9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Cerita Dunia Hitam (2-Habis)

Mari dilanjut ceritanya, hehehe.

Selanjutnya, gw akan cerita gimana Bapak Sby ndapetin Ibuk, cieee. Bapak dan Ibuk selisih 5 tahun lebih tua Bapak. Entah brosis percaya atau tidak, Bapak adalah pria pemberani yang pernah aku tau begitu mengetahui cerita ini.

Setiap pulang kerja, bapak selalu melewati depan sekolah Ibuk, tanpa disadri oleh Ibuk. Bapak selalu memperhatikan Ibuk pas kalau lagi ada di depan sekolah.

Intinya, bapak merasa cocok dan jatuh cinta (padahal Ibuk belum tau sama sekali dengan bapak). Pulang sekolah Ibu menuju rumah, dibuntuti oleh bapak pake sepeda pancal. Masuk gang. Hingga ketika Ibu sudah masuk rumah, bapak juga sampai di di depan rumah. Sepeda di”jagrak”(hahaha, bahasa indonesiane apa neh?). Ketuk-ketuk pintu layaknya tamu.

Lah, yang bukain pintu adalah Ibuk (batine Ibuk, iki lak uwong seng mbuntuti aku).

“Nyari siapa?” tanya Ibu masih di balik pintu.

“Nyari kamu,” Kata bapak dengan pedenya. Hahahaha. Ibuk sby adalah type simple minded. Karena nyari Ibuk, maka oleh Ibuk dipersilahkan masuk. Ya uwes, berbekal pede akhir dari pertemuan itu berlanjut hingga akhirnya menuju pernikahan.

Semakin memperkuat satu paham, bahwa cinta itu dibentuk. Darimanapun asal bahan dasarnya.

Dan, last story. Pengen cerita tentang Bapak dan Ibuk Kost saat ini. Umur mereka berdua lebih tua dari keempat orang tuaku. Selisih bapak kost dan Ibu Kost juga sekitar 5 tahun. Bapak adalah anak kampung dari garut, seorang anak yang nekad pengen sekolah. Sehingga rela berjalan jauh untuk sekedar mengenyam bangku SMP kala itu.

Lulus sekolah, bapak kerja sebagai pns di telkom ditempatkan di Bandung. Setelah bergaji, untuk hidup sehari hari dari total gaji yang dierima bapak kala itu hanya seperlimanya saja yang dipakai, selebihnya bingung mau diapain. Bingung mau ngapain, bapak sekolah lagi lanjut ke SMA. Nah, di SMA inilah bapak satu kelas dengan Ibuk. Hahaha, namanya jodoh mah dah ada yang ngatur ya.

Walhasil, namaya cow emang kudu berani tapi setiap lelaki punya cara tersendiri menaklukkan hati pujaan hati. Hahaha.

Awalnya Ibuk kagak seneng sama sekali. Oiya, kalau Ibuk merupakan keluarga terpandang. Hidup di bandung (meskipun asli keluarga jawa). Hidup di rumah yang kayak rumah belanda gitu, halaman luas. Rumah luas. Kaya. Namun Kakek (bapak dari Ibuk) orang yang egaliter, fair, baik hati dan tidak membedakan status.

Balik ke kelas, hehehe. Intinya Ibuk ogah ama Bapak. Gak kurang akal, pas waktu itu bioskop udah ada. Maka bapak mentraktir seisi kelas untuk nonton. dengan syarat, Ibuk harus dibujuk ikut nonton. hahaha. Alhasil seiisi kelas ngajak ibuk nonton. Dan Is works!

Saat nonton, film udah diputer. Lampu ruangan gelap. Ibuk merasa aneh dan heran, kok ada satu kursi disampingnya yang kosong. Siapa yang udah booking, dannnnn,..

Ditengah film berlangsung bapak datang duduk di kursi kosong itu. Hahahahaha. Spechless dah.

Tidak berhasil ternyata saudara cara ini. Masih tak mau.

Ibuk itu 9 bersaudara, Ibuk anak ke 7.
2 cow sisanya cew.

Bapak datang ngapel ke rumah Ibuk ceritanya. Eh, ternyata yang datang ngapel banyak dan bareng bareng ama ‘pacar’ saudara permpuan ibuk yang lain. Bapak naek sepeda pancal, yang lain naik mobil. Wakakakak. Wong edian! Nuekad puol!

Menyerah? kagak brosis. Maju terus.

Intinya tiap malem minggu Bapak datang, entah Ibuk ada atau tidak ada. Kalau lagi tak ada karena ditinggal pergi, maka Bapak ngobrol ama Kakek (bapaknya ibuk). walhasil lebih deket dengan orang tuannya Ibuk dulu.

Karena pantang meyerah inilah Ibuk Luluh. “Ya karena sabarnya itu Mas Aan Ibuk jadi suka ama Bapak” tutur Ibuk saat bercerita di depan kost2an sambil tersipu,. Hehehehe.

Akhirnya mereka menikah. Tadaaa,…

Banyak cerita unik saat mereka sudah menikah. Karena memang perpaduan 2 latar belakang keluarga. Ibuk yang dari keluarga bangsawan dan bapak dari kampung. Namun mereka mampu melewatinya.

Satu kisah yang menarik ingin aku critain adalah, kala itu ada tamu. Yaitu uwaknya Bapak, uwak inilah yang membantu bapak hingga bisa lulus sekolah. Dan kebetulan waktu itu lagi benar tidak ada makanan apapun di rumah. Benar-benar tidak ada apapun untuk disuguhkan kecuali air. Akhirnya untuk menutupinya, Ibuk merebus batu dicampur dengan sendok. Sehingga bunyinya seolah2 sedang memasak. Bapak yang bertugas mengatakan ke uwak, kalau belum matang dan lagi masak sayur. Dan sayurnya tak pernah masak hingga uwak pulang……….

Masih ada kisah nyata seperti itu ya? merinding saat menuliskan kisah nyata yang dituturkan langsung oleh sang pelaku. Bahkan bapak pernah menantang saya gini, “Mas Aan, bisa bikin satu telor buat makan berdua dan makan dua kali sehari atau tidak?” Aku bengong. Gak bisa jawab. :”Kami bisa,” kata bapak mantab, sambil bercerita kembali saat dulu ada pemotongan nilai mata uang rupiah.

Lama kami berdua mendengarkan kisah luar biasa pasanga suami istri yang sudah terbukti menjaga keutuhan rumah tangga mereka hampir setengah abad ini.

Moga kami juga dimudahkan untuk menjaga tali suci ini hingga akhir hayat kami. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 30, 2012 by in [Catatan Harian], [Kata Mereka], [Yang Kukenal] and tagged , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: