9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Kayuh sepedamu, Lajukan semangatmu


Malam minggu, jam 20.00 kulaju motor grandku ke Bekasi. Kost Ottoy. Karena minggu pagi jam 7.00 adalah waktu yang disepakati untuk kumpul di Daarul Mubarok. Rihlah.

Busyet!! Macet gak karuan, berangkat jam 20.00 baru nyampek kost thoyib jam 22.00. Biasanya hanya butuh waktu 45menit s/d 1 jam thok. Malam itu butuh 2 jam. Cisalak Jakarta via Cawang-Kalimalang. Tak apa apa, demi Rihlah.

Nyampek di Ottoy seperti biasa, ngobrol baca komik ad larut. Tidur.

Pagi pagi, disemangati sms dari ust, “Kalau rihlah, jalan-jalan, senang senang saja tidak berangkat, apalagi berangkat jihad. Ayo, kayuh sepedamuj, lajukan semangatmu”

Yosh!! Jam 06.00 berangkat dari Ottoy. Kali ini tidak bersama sijabrik (grand astreaku), tapi pinjem Jupiter Mxnya Ottoy. Knp? Kasihan si Jabrik. Perjalanan jauh ke karawang. Tar ketinggalan jauh dari temen2nya bisa kehilangan kontrol diri. Ngambek ditengah jalan bisa berabe. Dengan terpaksa aku parkirkan di kost Ottoy.

Sesaat sebelum berangkat dari bekasi, aku sms Pjnya, “Aku ikut ya, lagi otw. Jangan ditinggal”. Ku kayuh sepedaku, kulajukan semangatku. Maklum rihlah terakhir adalah ke pantai di kerawang tahun lalu, setelah itu belum lagi. Kangen. Tujuan kali ini adalah Curug Cigentis Karawang, Desa Mekar Buana Kecamatan Pangkalan, Kabupaten daerah Tingkat II Karawang.

Jika malam minggunya menyusuri kalimalang sepanjang Cawang-Bekasi. Pagi paginya kususuri kali malang lagi, Bekasi-Cikarang. Sepanjang kali malang Cawang-Cikarang. Masih saja sama seprti dulu, 2 tahu yang lalu, saat pertama kali menginjakkan kaki di Cikarang. Hanya satu yang berubah, pada satu sisi sungai yang dulu belum ada pembangunan, saat ini sudah mulai dibuat jalan untuk jalur bus transjakarta. Arek arek Jakarte biasa menyebut Busway. Hehehe.

Nyampek cikarang aku mampir warteg langganan dibelakang Ferron. Aweteg langganan makan pagi dulu. Knp? Rasanya cocok, murah. Hahaha. Sekalian mampir Warung padang, bungkus nasi buat ntar siang. Coz, semua yang ikut Rihlah kudu bawa bekal nasi sendiri buat makan siang. Kalau yang lain dibawain dari rumah, aku juga gak mau kalang. Bawa dari rumah padang. Hahaha.

Nyampek Daarul Mubarok Jam 07.10 (Telat 10 menit). What??? Masih sepi. Baru ada Pak Idris di pelataran Pondok Santri Laki laki sambil muka masam. “Mana yang lain? Tanya Pak Idris. “Wah, aku gak tau pak, tar aku MC dulu. Aku sms dan mc temen2. Wajarlah kalo pak Idris cemberut. Coz, 2 pekan lalu yang menyatakan keberatan tidak bisa ikut hanya satu orang. Mas Supri, yang lainnya oke oke aja. Lha ini Jam 07.00 belum pada datang.

Selang beberapa menit, Pak Dwi Datang sang PJ Rihlah. Lebih ngaret dari aku. Weleh2. “Yang lain mana?” tanya Pak Dwi. Lah, gak salah. Akhirnya Pak Dwi nelpon satu satu, nge sms temen temen.

Dari 11 orang, 1 ijin tdk bisa. 5 orang ijin gak datang dan baru memberi tahu gak bisa datang hari H itu juga. 2 Orang akan datang, masih dalam perjalanan. Jiahhhhhhhhhhhhhhhh. Opo2an iki. Padahal dah disounding sounding jauh jauh hari. H-1 juga dah di sms. Pada gak ada yang konfirmsi. Ini Hari H baru konfirmsi. Sial.

Rencana adalah rencana, keputusan yang kita buat. Harus dilaksanakan. Kalu tidak dilaksanakan berarti tidak menghargai yang datang, lebih menghargai yang tidak datang. Akhirnya Rihlah tetap berjalan, sambil mengunggu 2 orang lagi.

Ust, datang. Membawa 2 bendel album. “Ini foto2 ane umrah minggu kemarin. Sambil menunggu yang belum datang silakan diliat liat” Kami bertiga bergantian melihat lembar demi lembar, bertanya silih berganti mengenai ini itu yang ada di foto. Sambil tetap menunggu full team (5 orang).

……….

Yang ditunggu akhirnya tiba juga. 5 Orang lengkap sudah.

“Kita lewat kalimalang ya, seharusnya itu lebih cepat. Dari pada harus lewat kota, jauh. Jadi kita potong kompas” Ajak Pak Dwi meyakinkan. “Dah pernah lewat situ Pak?” tanyaku. “Belum” Jawab pak Dwi. Gubrak!!

Setelah perbincangan singkat akhirnya disepakati lewat kali malang, rute baru. Ehmm, rute coba coba kali ya lebih tepatnya. 6 Orang berangkat mengayuh sepeda dan semangat. Menyusuri sepanjang kali malang Cikarang- karawang. Jalannya mulus jeh, tapi hanya 10km pertama, selanjutnya off road paaakkkkkkkkkk. Parah. Parah. Parah. Astaghfirullah, ni uang pajak dikemnain aja. Untuk tidak hujan. Kalau hujan dan mampus paling. Sekali motor masuk lubangan yang salah pasti tenggelam motor oleh air. Wal hasil setelah melewati Medan berat kali malang, nyampekjuga di penghujung kali malang di karawang. Kali ini gak ada jalan lurus, harus belok kanan. Menuju ke Cigentis. Jalan udah aspalan tapi kudu rebutan ma truk truk pembawa batu kapur. Truk truk gede jeh. Jadi kudu ati2, untung setahun setengah di cikarang. Jadi dah terbiasa. Dari menthok menthokannya kalimalang ke kerawang sekitar 45 menit. Lumayan bisa tancap gas kalau lagi gak ada truk. Hanya sesekali menurunkan kecepatan, menanti yang lain. Biar gak ketinggalan. Maklum dari 5 orang yang tau persis lokasi hanya Pak Dwi ma Pak Idris.

Alkhirnya, nyampek juga di gerbang masuk alias 5 km dari lokasi. Bayar 5.000 per kendaraan. Setelah itu menyusuri jalan mendaki. Sekitar 2 km. Nyampek di Waterboom cigentis. Nahdisini mulai sudah ada penitipan motor. Bagi yang gak biasa ke sini, kebanyakan nitipin motor disini wal hasil mereka kudu jalan 3 km baru nyamoek curug. Untung kita dengan Pak Dwi, jadi kita lanjut naik motor ke atas. Menyusuri jalan terjal menadaki pake motor. Bisyeeeet. Ngeri Pak medannya. Selain jalan berbatu (belum aspal) kudu pinter main gas ma kopliing. Salah ambil jalan bisa berabe. Samping kiri llumayan curam. Bayngkan, melwati medan itu hampir 2 km. Sebelum sampai pada penitipan sepeda motor terkhir, sekitar 1 km sebelum curug.

Wuahhh. Tangan kemeng, pantas panas. Harus bertahan bawa motor dengan medan kayak gitu. Aku saranin kalau yang lagi belajar naik mtor mending dititipin aja sepeda motornya di KM2 sebelum air terjun. Bahaya medannya. Gak bisa bayangin kalau yang aku ajak naik adalah si Jabrik. Pasti ngambek di tengah jalan, apalagi kalo ngambek berhenti saat tanjakan cadas sepanjang tadi.

Tiket masuk 6.000 per kelapa. Tinggal masuk aja abis itu, gak ada pungutan2 lain. Dari pos masuk, masih jalan sekitar 500 meterlah. Lumayan deket, dari pada jalan 3 km, tapi yan gitu kudu extra hati2 bawa motornya. Sepanjang jalan menikmati pohon dan alam. Air dan udara yang bebas polusi. Sesekali mendengar kicau burung dan hewan hewan hutan lain. Jalannya masih setapak bau tumbuhan yang masih belum terjamah tangan tangan manusia lumayan terasa. Enak. Hehehe. Serasa pulkam. Hahaha.

Nyari lokasi berteduh yang nyaman, semua mabil Pwnya masing masing. Acara dimulai seperti bisasa, materi kali ini adalah mengenai keikhlasan.

Dari sekian banyak nasehat, yang paling aku ingat adalah “Saat penciptaan bumi, bumi bergoncang dengan dashyat, kemudian Alloh tancapkan gunung gunung sehingga bumi terdiam tenang. Malaikat bertanya pada Alloh. Apa yang lebih kuat hebat dari gunung(batu), adalah besi. Yang lebih hebat dari besi, adalah api. Yang lebih hebat dari api, adalah air. Yang lebih hebat dari air, adalah angin. Yang lebih hebat dari angin, adalah keihklasan”. Seperti biasa, datar namun mengena seperti itulah ust memberi taujihnya.

Daaaaaaaannnnnnn, acara makanun tiba. Semua mengeluarkan bekalnya dari tasnya. Wuahhhhhhhhhh, semua bawa lepak makan. Lengkap dengan isinya. Dimasakin istri2 mereka. Aku iriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii. Maklum dari 6 orang, yang masih bujang ane doank. Gang bujang tinggal 3 orang dari 11 orang. Kalau dulu (2 tahun yang lalu) gang bujang masih dominan, sekarang dah banyak yang ‘berkhianat’ ikut gak married. Akhirnya tau sendiri, aku babak belur kena sindirin sana sini. 1 lawan 5 orang jeh. Kalah wes, ampun ampun.

…………..

Yesh. Acara bebas, santai santai dan foto foto. Mantabz. Menikmati setiap butiran air dan segar udara. Menyelami bagaimana suara alam tanpa campur tangan manusia. Mendengarkan seksama suara percikan air beradu dengan batu, tanpa kontaminasi manusia. Seakan semuanya hidup dengan serasinya. Menyindr kita yang hanya untuk membuang sampah pada tempatnya saja tidak bisa. Malu seharusnya kita. Puas dengan semuanya, kita Dhuhur di surau dari kayu dan bambu. Alami. Wudlu dengan segar dan jernih air alam. Menambah khusuk setiap ayat yang telantunkan lirih. Indah, semuanya.

…………..

Inilah yang paling berat buatku. Perjalanan pulang. Knp?

Sebab tadi malam kurang tidur, setelah sekian panjang perjalanan. Aku masih harus menempuh perjalanan Karawang-Cikarang (2 jam). Cikarang-Bekasi (1 jam). Mapir ke Ottoy, nunggu macet ilang. Baru cabut ke Jakarta. Bekasi-Jakarta (1 jam).

Pulang dari Bekasi jam 22.00 malam. Jalanan lancar, alhamdulullah. Tapi nguantuk puollll. Sampai Cawang masih kuat nahan. Nah mulai dari cawang ke Cisalak ini yang luar biasa. Aku lupa berapa kali, sesaat tertidur sambil mengendarai motor. **aku dimarahi

………..

Alhamdulillah, nyampek kost. Langsung tepar. Tidur pulas. Esok pagi masuk shift 1.

detail fotonya disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 14, 2011 by in [Melancong] [Kuliner] and tagged , , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: