9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Nada Dasar


Jika kau mulai nada dasarmu,
Maka langitpun mulai bernyanyi.
Dan setiap burung yang melintas,
Berhenti untuk mendengarkan iramamu hingga tuntas.

…Nun, dari jauh,
bergoyang semua daun di pucuk pucuk pohon.

teruslah bernyanyi, dan biarkan aku terbawa dalam mimpi.

Hingga esok pagi,
kutemui mentari dengan semangat tinggi.

Hehmm, ini sajak multitafsir. Semua orang bisa menafsirkan sesuai kondisi masing masing.


Seperti,

Pertama, bagi para pekerja, karyawan, buruh kayak aku. Jika boz sudah memulai dengan nada dasar saat menuntut kita. Maka seluruh suasana tempat kerja seakan mengiyakan nada dasat tsb dan meneruskannya ke celah celah terkecil dibalik dinding. Setiap orang yang melintas dan mengetahui syair lagu yang sedang dinyanyikan boz maka akan mencari tau hingga nada terendah yang susah didengar sekalipun. Bahkan, orang yang tak ada hubungannya dengan ngayian ini akan ikut enikmati iramanya. Seakan bergoyang mengikuti nada nada lagu yang naik turun menaiki dan menuruni anak tangganya. Saat seperti itu, aku memilih untuk diam, dan segera tidur menikmati malamku. Dan esok pagi, aku buka laguku sendiri dengan senyum merekah secerah mentari.

Kedua, bagi para suami. Jika istri sudah memulai nada dasarnya, maka suasana seisi rumah akan mengikuti setiap kata dan nada dasar yang terucap. Setiap anggota keluarga yang mendengar nada dasar ini akan melanjutkan lantunannya, mengikuti iramanya. Atau mungkin ada yang terdiam menikmati dan mendengarkan secara seksama. Mungkin takut jika ikut bernyanyi akan tidak bisa menyesuaikan dengan nada dan notasi yang telah berjalan. Tapi semua yang mendengarkan ingin segera lagu ini selesai. Nah, para tetangga or familiy yang tau nada dasar ini akan ikut berjoget mengikuti iramanya, seakan menikmati setiap nada tinggi yang terdengar, dan mengajak serta daun daun yang lain untuk mendengarkan atau memutar ulang lagu ini. Saat seperti itu, jika aku menjadi suami. Akan memilih untuk diam, memakai earphone mendengarkan laguku sendiri. Hingga esok pagi, kuliat wajah istriku telah cerah kembali bak mentari.

Ketiga, Bagi para pelajar, penuntut ilmu. Jika guru sudah mentukan batas nilai yang harus dicapai, telah menentukan target dan semua tugas tugas yang harus terselesaikan. Maka yakinlah, bahwa semua suasana kelas dan sekolah telah membentuk iramanya untuk menyokongmu menuntaskan nada dasar yang telah ditetapkan. Dan yakinlah, semua sahabat2mu, kawanku, gurumu, orang tuamu, saudaramu telah menyiapkan semua alat musik untuk membentuk lagu yang terindah hingga penghujung lagu selesai dinyayikan. Bahkan, orang orang yang tak kita kenal akan ikut membantu kita minimal dengan doa agar kita menyelesaikan hingga akhir lagu. Dan menyanyikan lagu yang terindah yang pernh kita buat. Saat seperti itu, aku ingin sekali menikmatiu lagu itu semalam suntuk, hingga pagi. Dan bangun dengan semangat membara melakukan aktifitas dan laguku sendiri.

Keempat, bagi para pecinta organisasi, partai dll. Ketika orang diluar organisasi kita sudah menyanyikan nada dasar mereka. Maka semua langit seakan akan mengiyakannya. Setiap burung yang mendengar nada dasar itu akan berhenti terbang, mendengarkan bait demi bait lagu yang dinyanyikannya. Ada yang ikut irama, diam saja, atau bahkan pergi berlalu melanjutkan aktifitasnya tanpa perduli. Maka, jika setiap daun yang ada di bumi sudah mendengar nada dasar dan lagu ini. Mereka berjoget riang seakan menertawakan dan berpesta merayakan kesuksesan dari nada dasar tsb. Dalam hal ini, aku saat ini lebih memilih untuk diam dan kembali memasang earphoneku. Mendengarkan lagu2 masa lalu yang kurindu setiap waktu. Dan hingga lagu mereka telah usai, aku masih seperti dulu, bersemangat dan tetap melihat mentari yang bersinar indah seperti dulu.

…………….. Silakan bagi yang memiliki arti sendiri dari beberapa bait sajak ini.

7 comments on “Nada Dasar

  1. ummahat jogja
    April 6, 2011

    terkadang seorang istri juga butuh nada dasar dari suami. bagi ane istri bukanlah konduktor yang bisa sekenanya menentukan nada dasar.

  2. fifin
    April 6, 2011

    tulisan yang membutuhkan waktu sejenak untuk memahami maksudnya.
    tapi sati yang membuat aku tetap bingung adalah apa hubungannya 'nada dasar' dengan foto pramuka waktu SMU itu an? ha ha…

  3. 9ethuk
    April 6, 2011

    ummahat jogjam thak dah berkunjung, salam kenal.

    Pak Fin, Lha yo kuwi aku yo bingung. Hahaha..

  4. ummahat jogja
    April 7, 2011

    salam kenal juga….( wong udah kenal dari sma pake salam kenal segala he he)

  5. 9ethuk
    April 10, 2011

    leh?! he he

  6. fifin
    April 11, 2011

    ummahat jogja yang kita kenal ya ukhti novita An, siapa lagi. ^_^

  7. 9ethuk
    April 17, 2011

    Oalahhh kowe ta nov. hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 24, 2011 by in [Opini] [Reportase] [Analogi], [Sastra] and tagged , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: