9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Adekku Nikah (Part III Habis)


Dengan prinsip Lebih cepat lebi baik, lanjutkan perubahan yang pro rakyat. Bersatu itu indah : )

Jum’at sore, dengan tubuh seadanya aku pulang naik bangun karta. Menuju madiun. Jujur aku sudah lupa stasiun madiun. Ntar dari sana naik apa. Kebetulan si Andang pulkam pengen dateng ke nikahannya adekku.

Aku smslah andang buat njemput di stasiun. Hehehe.., minjem istilahnya faizal. Aku bukan orang hebat, tapi punya teman teman yang hebat, salah stunya Andang. Yupz. Done. Andang mengiyakan.

Jadwal kedatangan kereta di Madiun harusnya jam setengah 3 pagi. Tapi kereta tuelat 2 jam. Busyet dah. Baru nyadar juga, perasaan tadi berangkat dari jatinegara keretanya maju, eh ini dateng di madiun parkirnya mundur. Usut di usut, ternyata ada kerusakan rel, sehingga jalurnya diputar lebih jauh. Dan tak ada pemberitahuan sebelumnya. Pantesan kakek2 sampingku ngedumel. Tapi ngedumelnya salah sasaran kayak e, dia negdumel ke tukang reservasi makanan. Hahaahha..

……………

Sedikit mau cerita perbedaan naik kereta ekonomi, bisnis, ama eksekutif.

Kereta ekonomi, pembelian tiket bisa sesaat sebelum kereta berangkat. Tak ada aturan tempat duduk milik siapa, siapa yang datang dulu dapet tempat duduk, yang terakhir mungkin bisa sampai di corridor corridor. Semua pengamen, penjual jajan dan pernak pernih bisa masuk dengan bebas ke gerbong. Lebih sering berhenti disepanjang stasiun yang dilewati. Harga tiketnya sangat murah. Bisa setengah lebih tiket bisnis. Nah, yang ingin aku garis bawahi. Dikereta ekonomi toiletnya puaah gak karuan. Air tak terjamin kebersihannya, bahkan tak ada air. Jadi buat wudu susah. So, hampir sepanjang perjalanan, jika kita melakukan perjaanan jauh tak kita temui orang yang tayamum dan sholat di kereta. Kalau kita sholat di kereta, bakal diliatin banyak orang. Hal yang aneh dan tabu. Tapi disini justru ladang bagi bagi ilmu dan mengkikis ketabuan yang tak berasalasn tanpa dasar ilmu.

Kereta bisnis, tiket sudah melalui reservasi, tetep bisa melayani pada hari H, jika beruntung masih ada tempat duduk yang kosong. Atau ke calo kalau pas libur agak panjang kalau dateng hari H nhyari tiket. Jatah tempat duduk sudah diatur sedemikian rupa. Jadi tiap orang duduk sesuai lokasi tempat duduk. Namun masih ada kemungkinan (kalau pas libur panjang) banyak penumpang yang tetap ditampung masuk meski jatah kursi sudah habis. Mereka biasanya bawa tikar or koran. Tidur atau duduk di corridor gerbong atau celah2 tempat duduk. Hanya penjual yang boleh masuk kereta, itupun pas berhenti di stasiun. Pengamen dan pengemis tak boleh masuk. Pemberhentian kereta lebih sedikit dari kereta ekonomi. Jadi jarang berhenti, kecuali ada persimpangan (lah kadang sering berhenti gara gara ngalan ma container). Harga tiket mulai 2 kali hingga 3 or 4 kali tiket ekonomi. Nah, anda adalah orang yang beruntung jika mendapati ada orang yang sholat juga saat perjalanan panjang. Dan itu enyenangkan. Di kerata bisnis, kalau kiat sholat sudah bukan hal tabu meskipun jarang ada orang yang melakukannya. Toilet bau pesing, tapi air pasti ada. Aku tetep milih tayamum kalau di kereta bisnis. Anda lebih merasa nyaman kalau sholat di kereta bisnis dibanding ekonomi.

Kereta eksekutif, tiket pasti lewat reservasi. Jangan ambil resiko beli tiket dadakan, kalau gak mau bertemu calo. Calo itu biasanya orang orang yang pembawa barang2 di kereta. So kalau laki keadaan darurat pas Hari H, butuh tiket kehabisan. Tanya aja pembawa barang itu, kemungkinan besar dapet. Tapi harga dinaikkan sesuai ramai tidaknya kereta. Tempat duduk sudah pasti jelas. Gak ada penumpang tambahan (seharusnya) yang tak dapat tempat duduk. Semua pengamen, pengemis, penjual gak boleh masuk. Makanan dan minimuam sangat aktif dijajakan oleh petugas reservasi. Hampir mirip kayak di pesawat, ada yang menawarkan mainan kereta dan pernah pernik. Lebih sedikit berhenti di stasiun stasiun, atau minimal sama dengan kereta bisnis. Tiket 150%-200% tiket bisnis. Nah, bukan hal yang langka untuk kita temui orang orang yang sholat tepat waktu sepanjang perjalanan. Anda sholatpun juga bukan hal yang aneh. Semuanya dah maklum dan terbasa dengan hal itu. Tolilet lumayanbersih, tapikalau dah mendeketai setengah perjalanan terakhir aku milih tayamum. Oiya, sesekali jalan jalanlah ke r rservasi makan disana. Lebih rame, hehehe, kayak di warteg. Di gerbong reservasi biasanya jugaa da R. Sholatnya tanya aja pada petugasnya.

………………

Nyampek madiun jam 5an pagi. Andang dah siap di depan stasiun. Planningnya, ke rumah andang. Makan pecel, istirahat bentar, ngobrol ngobrol cabut ke magetan bareng (aku bingung, kayak e lebih tepat andang mengantar aku. Heheheeh).

Persis setengah jam sebelum acara aku dah nyampek rumah. Mandi, pakai baju langsung riweh mondar mandir kesana kemari, ngurusi ini itu, mbantu ini itu, photo photo, mengatur familiy dll dll. Hingga waktu cepat berlalu selesai sudah acara temu manten. Singkat padat. Seperti itulah adatnya. Tamu total sekitar 700. Yang diundang hanya 300. 700 itu kebanyakan family sendiri.

Kata bapak, “Iki ki bapak ora undang undang lho an, wong wong ki bodo teko dewe, kowe mbesok khan undang undang dadi koyo opo yo?” hahahaha……..

…………. meneng ae aku wez

Aku anak pertama, laki laki. Keluargaku besarku masih kentel megang adat istiadat jawa. Aku gak paham apa, tapi katanya kalau aku bkal di bubak, opo kuwi aku yo ra mudeng. Tapi aku pengen yang islami2 aja, tanpa menyakiti orang tuaku. Sedikitpun. Secuilpun.

…………….

Malam harinya, aku, koko, ama ibuk bikin tenda dum di depan rumah. 3 malam berikutnya kita tidur di tenda. Hahahaha. Gak penting. Tapi lucu, nginetin dulu pas SMA sering kemah. Hahaha.. nostalgic.

………… Hari minggunya ada ketemuan almageti foundation.

Makan di dapur desa, yang mbayarin raja minyak dari njetak. Setyo Purwanto. Arek LUEMUUUUU rek saiki. Pangkling babar pisan. Ketemu terakhir adalah 2 atau 3 tahun yang lalu. Kita ngacor ke sana kemari wez akhire. Aku, Setyo, Ottoy, Aa Gy. Gank dulu SMA. Hahaha… Banyak cerita tentang liku2 dan perjungan hidup. Bentar lagi Setyo jadi Abi. Keren. Aku bangga, sekaligus iri untuk segera mengikuti jejaknya. : )

……….. semuanya indah, 4 hari itu sangat indah.

Memohon kepada Alloh dikaruniai keindahan dunia akherat : )

3 comments on “Adekku Nikah (Part III Habis)

  1. say_smile
    April 22, 2011

    assalamu'alaikum mas aan
    pripun kabare ?
    pertama aku denger nikahan neng keluarga p.wandi, tak kiro sampeyan lho…..ternyata mas pram. he…he…
    saiki wis sukses lali karo marid TPA biyen…ya to..?
    salam buat m.pram semoga jd keluarga barokah mawadah wa rohmah.

  2. 9ethuk
    April 22, 2011

    Wah sopo iki? say smile? Lali? ora ah mosok aku lali. Lha nek kowe nganggo jenebg say smile aku yo ra mudeng. hehehhe…

    Amin, thank doanya. Tar aku sampein.

  3. Anonymous
    July 26, 2011

    Bagian lemunya mbok ojo gedi2 to mas, hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 15, 2011 by in [Perjalanan Hidup] and tagged , , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: