9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Adekku Nikah (Part I)


Sebelum hilang, terbang terbawa angin menjelma menjadi debu-debu yang tak bernyawa tak bersuara.

6 dan 12 Februari, aku harus pulang. Adekku, Prambudi Andi Rama menikah. 6 Januari acara akad nikah plus resepsi di Gresik. 12 Februari temu manten di Magetan.

Planing sebagai berikut, maklum bagi aku yang belum dapet cuti :

Buat tanggal 6,

1. Beli tiket kereta untuk tanggal 5 pagi (sabtu), nitip thoyib. Dengan prediksi jum’at masuk shift 2.

2. Nitip tiket kereta balik ke jakarta ke Andang buat tanggal 6 sore, Gumarang. Aku ambil tiketnya sabtu malam begitu nyampek sby, mampir karmen bentar.

3. Nyampek Sby Sabtu malam, tidur koste Nggoprus (Pram), pagi ke Gresik boncengan motor, ke rumah e Mbak Rni di Kebo Mas (Mbak Rini sekeluarga, Mas Totok sekeluarga, Mas Agus sekeluarga adalah famili di gresik yang akan jadi pendamping calon pengantin. Kalau diitung itung dari 3 keluarga ini 2 mobil).

4. Nah dari rumah e Mbak Rini nanti kita berangkat ke Rumah Wahyul (Calon adek perempuanku) di gresik daerah Bungah, sekitar setengah jam dari Rumah e Mbak Rini.

5. Di tol, kita akan bertemu dengan rombongan dari Magetan (1 bis, 3 mobil), dan rombongan Ponorogo (1 minibus). Silakan di total sendiri kira kira yang ikut mengiring manten berapa orang. Hehehehe…

6. Akad nikah jam 10, resepsi nikah sampai jam 12an siang. Balik ke sby, langsung ke pasar turi. Balik deh ke Jakarta. Senin masuk shift 2. Aman. Safe. Tidak perlu ambil cuti.

Buat tanggal 12,

1. Begitu nyampek Jatinegara tanggal 7 pagi langsung antri tiket di reservasi, nyari tiket yang ke solo. Enak, dekat jalur bis, dan angkutan 24 jam.

2. Untuk baliknya kapan? Mau ijin Boz dulu, utang cuti tanggal 14 Feb, masuk kerja 16 Feb. Mantabz dah. Libur 4 hari. Tapi ijinnya nunggu Habis audit ISO (tanggal 9-10 Feb). Sambil berharap cemas semoga Audit berjalan sukses, Boz lagi seneng, bilang dech mau utang cuti. Pasti (berharap) diijinkan. Hehehe.

3. Tiket balik? Nunggu keputusan Boz, tar tinggal telpon ibuk buat pesenin Bus Harapan Jaya. Yupiiiiiiiii 4 hari di rumah.

No Plan B!

Rencana adalah perdiksi manusia, ruang leluasa untuk berkreasi. Sama seperti saat kita naik kereta api. Kita bebas berpindah dari satu gerbong ke gerbong yang lain, tapi tak bisa berpindah dari jalur rel yang ada. Kereta akan tetap melaju menuju stasiun yang dituju.

Hasil dari rencana untuk:

Tanggal 6,

1. Done, tiket sudah dibeliin thoyib, tinggal ngambil malam senin (31 Jan?)sambil pulang dari Cikarang. Naik Argo Anggrek (satu2 kereta sabtu pagi yang ke sby, berangkat jam 9 kata Ottoy). Malam Senin mampir ke Ottoy, bayar tiket masukkan ke dompet tiketnya. Safe.

2. Done, tiket buat tanggal 6 sore dah dibeliin andang, tinggal diambil entar pas mau pulang. Hahaha.. enaknya kalau punya temen2 yang baik. Hehehe. Untuk rencana tanggal 6 harus berjalan lancar, melenceng sedikit saja bisa berabe, karena semua waktunya penting, tak ada spare waktu. Salah sedikit bisa kehilangan moment penting.

3. Berangkatlah aku dari kost (tanggal 5), jam 8 pagi menuju Jatinegara. Sampai jatinegara jam kurang seperempat. Makan dulu di nasi padang deket stasiun, biar hemat. Kalau dikereta mahal. Selesai makan jam 9, pas. Masuklah aku ke dalam stasiun, menunjukkan tiket kereta. Petugasnya berceletuk, “Mas, Argo Anggrek gak berhenti di Jatinegara”. “Hahhhhh” kaget aku. Aku baca lagi tiketnya, kali ini dengan lebih detail, sangat detail. Jiahhhhhhh. Ada stempel di sisi pinggir kiri. “Berangkat dari Gambir”. Maspus dah gua. Bodoh. Serta merta satpam penjaga pintu membawaku ke kantor stasiun yang ada di antara Ruang tunggu di jalur rel kereta. Diperaslah aku disana, “Keretanya tidak berhenti disini Mas, tapi kalau mas mau naik lewat sini saya bisa membantu, namun ada biaya administrasi 50%. Tapi kalau mas mau ke Gambir silakan, tapi mungkin keretanya sudah berangkat.” Katanya mbak penjagnya (kayaknya dah bersuami). “Kalau masnya setuju, saya akan hubungi atasan saya”, sesaat kemudian dia menelpon seseorang. “Gimana mas? Mau. Bentar lagi keretanya berangkat, saya harus menghubungi stasiun gambir jika jadi” desak mbaknya. “Ini atasan saya jika mau bicara langsung” dia menyodorkan telpon ke aku. Agak ragu aku angkat telpon itu, kudengar sesorang berbicara persis seperti yang dikatan Mbaknya tadi. Aku tawar harga 50%nya, bapaknya kekeuh gak mau ditawar. Aku putuskan, ambil. Fiuhhh. “Aku ambil uang ke ATM dulu ya Mbak”.

Aku dongkol, buenci. Merasa dimanfaatkan dalam kondisi tidak berdaya. Aku diperas tanpa diberi kesempatan menghindar. Arghhhh, I hate people with uniform (pinjem istilahe kentung) for now. Dan benar, dengantambah 50% bisa menghentikan kereta Argo Anggrek. Bayangkan jika ada 10 orang tiap hari yang bodohnya seperti aku. Wah, uang halal ta haram itu?

Segera lupakan dan nikmati perjalanan, di kereta kali ini aku bersanding dengan pensiunan veteran AL yang dulu pernah ikut ke Tim Tim, juga pernah ke jerman untuk pembelian kapal perang. Dia banyak bercerita tentang jerman, ttg perkereta apian jerman yang hebat, teratur. Sistem kelolo dan budaya disiplin dan antri orang orang jerman yang hebat. Hingga tempat membeli barang barang murah berkualitas di jerman. “Kalau di jerman, Orang maduranya jerman itu orang turki. Kalau mau barang bekas tapi murah ke komunitas orang orang turki” aku geli aja mendengarnya. Aku menikmati perbincangan kami. Sesekali membandingkan dengan tata kereta api indonesia dengan semua kebejatan para petugasnya. Huhfft.

Bapak tadi juga menceritakan cara petugas kereta api mencari ceperan (uang tambahan). Pertama petugas tiket, dia dapet ceperan kayak kejadanku tadi. Trus menampung orang di Ruang restorasi. Kedua, kondektur. Dia dapet ceperan dari orang-orang yang dinaikkan tapi tidak didalam gerbong melainkan di antara gabunagna berbong. Tinggal dihitung aja taruhlah satu rang 10 s/d 20 rb, hingga dari orang2 yang gak bawa tiket tapi ngasih uang tempel. Weleh. Kalau masinis ada lagi, yang ini lebih unik. Kepala kereta itu khan panjang, nah ruang disana bisa diisi penumpang, tinggal dihitung aja berapa orang yang bisa ditampung. Belum lagi kalau kepala kereta yang bolak balik, lebih banyak ruang lagi disana. Tutur bapak veteran ini panjang lebar. Dia tau banyak karena dia pernah mengalami semua itu. Mulai dari tempel sampai ikut di kepala kereta. Hahaha.. mantabz dah. Semakin dongkol aja kalau inget kejadian berangkat tadi.

Kereta melaju pada jalurnya, memberi pemandangan yang berjuta warna setiap centimeternya. Saat melongok jendela, kutemui ribuan manusia dengan segala aktifitasnya. Melihat itu serasa kita berada di akurium berjalam. Memandang didalam ruangan yang sama dan melihat keluar yang berbeda.

Sampai surabaya jam 9 malam, terlambat 2 jam dari jadwal yang ada. As usual kereta dan jadwal indonesia. Aku pikir2 lagi, apa karena aku tadi minta berhenti dijatinegara yang kurang dai 30 detik? Ahh mungkin taua memang karena tadi sering2 berhenti di tengah sawah saling tunggu satu kereta dengan kerat yang lain. Apapun itu. Jadi teringat salah satu temenku yang anaknya pegawai KA, dia selalu menghentukan kereta api di stasiun bekasi (padahal bukan tempat berhenti), tanpa bayar 50% dan tiketnya dapet potongan besar.

Nggoprus dah menunggu di depan Pasar Turi dengan Supra Xnya. Kamipun melaju ke kostnya Pram. Makan, mandi ngobrol kesan kemari sebentar. Tedung deh.

“tok tok tok, mas ayo subuhan.. “adekku mbangunin aku mengajak ke mesjid. Sayup sayup terdengar suara Adzan. Surabaya dingin kalau subuh gini, masih sama saat terakhir 2 tahunan yang lalu. Nostalgic.

Pram terlihat lebih dewasa, tidak selugu yang dulu aku tau. Lebih terlihat tegar, mandiri. Aku suka melihatnya.

Habis subuh, membantu membungkus kado pernikahannya, pigora photo yang didalamnya diiisi uang kertas dan koin yang dibentuk sepasang pengantin yang menuntun sepeda pancal. Lucu. Hehehe..

Jam 5 pagi pagi kami boncengan berangkat ke Kebo Mas, perumahan Giri Asri dekat makan sunan giri. Rumah Mbak Rini. Sekitar 1 jam perjalanan. Melewati jalan yang sama, yang biasanya dulu aku tempuh saat mengadakan kegiatan ke arah Bojonegoro. Nostalgic, again.

Dan semua berlalu dengan cepat, Sampai juga di Mbak Rini. Semua dah siap disana. Memang sudah dipersiapkan semuanya. Kami datang, makan ngobrol kesana kemari. Nggojlokin Nggoprus yang keringetan. Hahaha…. Ilove this family so much.

4. Jam 9 kita berangkat menuju Tol tempat janjian dengan mobil dari magetan dan ponorogo. Dan benar, begitu masuk tol kiat bertemu. Busyet, ini mau ngiring manten atau demonstarsi. Hehehe.. Katanya Cuma ngajak beberapa familiy ma tetangga. Dan perwakilan familiy dan tetangga adalah sebanyak ini. Hehehehe..

5. 1 Bus, 3 mobil, 1 minimus bertemu dengan 2 mobil menuju ke desa Bungah Mojopuro Gresik. Walah ternyata masih masuk jauh desa Bungah itu, melewati tempat Baksos profesi dulu. Pak lurah ikut serta dalam rombongan, serta mantan lurah juga ikut. Maklum mereka temen2 bapakku. Dan sungkan mungkin ama Mbak Guru yang ikut dalam rombongan.

6. Acara berjalan singkat padat mantabz. Pengucapan akad nikah menggunakan bahasa arab, dan kudengar jelas serta mantabz Pram mengucapkannya dengan lancar, disambut doa seisi ruangan yang mengamini. Allohuakbar. Dua anak manusia menggenapkan setengah agamnya. Kini semua pahala utuh sudah.

Satu persatu acara berlalu dengan tradisi dan kesepakatan yang dibuat manusia. Ingin memperindah acara sakral dan membuat kenangan tak terlupakan pada setiap momentnya.

Bagiku, aku memiliki adek perempuan yang dari kecil aku inginkan belum terlaksana, sekarang terlaksana. Namanya Wahyul Anis, istri Prambudi Andi Rama.

To be continue.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 25, 2011 by in [Perjalanan Hidup] and tagged , , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: