9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Sabar-Syukur (Taskiyatun Nufs)



Bersyukur dengan cara bersabar. Dan bersabar dengan cara bersyukur. Terlalu abstrak jika sekedar hanya dibaca. Pun ketika mencoba memahami tanpa menengok sejarah dan segala pernak-pernik percontohannya. Tapi 2 kalimat padat itulah point yang aku dapat saat mengikuti i’tikaf perdana di Masjid Mekar Indah.


Di Masjid Mekar Indah. Selema 10 malam terakhir menggelas i’tikaf. Tiap malam, jam 21.00 sampai jam maksimal jam 23.00 ada kajian yang diisi oleh ustadz- ustadz terkenal. Jika di surabaya mungkin selevel Ustadz Rofi’ Munawar dkk. Jam 02.30 sampai jam 04.00nya Qyamullail dengan Ustadz Mahmud al hafidz. Setidaknya ada tempat, kesempatan saat ini untuk menumpahkan kerinduan malam-malam di Masjid Mujahidin surabaya seperti dulu. Jika di Mujahidin, yang merindukan adalah Qiyanullail 2 jam setengah. Dari jam 00.00 sampai 02.30 pagi. Bersama suara merdu Ustadz Muhalimin Al Hafidz. Terkadang bergantian 4 rakaat dengan ustadz Muhammad Soleh Dherem satu paket dengan do’a qunut yang panjangnya. Dalam menyentuk. Hingga membuat jamaa’ah ekspresif.


Oke. Kita balik ke tema Bro. Malam pertama i‘tikaf bertema taskiyatun nufs. Yang ngisi materi Ustadz Taufiqurrahman., Lc. Sebelum mengatakan 2 kalimat pamungkas di awal tulisan ini. Beliau memulai dengan mengulas tentang visi dan isi syaiton di bumi. Di Surah Al A’raf Ayat 17. “Kemudian pasti aku (Iblis and the gank) akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur”.


Ayat ini merupakan rangkain dari kisah di Qur’an bagaimana pembangkanagan Iblis yang tidak meu menyembah (sebagai tanda penghormatan) kepada Adam as. Sebuah kelompok, organisasi, perusahaan atau apapun namanya. Akan mudah hancur, tercerai berai dan tak bersisa jika tidak dilandasi Visi dan Misi yang jelas. Konkret. Objektif. Applicable. Pun begitulah organisasi yang dikoordinir oleh Iblis la’natullah. Secara gamblang dia (si Iblis) menjabarkan Misi dan Visinya di ayat ini. Mari kite simak Misinya : Akan menggoda kita dari depan (melukapakan kita terhadap kematian dan akherat), dari belakang (meraup dunia untuk keturunan tapi melupakan diri sendiri untuk akherat), samping kanan kiri. Sampeyan2 bisa cari sendiri tafsirnya. Kalau bingung, tinggal seacrh di Net. Semua celah, kesempatan, sisi, lini, segi, arah, sudut pandang kita terkepung oleh misi ini. Sebuah misi yang holistik. Komprehensif. Seakan tidak ada celah untuk menghindar.


Sebuah misi yang besar, PASTI terlahir dari Visi yang luar biasa pula. Kelanjutan kalimat dari ayat ini menjelaskan Visi, Tujuan akhir dari semua misi itu. Adalah : Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. Ya. Menghindarkan kita dari bersyukur kepada Alloh. Bukan memasukkan kita ke neraka Jahanam. Di ayat selanjutnya (silakan dibaca sendiri) dipaparkan yang berhak memasukkan kita ke Neraka atau Syurga adalah Alloh semata. Nah, Iblis menciptakan penyebebnya. Penyebab kita dimasukkan Alloh ke Jahanam-Nya. Dan penyebab itu adalah menjadikan kita hamba yang kufur ni’mat.


So, jalan satu-satunya bagi kita adalah dengan cara banyak-banyak bersyukur. Nah bagaimana caranya? Yaitu dengan bersabar. Masih bingungkan? Sama. Gua juga.


Mari kita lanjut. Masih ingetkah kite kisah dalam hadist yang berkiseh : ”Suatu ketike, Rasululloh sholat malam sangat lama sekali (tentunya meminta ijin kepada neng Icha (baca Aisyah- Istilah yang dibuat Ustadznya). Hingga Aisyah mendapati kaki Rasulullah bengkak sebab lamanya beliau sholat. Kemudian Aisyah bertutur pada Rasulullah, yang dalam kalimat bebasnya. Ya Rasulullah bukankah engkau Rasull Alloh, Paling dicintai Alloh, telah terampuni semua dosa, telah PASTI masuk syurga. But, Why? Segitu – gitunye Ibadah?. Dengan ramah Rasulloh bertutur pada Istrinya yang masih belia ini. Bahwa beliau ingin menunjukkan rasa syukurnya atas semua hal yang disebutkan Aisyah tadi. Nah Lho. Khan. Wujud nyata bersyukur atas kenikatam yang diberikan Alloh adalah dengan bersyukur dengan cara bersabar dalam beribadah pun meski kaki hingga bengkak.


Untuk mendalaminya, saat sesi tanya jawab ada salah satu peserta yang bertanya. Pak Bondi namanya. Ketua team sukses Ustadz Syaibih dulu waktu nyaleg (kalah tapi). ”Uastadz, bagaimana dengan orang yang kaya raya, yang cara bersyukurnya dengan bersedah sebanyak-banyaknya saja. Kalau orang kaya bersedekah itu khan mudah. Lha iya. Dia kaya. Enak banget yak”- ini saya gubah sendiri, biar enak kayak logat bekasiannya-. Sang ustadz menuturkan, cara itu bisa. Tapi dia tidak sabar dalam bersyukur. Kurang sabar dalam bersyukur. Mencari yang paling mudah baginya. Bukankah sabar itu ada 3 macamnya, sabar dalam beribadah, sabar dalam meninggalkan maksiat, sabar saat tertimpa musibah. Nah, kallau orang kaya mah kudu sabar di 2 hal pertama ya. Seperti Rasulullah. Bersabar beribadah sampai kaki bengkak atas semua fasilitas di akherat yang telah dijanjikan Alloh. (mungkin ada yang menyeletuk, itu khan Rasull) Baiklah kita lihat Ustman bin Affan (orang terkaya dari era Rasululloh hingga eranya sendiri) akan kita dapati beliau ada;lah orang yang sangat cinta Qur’an. Sangat mencintai membaca Qur’an. Bahkan di bulan Ramadhan dikisahkan beliau bahkan dipastikan Khatam Qur’an sekali sholat malam. Belum Ibadah di siang harinya. (Mau ngomong apalagi??!!!). Keterangan tentang Ustman ini aku dapati pada kajian malam ke 22 oleh Ustad Hisbulloh Undu Al Hafidz.


Nah, untuk hal cara bersyukur dengan bersabar jelas sudah. Kalau masih gak jelas bisa ditanyakan ke Ustadznya sendiri. Hehe. Sekarang kita bahas cara bersabar itu dengan bersyukur. Usatadz Taufiqurrahman menjelaskannya dengan membuat sebuah perumpamaan.


Ada 2 anak kecil sedang belomba naik sepeda. Mereka kurang meliat kalau ada polisi tidur di depa mereka dan mereka tidak menyadarinya (kemarin baru dibikin kali, karena banyak ipin dan upin yang kayak gini ngebut-ngebutan bersepeda. Hehe). Jatuhlah mencium aspal keduanya. Berdarahlah kaki mereka. Tergoreslah tangan mereka. Nah paa malam harinya, keduanya baru aja dinasehati oleh guru TPA mereka agar selalu sabar ketika mendapat musibah. Mari kita liat ekspresi masih-masing anak dalam menerapkan ajaran sabar dari guru mereka.


Anak pertama berekspresi ”Wah, kakiku berdarah.., sabar.., sabar.., (saat dia liat tangannya juga tergores dan berdarah, bertambah terkejutlah dia). Hiakhh.. tanganku berdarah.., sabar.. ya.. sabar…”


Anak kedua juga mengalami luka yang sama. Dia berekspresi : ” Wah, kakiku berdarah.., untuk cumak berdarah doank. Masih bisa buat jalan kok (saat dia liat tangannya juga tergores dan berdarah, bertambah terkejutlah dia). Hiakhh.. tanganku berdarah juga.., tapi alhamdulillah Cuma tergores”


Lalu ada kakek2 yang lewat. Pertanyannya. Siapa yang akan dikatakan oleh sikakek anak yang Sabar. YUPZ. Pasti yang kedua. Bagaiman bisa? Karena anak yang kedua pandai bersyukur. Dan pasti anak kedualah yang akan lebih mudah bangkit dan menuju kerumah. Itulah bersabar dengan cara bersyukur.


Fiuhh.. Astaghfirulloh ya Alloh. Bgitu dalam penjelsaan ini bagiku. Bagiku yang sedang belajar menganalisa setiap do’a yang kupanjatkan. Menganalisa setiap yang kudapatklan dan kuinginkan. Jangan-jangan dibalik semua yang kita anggap sudah baik ini masih juga dimenangkan oleh muslihat dari sekian banyak permak dari misi Iblis and the gank.

Guys, bahkan kalimat pertama yang kita baca saat sholat mengajak kita untuk bersyukur.


Alhamdulillahhirrobil’alamiin…..

Arrohmanirohiim…

Maliki yaumiddiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 13, 2009 by in [Moslem Corner] and tagged , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: