9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Perjalanan Sebuah Puisi (Part 1)


Bismillah.
**Ditemani soundtrack SPers. Ingin menuliskan perjalanan sebuah puisi yang berjudul “Gadisku

Sangat susah sekali memulai tulisan ini, jujur karena agak bingung bagaimana akan memulai, pada titik mana harus mengawali tulisan, pada saat kapan paling tepat menuliskannya. Akhirnya aku putuskan memulai menuliskanya sekarang. Dengan tetap menjaga niat, berharap, dan berdoa dengan sebaik baik doa. Dan dengan menuliskan ini mengharap pembaca sekalian juga ikut mendoakan.

Salah satu fase kehidupan yang pasti akan dilampaui setiap anak adam adalah pernikahan. Kapanpun itu, hal yang uaneh jika tidak ada bersitan sama sekali keinginan untuk menikah. Bahkan perlu dipertanyakan keimanannya, agamnya. Simple saja, sebab Rasul berpesan bahwa menikah itu menggenapkan setengah agama. Menyempurnakan agama.

Pertengahan 2010, aku memutuskan untuk membuat biodata, mengajukan ke MR. Bismillah saja waktu itu. Knp pertengahan 2010? Karena merasa sedikit pede bisa mencukupi hidup lebih dari satu orang, meskipun masih sangat sedrhana sekali. Orang tua sudah menyetujui untuk segera mencari pendamping hidup. Dan hatiku sudah lebih mantabz daripada beberapa tahun yang lalu. Pada tahap ini, aku ikut kata Aa Gyanto. “Bioadata kita itu hanya sarana An, tentang siapa jodoh kita, serahkan semuanya pada Allah”. Jadi waktu itu aku buat bioadata seadanya. Sangat sederhana. **Padahal waktu itu sedang lagi gencar gencar nyari pekerjaan, dalam artian pengen resign, hehehe.

Dulu punya angan angan, bahwa akan memperistri cew yang belum kenal sama sekali sebelumnya. Begitu ketemu langsung cocok dan berlanjut ke tahap pernikahan. Hahaha.

Jarak seminggu, langsung dapet Biodata dari MR, sambil berpesan. “Ini ada Biodata, baca. Istikharah, doa yang banyak. Seminggu lagi ke sini kasih tau jawaban ente”

******************************

Oiya, lupa. Sedikit mau aku jelasin tahapan tahapan ta’aruf (dari pihak cow neh ya), berdasarkan pengalaman pribadi** hehehe.. :
1. Kita membuat bioadata kita lengkap. Kita ajukan biodata tsb ke MR. Biodata tsb merupakan pernyataan bahwa kita siap menikah dan memohon bantuan MR untuk membantu mencarikan calon pendamping.
2. MR akan mencarikan kita biodata calon. Nanti kita akan mendapat biodata calon dari MR, dikasihkan ke kita untuk kita baca, dan menentukan apakah kita mau melanjutkan ke tahap yang lebih seruis atau tidak, **tahap selanjutnya ada di point ke 3. Pada tahap ini, pihak calon belum mengetahui kalau biodata si calon tsb diberikan ke kita untuk kita baca. Jadi, meskipun kita menyatakan tidak, maka tidak ada pihak yang terdzolimi.
3. Jika kita lanjut, maka tahap selanjutnya, Biodata kita akan diberikan ke calon tsb. Untuk kemudian di baca dan direview oleh si calon. Fikh simplenya adalah, laki laki berhak memilih, perempuan berhak menerima atau menolak. Jika si calon menyatakan iya, maka akan lanjut ke tahap berikutnya (point 4). Jika tidak, maka kembali ke point 2.
4. Jika kedua pihak setuju lanjut tahap berikutnya, maka akan disepakati waktu untuk melakukan pertemuan diantara kedua belah pihak yang masing masing akan ditemani oleh orang yang dipercaya. Bisa teman, MR atau saudara. Selesai pertemuan kedua belah pihak, maka akan disediakan waktu untuk memikirkan dan membuat keputusan hasil pertemuan tsb, apakah akan lanjut e tahap berikutnya atau tidak. Jika lanjut maka ke point 5, tapi jika salah satu pihak menyatakan tidak lanjut, maka kembali ke point 2. **Hahaha, jadi inget dulu pas ta’aruf kocak puol. Tapi tar ceritanya ya.
5. Nah jika kedua calon menyatakan lanjut, maka setelah ini ada beberapa perbedaan tiap daerah dan karakter masing masing daerah. Namun ada intinya adalah memperkenalkan antar keluarga. Dan memperkenalkan kita ke ke keluarga cew pun kadang sebaliknya. Ehmm, kalau aku, aku diminta MR menemui Ortu cewnya. Menyatakan keseriusanku membina hubungan serius dengan cew tsb, dan memohon doa restu serta ijin Ortu cew tsb untuk kami membentuk rumah tangga. Ciehhh, gentleman rek. Wakakaka. Padahal, dredeg rakaruan, kringet gobyosh sak jagung jagung. Ngalahne pidato neng seminar. Ngalahne kutbah jumat. **critanya ntar aja, sabar. Nah, jika ortu si cew Ok, kita lanjut menuju ke Ortu kita sendiri. Sam a persis dengan tahap ke Ortu si cew. Jikaortu kita Ok, maka lanjut ke tahap point 6. Namun jika salah satu pihak menyatakan tidak, maka akan ada 2 kemungkinan. Masing masing anak akan melobi ortu masing masing, menjelaskan dengan baik baik. Hingga masing masing Ok. Namun jika masing tidak, ya balik lagi ke Point 2. 
6. Nah, kedua Ortu Ok, maka tahap pertemuan kedua keluarga besar. Atau Kitbah. Wahhhhhhhh… cepet ya? Hehehe… Jika sudah masing masing keluarga menerima trus..
7. Walimatul Ursy, drug drug dug….. Maen drum band dah tuh jantung. Hehehehe..
** Tahapan diatas berdasar pengalaman pribadi, bukan mengikat sama, tergantung masing masing daerah. Kayak e simple ya? Tapi sebenarnya, gawe jantung, pikiran dan jiwa raga mbledos. Kadang sampek bilang, “SPMB mah ching cay, hehehe”

Saat menulis ini, ane dah samai pada tahap ke 7, menunggu waktu walimatul Ursy, akad nikah. Siapa sangka? Ya to? Hehehe. Dalam setiap tahapnya, aku ikut kata Akh Roriq aja, dia pernah berujar yang disampaikan temennya ke aku, “Aku akan terus berdo’a, bahkan hingga malam sebelum akad nikah, bahwa jika ini memang jodoh saya, maka mudahkanlah ya Allah, tentramanlah. Jika bukan maka berilah hamba kekuatan untuk memikul setiap cuil konsekuensinya”
**************************
So, pada tahap ini aku dah sampai pada tahap ke 2. 

Aku baca biodatanya, melihat fotonya. Aku tutup kembali, masukin dalam amplop. Memulai Istikharah beberapa hari, banyak2 doa, persis sesuai pesan MR. Seminggu berlalu,

**To be continue.

4 comments on “Perjalanan Sebuah Puisi (Part 1)

  1. anymous
    May 19, 2011

    jika nasihat dari murobbi ane, ” jangan terlalu berharap bahwa calon suami/istri kita adalah jodoh kita, sebelum kata QOBILTU/SAYA TERIMA……….dst sampai kata SAH itu muncul.” soalnya ada kasus dimana beberapa menit sebelum akad yang ikhwan membatalkan pernikahan tersebut.

  2. Anonymous
    May 29, 2011

    oooh jadi begitu ceritanya An, patut dicontoh…Dini-

  3. danirachmat
    November 28, 2012

    Wuih.. Baru tahu tahapannya yang harus dilaui seperti ini Mas, apapun yang sedang sampean upayakan, semoga lancar dan diberkahi ya.🙂

    • 9ethuk
      November 28, 2012

      hehehehe, Aamiin.
      Udah sampai part 6 lho😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 10, 2011 by in [Perjalanan Hidup] and tagged , , , , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: