9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Test kemampuan berbahasa,

Seorang kakek berkujung ke rumah anaknya, pengen melihat cucu-cucunya. Singkat cerita berbincanglah si kakek dengan anaknya. Si anak menceritakan bahwa ia telah mendidik cucu-cucu kakek dengan sempurna. Semua les private diikuti sang cucu. Dan wal hasil semua cucunya merupakan murid berprestasi disekolah mereka masing-masing. Dengan bangga pula anak sang kakek menceritakan bahwa cucu-cucu sang kakek pintar berbahasa inggris dan bahasa-bahasa asing lainnya.
Penasaran dengan kehebatan cucu-cucunya., si kakekpun mencoba mengetest kemampuan cucu-cucunya dihadapan ayah ibu mereka. Si kakek terlihat mengambil 2 lembar kertas, dan menuliskan sesuatu pada masing-masing kertas. Kemudian is mengumpulkan cucu-cucunya yang ada 3 ortang. Ada yang masih SD, SMP dan SMA.
Sang kakek mengeluarkan kertas ujian pertama, ditunjukkan kertas tsb kepada ke tiga cucunya. Semua cucunya berebut pengen melihat kertas tsb. Tertulis di kertas tsb :
I believe in angels
Something good in everything I see
I believe in angels
When I know the time is right for me
I’ll cross the stream, I have a dream
Siapa penyanyinya? Tanya sang kakek spontan, menyengaja untuk melihat jawaban spontan cucu-cucu mereka. Tentu saja sang kakak yang SMA langsung menyahud “Weslife itu kek, semua orang juga tau, gak keren ah pertanyaanya”
“Siapa yang bisa menyanyikan? Kakek kasih uang 50rb” Sponstan aja cucu si kakek yang SMA dan SMP berebut menyanyikan. Dan memang mereka bisa menyanyikan dengan bagus sekali. Yang jelaslah, khan ikut kursus paduan suara di sekolah. Mantabz.
Si kecil yang masih SD berontak gak terima, “kakek gak adil aku khan belum tau lagu itu kek”. Semua kakaknya tertawa geli. “Ya sudah, adek sekarang coba artikan, kalau bener tar kakek beliin coklat yang enak”. Serta merta si cucu ini mengartikan setiap kata dengan tepat tanpa ada kesalahan sedikitpun, I= aku, believe=percaya, dst dst..
Melihat si kakek dengan cucunya, anak sang kakek beserta istrinya merasa bahagia. Telah bisa memberikan pendidikan yang layak bagi anakanak mereka.
“Eits, kakek masih punya satu pertanyaan lagi nich. Kalau bisa jawab yang ini kakek akan kasih hadiah yang jauh lebih besar yang belum pernah kalain bayangkan”
“Mauuu!!!!!!” Serempak cucu-cucu kakek menjawab. Sejurus kemudian, kakek mengeluarkan secarik kertas yang terdapat tulisannya.
(Satu surat penuh bertulisankan bahasa arab, QulhuAllahu ahad,…. sampai akhir ayat)
“Surat apa ini namanya?” tanya kakek spontan. Di jawab spontan juga oleh cucunya yang paling kecil.  “Surat Qulhu kek”. “Bukan dek, itu surat al-ikhlas” sergah kedua kakaknya.
“Siapa yang bisa membaca dengan tartil, benar panjang pendeknya dan merdu suaranya?”. “Hadiahnya apa kek?” tanya sang kakak. “2 kali lipat dari yang pertama tadi. “Mauuu” kali ini jauh lebih semangat mereka.
Namun, bacaan ketiga cucu kakek kacau. Panjang pendeknya tidak tepat, halqolahnya tidak benar, tajwidnya hambar, kelancarannyapun seperti anak kecil yang baru belajar baca ur’an, dan suaranya pun jauh dari merdu, dan sangat jauh dari saat menyayikan soal pertama.
“Siapa yang tau artinya…” tanya sang kakek dengan suara yang parau menahan kesdihan dan membendung air mata yang hampir menetes.
Si kecil, diam tak tau artinya. Kakaknya yang smp hanya bisa mengartikan kata ahad dan qul. Sang sulung, terdiam. Menyadari maksud sang kakek.
Kini seisi rumah hening, kemudian sesegukan tangis sang kakek pecah.

(Aku menangis saat mengakhiri tulisan ini, karena untuk mengetahui arti secara parti harus buka lagi qur’an terjemahan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 11, 2012 by in [Opini] [Reportase] [Analogi] and tagged , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: