9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Sering Kuhadirkan

Kehilangan 2 anggota ‘gank’ cukup ‘menyakitkan’. Pun sekaligus ada rasa iri. Baru saja minggu lalu si Dwi menggenapkan separoh diennya. Minggu depan ganti Pak Rofiq melengkapi separuh agamanya. Jadi panitia pasti.

Sekarang, dari tiga belas orang binaan ust. Syaibih tinggal 5 orang yang masih ’istiqomah’ dalam gank bujangan. Dua orang telah ’berkhianat’ bergabung dengan gank bapak-bapak. Dulu gank kami yang mayoritas, sekarang jadi minoritas. Dulu hanya 6 orang yang ketika sesi qodhoyah mengucap ”Alhamdulillah keluarga sehat, istri dan anak-anak juga sehat” Sekarang bakal ada delapan orang yang akan mengatakan hal itu.

Dulu, gank kami sering digojlokin. Saat ada anggota halaqoh yang baru selalu ada sesi perkenalan. Biasanya kami yang paling dulu kena semprot. Kalau yang lain memulai dengan menyebutkan nama, alamat, dll. Lha belum juga kami ngomong, para bapak-bapak itu dah nembak duluan. ”Status dulu baru nama” ”Kayak kita-kita ini jelas statusnya, BERKELUARGA”. Ugh.. selalu itu senjata mereka meskipun kami sering berkilat ketika ditanya status. Ada yang menjawab, ”sedang mempersiapkan” ”InsyaAllah sebentar lagi” ”Mau menikah” dll. Tetap saja kalah. Dan sekarang tinggal Aku, Sofyan, Eko, Husni, dan Irfan yang belum menggenapkan separuh dien.

Minggu kemarin, Dwi sang pengantin baru menghenyakkan kami yang masih dalam gank bujang. Sebelum acara liqo’ ditutup dia ijin dulu. ”Afwan akhi.., ane ijin dulu ada alasan syar’i sekarang. Menjemput istri.” Wuahh… kontan anak gank bujang ketawa lebar. ”Tafadholi.. tafadholi..” ”Makanye, buruan” Selosor gank bapak-bapak.

Pak Sunarjo, Istri satu dengan empat orang anak.

Pak Arif, Istri satu dengan tiga orang anak. Anak paling besar sekitar 4 tahunan.

Pak Idris, Istri satu dengan dua orang anak.

Pak Fadhli, Istri satu dengan dua orang anak. Anak paling besar juga 4 tahunan.

Pak Wayan, Istri satu dengan seorang anak. Umurnya 4 tahunan juga.

Pak Supri, Istri satu. Pasangan muda.

Pak Dwi. Istri satu. Barusan nikah langsung kusematkan kata-kata Pak, coz dah gabung ma gank Bapak-bapak.

CaPak (Calon Pak) Rofiq.

Kang Mas Eko cah solo.

Kang Mas Sofyan, mantan ketua BLM poltek UNJ. Asli kuningan Jabar.

Kang Mas Husni, pengajar di darul mubarok. Idolanya anak-anak TPA. Yang cewek tentunya.

Kang Mas Irfan. Suka sekali badminton.

Hanya Aan.

Jadi panitia lagi, sepertinya sie dokumentasi. Dulu waktu nikane Mas Gurning jadi penerima tamu. Sekarang beralih profesi jadi dokumentasi. Hmm.. kapan jadi peserta ya. Dari jaman sekolah ampek lulus kuliah panitia terus. Capek.

Sering..! kuhadirkan dikau dalam renungan

Saat kurasakan keresahan

Meniti jalan terang, jalan kehidupan

Jalan panjang menuju keridhoan

Kau ibarat purnama, di dalam gelap gulita

Kau umpama cahaya, bagi mata buta meraba

Kau selalu di hati, dalam relung sanubari

Kau utusan ilahi, pembawa warisan suci

Hingga.. mudah bagiku tentukan arah langkahku

Sucikan isi jiwaku, dari hitamnya masa lalu

Dan kini dikau tlah ada menunggu di pintu surga rahmat-Nya

Bagi segenap hambaNya yang betaqwa kepadanya

Segala puji bagimu Ya Illahi

Tuhan semesta alam

Yang Maha Penyayang

(SPers. dikau)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 29, 2009 by in [Catatan Harian] and tagged , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: