9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Semakin Dekat


Berangkat dari Cikarang Jumat sore. Nyampek rumah jam 08.00 paginya (hari sabtu) jam 10.00 langsung ke Rumah Budhe. Jadi sie dokumentasi amatir resepsi pernikahan Mbak Nana. Sepupuku. Bubakan. Dengan segala rangkain yang dari bahasanya aku tak paham. Pecah telur, basuh kaki mempelai lelaki. dll. Fiuh.

Sorenya ke Rumah Wahyu (Sohib SMA). Pak polisi jadi manten. Dapet istri Bidan. He looks great. Absolutly. “Suwun ya An, dah dateng. Reza dateng resepsi tadi pagi. Ghozali gak bisa dateng, dia lagi sakit di surabaya. Tapi Ibunya dah dateng barusan” Terang Pak Polisi singkat. Kemudian segera beranjak ke pintu keluar bergabung dengan keluarganya menyambut dan menyalami para tamu yang datang dan pulang. Ramai sekali.

Pulang dari Wahyu, mampir dulu ke masjid perempatan penekan. Lha dalah yang jadi Imam Pak Sukri. Guru Agama SMPku dulu. Abis sholat sempat bertegur sapa. Si Koko yang malah masih diingat Pak Sukri. hehe..

Malemnya, Kembali lagi ke Rumah budhe, njadomi para tamu dan pasang muka ampek larut. Finaly, pulang kerumah. Ngantuk buanget. Mak less, langsung turu.

Pagi packaging, ready back to cikarang. Dan begitulah. Semua terlewati. Singkat. Dan aku baik-baik saja.

Bagiku saat pulang itu.
“Buk, aku mbesok nek nikah gak perlu sing aneh-aneh. Gak perlu terlalu maksa. Sederhana wae. Gak peke siraman, pecah telur segala ya Buk. Diseneni Mbah Salim (Mbah Salim adalah kakekku, ayah Ibu. Seorang pegawai depag yang NU banget)”
“Buk, aku mbesok calonku bakal digolekne ustadzku. Engko nek cocok, trus ketemuan. Ketemu antar keluarga. dst pokoke koyok Pak Hidayat Nur Wahid”

Ibukku no problemo. But, I dont think so about my father. I will explain to him, later.

Semakin dekat.

One comment on “Semakin Dekat

  1. -fifin-
    August 10, 2009

    yup aku doain saudaraku supaya cepat menuju tahap yang insyaAllah lebih barokah itu.
    jadi inget pas aku jadi nganten an,
    awalnya rencananya ya begitu…
    pake siraman, ganti baju dua kali, mecah telor, yaaa…begitulah tahu kan..
    tapi alhamdulillah setelah melalui proses negosiasi yang cukup alot..
    akhirnya jadi cukup sederhana..meski masih ada sedikit yang kurang pass
    tapi gapapa lah demi nyenengin orang tua..hik hik..
    tetep semangat saudaraku..
    karena seperti kata ustad HNW
    …karena harapan itu masih ada..

    loh koq..??..!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 9, 2009 by in [Catatan Harian] and tagged , , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: