9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Go a Head


Senin, 26 Jul 2010
Tak dinyana bisa. Siapa sangka sekarang dah nyampek kost (jam 7 pagi tepat, tanggal 26 Jul 2010). Masih teringat jelas jam 8 malam (tanggal 25 Jul 2010) baru saja duduk naik kereta Argo Dwipangga (Kakanya Kamandanu) dari Balapan Solo. Bisa naik Argo Dwipangga jam 8 adalah sebuah perjuangan, sekaligus kenikmatan, bercampur dengan kepuasan nostalgila. Kenapa? Sebab seharusnya aku naik Senja Utama Solo jam 6 sorenya. Datang di Balapan telat 5 menit dari jadwal, kereta sudah berangkat. Mati aku(ekspresiku saat itu), bagaimana tidak! esok paginya harus masuk kerja jam 8 seperti biasa. Sesuai janjiku pada managerku di e-mail. “Bu, jum’at saya iji masuk jam 7 pagi sehingga bisa pulang jam 15.30. Mau ngejar kereta ke Surabaya di Jatinegara”. “Please, Go ahead An” Mantabz benar jawaban beliau.

Minggu, 25 Jul 2010
“Ketinggalan kereta Mas?” sapa satpam penjaga, “Silakan masuk sini!” sambil menunjukkan sebuah ruangan reservasi. Begitu aku masuk, ada 1 orang Mas gendut dan 2 Mbak masih muda. “Mas, ketinggalan kereta neh aku” (Sambil garuk2 kelapa). “Lah kok bisa itu lho, mana karcisnya?” sambil membaca dengan teliti karcisku dia bilang, “Wah, susah ini mas. Kalau sampeyan belinya di Balapan aku bisa bantu, ini sampeyan beli karcisnya di Jatinegara ya?” “Hooh, lha pripun lho Mas, aku sesuak isuk mlebu kerjo e Mas. Tulung poo Mas.” Melasku. “Argo Dwipangga sek eneng kursi kosng gak Mas? Gak popo wez nambah mbayar!” Pintaku berharap. Sambil melihat-lihat ke layar monitornya, si Mas endut sesaat kemudian berkata, “Ya, dah kali ini aku tolong, ada nich tapi nambah kekurangannya. Karena sampeyan kereta Bisnis pindah ke Executive. Kuranya tiket sampeyan 150rb, mau?” “MAU” jawabku mantabz. Administrasi diurusin Man endut. Sesaat kemudian ia menyerahkan 4 surat tanda bukti pengalihan plus suret keterangan ketinggalan kereta. “Yosh, terselamatkan”

Setengah tujuh malem selesai ngurus ini itu. Selesai dengan Mas endut aku menuju Mobil Panther Merah. “ Yok opo Pakdhe?” tanya Andang ma Hafidz (Adek angkatan 05 yang punya mobil sekaligus jadi sopir dari karang anyar ke solo balapan). “Bener katamu Fidz, semua dah diatur ma Gusti Alloh. Hehehe.. aku dapat tiket balik ke Jakarta tar jam 8. So, kita wisata kuliner dulu Yuk!!” Kataku bersemangat. “Siap!” jawab Hafidz semantab diriku. Ke Bebek Goreng Pak Slamet yang terkenal di Solo kita Kuliner. Bebek slamet terkenal karena semua karyawannya di naikkan haji bagi setiap tahunnya bagi yang belum berhaji. Mantabzzz…. Hehmm nyamy, bener2 empuk, bumbunya meresap ke dalam. Kami bertiga larut dalam kenikmatan makan Bebek Pak Slamet. Ahhh.. Kenyang. Es beras kencur sampek aku habis 2 gelas. Gak kuat berdiri neh.

“Ayo, buruan. Ketinggalan kereta lagi gak jadi ke Jakarta tar” kataku mengingatkan. “Hahaha..” Semua tertawa. Pak Sopir (Hafidz) dengan sigap mengantarku kembali ke Balapan untuk kedua kalinya. Setelah pengantaran yang pertama gagal tepat waktu. Hehehe.. Kalau kata Andang, “Woalah Pakdhe2, pengen wisata kuliner ae kok ndadak disengaja telat naik kereta” “Asem” kataku sambil nonjok dia. Bagaimana gak telat, ceritanya begini. Paginya dah janjian mau ke resepsi nikahannya Toinx di Karang anyar. Jam setengah 2 ketemu di Terminal Maospati. Seperti biasa, ngaret. Baru berangkat jam 2an siang dari maospati. Perkiraan naik bis 2 jam sampek palur meleset. Nyampek palur jam 4.30 sore. Nunggu jemputan Hafidz sampek jam 5an sore. Nyampek rumah toinx jam 5.15. Makan kue, nasi, sop,terakhir es krim. Pas mau makan es krim ngeliat jam dah 5.30, ya dah langsung ngacir. Es krim kita makan di Mobil. (Jadwal erangkat kereta jam 6.00 maghrib). Hafidz dah berusaha maksimal, hanya terlambat 5 ,menit. Tapi dasar kereta tak berperasaan, cuek aja dia berlalu ke Jakarta meninggalkanku di Balapan. Dari sini bermulalah kulinernya. Hahaha..

Sabtu, 24 Jul 2010
Aku nyampek surabaya (Pasar Turi) naik Gumarang jam 07.10 pagi (Sabtu, 24 Jul 2010), dari Jati negara jam 6 sore, hari sebelumnya (12 jam perjalanan, dah biasa). Fai dah nengkreng di atas Megapronya. “Langsung cabut tum, wez dienteni arek2”. “Yoi”. Helm kupakai dan Fai langsung kesetanan naik motor. “Kerumahku dulu ya tum, kon adus2 disik” “Yoi”. Aku Cuma yoi yoi aja, sambil berdoa nyampek rumahnya Fai selamet. 15 menit kemudian nyampek di rumah tingkat dengan 2 mobil di halamnnya, dan 4 motor di dalam rumahnya. “Mi, boz Jakarta teko ki lo Mi” teriak Fai (aku kurang bisa membedakan mana teriakan mana perkataan biasa, hehehe). “Lho iyo ta? Endi Arek e?” timpal Maminya Fai. Walah jadi panjang ntar kalau ditanggap. “Aku mandi dulu ya Mi?” Langsung ngacir ke lantai 2 masuk kamar mandi dan mandi. Selamatlah aku. Seger bener. Dah gak terhitung, berpakali kami bersua besama, berjibaku di lantai 2 ini. Bertengkar, bercanda, melepas lelah, penat, meleopas kerinduan pada pada surabaya dan orang2nya. “Piye rencanane hari ini Zal?”

To be continued

One comment on “Go a Head

  1. the sciencetist
    November 5, 2010

    Ya,.. pie iiki, malah langsung kuliner,.. mantaps GAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 8, 2010 by in [Catatan Harian].

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: