

    Hi all. How are you?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 19, 2009 by in [Catatan Harian], [Yang Kukenal] and tagged , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: