9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Masih Ada



“Sxxxxxx memang bajingan ndan, ternyata diumpetin ma dia barangnya” tertulis dengan jelas sms dari Senior. (Ndan, panggilan anak-anak Petkal padaku, kepanjangan dari komandan-Lebay-). Sms itu sms kesekian setelah hampir putus asa bisa mengambil barang di LIPI setelah selesai dikalibrasi. 3 bulan mengkalibrasi. Seharusnya bisa lebih cepet asal mau menggunakan uang tambahan. Perusahaan kami juga gak keberatan dengan uang tambahan itu, tapi saat kami minta dimasukkan ke dalam penawaran kalibrasi secara tertulis. Mereka tidak bisa memasukkan ke dalam penawaran. Masuknya uang itu lain katanya. Lah, itu yang kami tidak bisa terima, sebab semua keuangan harus jelas, baru bagian finance bisa bayar.

Walhasil, sudah bisa diprediksi. Akan sangat lama dan blibet, mbulet, dibulet-buletin. Dan akhirnya setelah hancur semua jadwal kalibrasi selama 3 bulan. Kalibrator bisa kami ambil. Uda yang aku kirim untuk mengambil. Datang sampek LIPI jam 10.00an. Datang-datang dah ada ’masalah’ dengan pembayaran katanya. Pembayaran beres, katanya ada komponen alat yang masih belum ketemu. Aneh. Sebenarnya si Uda dah tau kalau dipermainkan. Lha wong di awal mau ngambil aja, tanpa malu si Sxxxxxx bilang minta uang pelicin biar barang cepet bisa keluar. Tanpa malu. ”Tugas saya hanya mengambil barang, saya tiak mengurusi masalah itu” tegas Uda. Walhasil, baru jam 14.00 barang bisa keluar. Itupun dibantuin Pak Sam. Pegawai yang lain yang baik, dia yang mengerjakan Kalibrasinya Uda juga cerita, pas dia lagi ngobrol ma satpam LIPI karena jenuh nungguin. Si Satpam bilang si Sxxxxxx memang sering minta pelicin. Maklum dia yang menerima keluar masuk barang. Ladah basah. Kata Satpamnya. Finally, kami berhasil tanpa memberi uang sepeserpun. Tidak tau tahun depan bagaimana.


Aku bisa paham kenapa terlontar kata-kata itu dari Uda. Aku juga pernah mengalaminya. Saat akan minta surat keterangan di Bangkesbang Mojokerto saat mau mengadakan Baksos di salah satu desa yang terpencil di Mojokerto. Awalnya datang kesana Andang ma Nelly. Baru mau minta surat keterangan mereka di marahi petugas sana layaknya Kakak angkatan ke adik angkatan di kala OSPEK. Mereka hanya mendengarkan saja, tidak memperdulikan sama sekali ocehannya. Kenapa tidak melawan? Meskipun sebenarnya bisa saja mereka lepas kontrol ganti mengumpatin orang itu. Sebab kami butuh surat keterangan itu. Kami butuh untuk mengikuti prosedur pemerintah. Tau kenapa mereka dimarahi, karena bukan ketua BEMnya yang datang. Hanya Ketua panitia yang meminta surat pengantar itu. Aneh. Bukankah hanya surat pengantar. Walhasil mereka balik dengan tangan kosong. Besoknya aku bolos datang ke Bangkesbang. Walah aku juga kena marah, tapi ocehannya basi. Dah terlalu sering aku dengar. Setelah capek ngomel mereka mau ngerjain suratnya. Sengaja aku tungguin. Biar cepat beres. Dapet suratnya aku disuruh menfotocopy keluar kantor. Busyet. Sial. Tapi ujung-ujungnya sama mereka tetap minta uang untuk mengganti biaya amplop, kertas, dan tenaga mereka, dll. Busyet. Kami mau Baksos (memberi dengan gratis) ke daerah mereka. Bukankah kami justru yang akan membantu mereka. Membantu masyarakat mereka. Kok masih dipersulit. Dibuletin. Mbuletisasi.





Aku benar-benar dongkol, kenapa juga masih banyak PNS model begituan. Menjual harga diri sedemikian rendahnya. Sangat rendah. Aku yakin masih banyak yang sehat. Sangat yakin. Moga kawan-kawan PNS yang menjaga kehormatannya akan selalu tegar.

One comment on “Masih Ada

  1. Budi Setyawan
    December 1, 2009

    pak, foto q kok dipamapamg neng kene… ngko nek akeh sing nakokne piye nuw…. hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 28, 2009 by in [Catatan Harian], [Opini] [Reportase] [Analogi] and tagged , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: