9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Ke Bogor mencari

Akhirnya. Setelah sekian lama berada di cikarang, aku bisa kerumah Bulek. Ke Cibinong, Bogor. Berangkat Sabtu (18 07 09) pulang dari lembur. Jam dua an siang temen-temen dah ngajak pulang. Wah ikut…. Kebetulan Andri Sutarman (Superman biasa aku panggil), Analis Mikro yang rumahnya Bogor pulang kampong. Jadi bisa berangkat bareng ke Bogornya. Kalo mau langsung ke Bogor dari Cikarang naik Bis AgraMas Warna Merah. Tapi hati-hati ada 2 jurusan, satu ke Tangerang satunya ke Bogor. Salah Jurusan bisa berabe jika buta Jabodetabek. Bisa muter-muter. Lah ini pas berangkat dah salah pilih Bis. Aduh… Akhire harus turun di Jati bening dulu, transit nyari yang ke Terminal Kampung rambutan, trus ganti bis lagi yang ke Bogor. Capek dech.

Nyampek juga di Barangsiang (terminal Bogor, Kenapa berenag harus siang hari ya?). Nyari mushola buat Asharan dulu. Abis itu Su’Tarman’ nganter aku ke halte tempat metromini menuju Cibinong. Dia nungguin aku ampek dapet. Kata Paklek naik yang jurusan Bogor Depok atau Bogor Rambutan. Turun di Pasar Cibinong Ramayana. Gak lama nunggu dateng juga Bogor Depok. Yupz.. aku melompat ke dalam bus sambil menyapa Su’tarman’ yang tetap di halte menunggu angkutan ke daerahnya. Katanya sich bertolak belakang dengan arahku. Ah.. aku juga gak tau pasti. Setengah jaman perjalanan menyusuri jalan-jalan di Bogor yang dah mulai gelap. Kok belum nyampek juga ya. Kata Su’tarman’ kalo dah lewat jembatan layang berarti dah kelewat. Padahal tadi, aku dah pesen ke kernet turun di pasar Cibinong. Sesekali aku tanya penumpang sampingku jarak Cibinong. Katanya masih agak jauh.

“Ramayana” terlihat jelas di samping kanan jalan. Pasti ini, aku tanya kernetnya. “Ramayana.. ramayana… Cibinong” teriak kernet. Langsung aja aku turun. Sms ke paklik. “Aku dah di depan Ramayana, sebrang jalan”. “Okey” Bales Paklik singkat. Ehm… bentar-bentar, hampir delapan tahun aku gak ketemu Paklik. Lebih malah mungkin. Wajahnya aja aku hampir lupa, kecuali suaranya yang khas. Takkan kulupa. Dan benar saja, yang nemput aku si Jeffry. Sepupuku. Baru lulus Sekolah menengah. Bersama adeknya, “Siapa namanya nich?” sapaku sambil naik ke motor. “Yona” Jawabnya termalu-malu. Aku baru nyadar. Tak pernah bertemu sekalipun. Pun sejak masih bayi. Dan sekarang Umurnya sudah 7 tahunan. Terlalu lama untuk sebuah pertemuan.
10 menit naik motor, nyampek juga di Rumah Paklik. Dan benar saja. Paklik pangkling ma aku. ”Coba mau sing mapak Paklikmu An, mesti bingung. Lha wong tak tanya inget wajahe Aan Ora. Paklikmu lali ngomonge. Mulane takkon Jeffry sing njemput” jelas Bulik padaku. Masih dengan logat Ponorogo campur Indonesia.

Bulek adalah adik kandung dari Ibuk. Sebab Ibuk anak tertua dari Almarhun Mbah Salim. Adik Ibuk ada 7. Mbah Salim punya 2 Istri. Masing-masing punya 8 anak. Jadi total 16 anaknya. Istri pertamanya di Madura, sebab Mbah Salim madura asli. Istri kedua di Ponorogo. Ibuknya Ibukku. Mamak biasa semua cucunya memanggil. Beliau juga sudah Wafat. Jadi, dari jalur Ibuk. Aku mempunyai banyak saudara. Apalagi kalau ke madura. Dari Bangkalan ampek Pamekasan ada saja. Dan semua rukun tentrem saling bantu. Guyup Rukun. Ibukku pernah tinggal di madura lama. Dia lumayan lancar berbahasa Madura. Tadi aku, Pram ma Koko. Blas ora iso.

Akhirnya semaleman ngobrol kesono kemari. Aku jadi tahu, kalo si Yona dah lancar baca Qur’an, Juz 11 kata Paklek. Malah selalu juara 1 terus dikelasnya. Si Jeffry sedang Latihan kerja di BLK. Disuruh kuliah masih ogah-ogahan. Pengen ngerasaain kerja dulu, baru kuliah. Karena dia lulusan STM, ambil Otomotif. Paklik bilang, si Jeffry sebenarnya Lolos lomba Otomotif untuk disaring ke kejuaraan se ASEAN untuk 30 besar. Tapi gagal masuk 10 besar. Tak ketinggalan Paklik menayakan satu-persatu personil keluargaku. Dan sering menyamakan aku dengan Om Samuru (Om kemat biasa) aku panggil. Adik kandung laki-laki Ibuk yang gemar. Sangat gemar bahkan untuk silaturakhim. Sejak masih bujang, pun sampai sudah punya 2 anak.

Banyak hal yang aku bisa pelajari tentang kehidupan dan menghidupi. Tentang keluarga dan mebangun keluarga. ”Kono le, omahe Paklik di foto. Engko nek bapakmu takok omahe paklik koyo opo ben ngerti” Kata paklik. Guys, inilah kebanggaan. Sebuah keluarga yang sudah mampu berdiri di kakinya. Menghidupi semua anggota keluarganya. Meneduhkan setiap orang yang Paklik lindungi. Ini bukan kesombongan. Tapi bukti nyata sebuah komitmen. Dan aku haru menfotonya. Dengan menahan nafas, mencari sudut terindah. Sebuah wujud nyata pengorbanan. Aku juga harus mampu. Dalam hati saat menahan nafas aku berkata.

Malam itu indah sekali. Ternyata hubungan darah dan keluarga mempercepat kehangatan komunikasi, apalagi dengan paklik. Dengan si kecil Yona juga cepat akrab. Meskipun baru pertama kali bertemu. Dia kuajari cara memfoto. Langsung bisa. Buat moto ini itu, tak jarang memfoto wajahnya sendiri. Capek dech.. kayak ABG aja gayanye.
Paginye, (weh.. ganti logat nich) jalan-jalan ke pemda. Melihat Pasar dadakan terpanjang, hampir 3 kilo panjangnya. Kata Paklek, pasar dadakan terpanjang di Jabodetabek. Dan sangat reme. Aku, Jeffry ma si kecil Yona jalan-jalan melihat-lihat. Kecapekkan beli maem trus pulang. Nyampek rumah, makan lagi… Yee… Yess.

Sorenya dah kurencanakan ke rumah Pak Nano. Teman seperjuangan di desa. Dah kayak saudara sendiri. Maka sekalian aku pamit. Pak Nano menjemput di depan Gang masuk, dekat kantor Pos Cibinong. Habis pamitan ma mengambil gambar beluk sekeluarga aku cabut dianter Jeffry ke depan Gang. Disana, disebrang jalan. Pak Nano melambai memanggilku. Kita bertemu dan berpelukan. Jenggotnya tambah panjang saja. Padahal dulu gak punya jenggot seingatku. Pak Nano(meskipun Cuma selisih 2 tahun diatasku aku memanggilnya Pak) sebab dia guruku dalam berkomunikasi. Dulu, aku sukar sekali ngobrol enak ma orang. Selalu kehabisan bahan pembicaraan. Garing poll. Gak ada cendaka, p;esetan, gurauan. Darinyalah aku belajar banyak. Dia humoris sekali dulu. Tapi sekarang dah gak begitu kelihatan humorisnya. Lebih berkharisma dengan jenggot berwarna kemerah-merahan. Hampirsama dengan warna rambutnya. Dulu pas dia kecil panggilanya adalah londo (belanda) karena rambutnya kemarahan.

20 menit dari Cibinong ke arah gunung putri. Melewati pintu Tol Jagorawi. Melewati Indocement. Pabrik Holcim yang Presdirnya tewas di Bom JW Marriot. Nyampek dech di daerah Jagak. Lokasi kerja, pun sekaligus dekat dengan kontrakkannya. Mampir Isya’an di Al Mujahirin. Dia tampak akrab dengan beberapa jamma’ah di Masjid itu. Ya iyalah. Hehe..

Akhirnya sampek juga di kontrakkane. Sederet kontrakkan yang kebanyakan berbahasa jawa. Gito juga ngontrak d sebelah. Gito adalah temen satu desa juga. Satu angkatan dengan Pram, adekku. Kontrakkannya tiga sekat. Sekat tengah buat tempat tidur. Disetiap ruangan dan peralatan yang ada ada tulisan bahasa arabnya. Sesuai dengan yang ditempel. Apakah itu pintu, Toilet, tempat gula, jamban, meja, almari. Wah, luar biasa. Pak Nano belajar bahasa arab. Di tempelan dindingnya juga terlihat jelas jadwal kajian. Baik itu nahwu shorof mapun bahasa arab. Untuk pemula sampai lanjut. Di mejanya juga ada setumpuk kitab. Mulai dari shahih Bukhari sampai manhaj aqidah ahlus sunnah wal jamaa’ah. Kerenn..

Yang aku salut lagi, dia masak sendiri. Jadi selama aku disana dia yang masak. Ada ricecooker, kompor, wajam. Makan malam kita dengan lalapam sawi lauk telor goreng. Tak lupa sambelnya juga ada. Meski aku gak tau pasti itu namanya sambel apa. Maklum, yang buat masih bujang. Paginya ada tambahan menu tempe goreng. Malam harinya kami banyak bercerita, bertukar berita dan kabar. Menanyakan satu sama lain. Yach.. tapi ujung-ujungnya tetep sama. Ketika ada pertanyaan ”Kapan?” semua menyummanggaaken. Hehe…

Ba’da dhuhur aku cabut balik ke Cikarang… Kota para ’budak’. Bus AgraMas dengan malas menuju ke Cikarang lagi. Membawa tubuhku menuju ke Kawasan Industri tempat aku menjadi ’budak’. Meskipun jiwa dan pikiranku masih ingin bersua dengan orang-orang yang berharga bagiku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 20, 2009 by in [Catatan Harian] and tagged , , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: