9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Yupz..














25 Orang, 13 sepeda mot

or lebih. Melakukan 3 jam perjalanan. Menuju Pantai Pakis Kabupaten Karawang.

Rihlah pertama semenjak 7 bulan aku di Cikarang. 9 Bulan jika digabung dengan saat PKL dulu.

”Rihlah besok. Kumpul di Darul Mobarok Jam 06.00. Jam 06.30 berangkat. Bawa kado, harga tidak lebih dari 10rb. Sebarkan”. SMS dari Dwi ma Eko jam 01.00an dini hari. Dan baru kubuka paginya. Pagi itu pula jadwal keberangkatannya. Wahh… ”Yib, aku mari subuh langsung balik ke Cikarang. Rihlah neng Karawang” ”Yup,” Jawab Thoyib singkat. Maklum malam Libur (Baca: Malam Minggu. Kita (Aku ma Thoyib) gak punya istilah malam minggu. Yang ada malam libur. Hehe..).



Beserta Istri ke-4ku yang baru aku boyong Malamnya. Aku berlari bersama Istri ke-2ku menuju Cikarang. Masih pagi-pagi buta. Butuh sekitar 1 jam untuk sampai di kost. Maklum Bekasi-Cikarang cukup jauh. Seperti Sidoarjo-Surabaya.

Mandi, ganti baju, bawa perlengkapan. Cabut ke darul mubarok (Darul Mubarok adalah pondok pesantren Ust. Syaibih-Murobiku-). Beberapa Bro dah datang, tinggal nunggu beberapa.

Pak Supri datang, bersama istri (pasangan muda), Pak Wayan datang juga, bersama istri dan anaknya yang masih kecil. Untuk Pak Fadli, Pak Arif, Pak Sunarjo gak membawa serta keluarga mereka. Dan masih ada Sofyan, Dwi, Eko, Pak Rofi’ group bujangan yang datang. Kuatkan hati ini ya Alloh di Pantai pakis nanti. Bukan karena banyak cewek disana, atau ada bebarapa akhwat tetangga Ust Syaibih yang ikut. Bagiku itu tidak seberapa. Godaan terberatnya dalah melihat pasangan Ikhwan Akhwat, apalagi ma anaknya yang masih kecil. Bercanda, tertawa, usil, bahagia- Arghhhh… Itu berat sekali.. hahaha…


Dari Cikarang menuju ke arah Pilar, lewat Sukatani,mengikuti jalan cor-coran. Terus.. Melewati kali dengan naik Eretan. Semacan kapal kayu penyebrangan. Jam perjalanan cukup melahkan juga, apalagi gak ada yang mijitin. Wakaka… (Harus bisa…, bisa…, bisa ngelus dodo wae.. Wehehe..-sabar-)


Pantainya Cukup Luas, namun airnya coklat karena pasirnya yang coklat. Biru laut tak terlihat, hanya biru langit yang memberi kesan membiru dikejauhan.


Acara dimulai………….


Acara bebas dimulai………….


Acara makan bandeng bakar sepuasnya pun tak terasa selesai………

Pulang deh……………


(Maaf, terlalu banyak yang bisa diungkapnya, pun beserta godaan- godaan maha beratnya. Itulah alasan utama tidak kuungkapkan disetiap kata. Namun kuganti dengan hasil karya istri ke4ku yang kutampilkan agak banyak. Selamat menikmati)

One comment on “Yupz..

  1. Dwi Yuli
    May 13, 2009

    Ceritanya Mupeng . . . ya Pak? hehe

    Trus kapan neh “Sebenarnya Istri” terealisasi . . .???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 11, 2009 by in [Melancong] [Kuliner] and tagged , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: