9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Putriku (Part 3)


Yupz, naik sembrani ke Surabaya. Harga tiket 360an ribu @person. Gak papalah mahalan dikit, yang penting nyaman, hehehe meskipun bukan hanya nyaman alasannya. Ada jatah setahun flexible benefit dari pabrik yang bisa di claim lagi jika ada tiket resmi atas namaku, istri dan jatah 3 anak (hehehe). Lumayan setahun dapat jatah claim 3 jt. Jadi tiket2 bisa diuangkan lagi. Hohohoho.
Naik kereta, bisa dibayangkan untuk wanita hamil, hamil besar pula. Kasian mas bro, kata istri badan sakit semua. Apalagi daerah pinggang. Maknyuss dah semalaman di kereta. Bagi para suami yang sering gak sabaran ama istri coba deh ganttiin sebulan aja hamil. Biar ngerasain. Hohohoho.
Nyampek Surabaya, minggu 6 Aug 2012 pagi. Semua perlengkapan udah aku bawa, sari kurma, madu, air zamzam, susu bubuk, tabungan secukupnya (ehmm, bukan secukupnya sich tapi seadanya. Lha wong adanya cuma itu. Hahahah)
Planningnya sbb :

 
1.       Masih ada waktu sekitar 2-3 minggu sebelum kelahiran jadi minimal check up 2 kali lagi sekaligus minta second opinion Dokter yang di Sby. Rencana check up adalah selasa 8 Aug 2012.
2.       Aku balik lagi ke Jakarta, dan bakal ke Surabaya lagi menjelang idul fitri sekalian libur idul fitri, jadi liburnya lebih lama.
3.       Sebelum balik ke Jakarta, aku akan ke Magetan, sungkem ke bapak Ibuk sekaligus mohon do’a akan kelahiran anakku lancer, dimudahkan, diberi kesehatan bayi dan bundanya.
Guys, rasanya meninggalkan istri di Surabaya menanti masa melahirkan itu luar biasa. Bagaimana tidak? Sebagian temen2 lebih banyak kisah mendahului dari HPLnya. Jarang sekali kisah lebih lama dari HPL. Satu hal yang saya takutkan, tidak bisa berada di samping istri saat moment melahirkan. Ngebayangin aja ngeri bro.
Kita optimis sekaligus menginginkan kelahiran normal, coz dari pemeriksaan selama di Jakarta kondisi berat badan bayi normal, posisi bayi bagus (kepala sudah dibawah) dengan posisi normal. Semua pemeriksaan normal. Alhamdulillah, dedeknya mau diajak kerjasama. Meskipun bundanya sering pulang malem kalau kerja. Hiks.
Semua planning berjalan smooth, namun ada satu hal yang bikin aku kaget. Dari pemeriksaan Dokter Vita Sp. Og, HPL adalah tanggal 19 Aug 2012. What!! Maju 9 hari dari perkiraan dokter Tazkiroh Sp. Og di Jakarta dan Pas dengan 1 syawal pula, Idul Fitri 1433H. Kata dokternya, berat badan dedeknya sudah sangat cukup di tanggal tsb untuk lahir dll. Sebenarnya kita juga tidak begitu kaget dengan majunya HPL, coz secara perhitungan pribadi, 9 bulan 10 harinya adalah tanggal 21 Aug 2012. Bismillah aja, kita sudah berkonsultasi dengan ahlinya.
Setiap hari adalah Do’a… Kebaikan, kesehatan bagi Baby dan Bundanya. Mau tidak mau, pasti teringat orang tua kita. Membayangkan perasaan mereka saat menjelang kelahiran kita. Membayangkan ekspresi wajah mereka, do’a yang dilantunkan mereka, dan semua kekhawatiran mereka.
Dan,..
Perlahan, semua kenakalanku muncul satu persatu. Semua bandelku meloncat diatas kepalaku satu persatu. Semua bantahanku timbul tenggelam berurutan. Semua hal yang menyakitkan orang tuaku tergambar jelas. Dan kini aku menghadapi moment kelahiran anakkku. Bagaimana mungkin kita tidak mau sungkem pada orang tua kita, Ibu kita yang mempertaruhkan segalanya untuk kelahiran kita. Kami saja yang harus menunggu 5 bulan baru bisa hamil begitu sangat menyayangi calon anak kami. Bagaimana dengan Ibu bapakku yang harus sabar menanti 2 tahun. Tar terbayangkan dalam imajinasiku. Hilang semua kesombongan dan congak itu. Semua lebur dalam satu kata, sejatinya kita tidak berdaya member nyawa pada anak yang kita merasa kitalah yang ‘membikinnya’.
Menjelang libur idul fitri tiba, aku ke Surabaya lagi. H-2 dari rencana berangkat ke Surabaya. Untung masih dapet tiket . Naik Lion Air hari selasa malam (14 Aug 2012, idul fitri sekaligus HPL adalah tanggal 19 Aug 2012) ikut penerbangan terakhir, 700rb. (bisa di claim, hehehe).
Gak sepertinya naik pesawat sebelum2nya, naik pesawat kali ini aku gugup banget, takut, was was dan semua perasaan kekhawatiran tumplek blek jadi satu. Gak tau kenapa, ada rasa takut gak seperti biasanya. Takut pesawat jatuhlah, takut gak nyampek Surabaya tepat waktulah, takut ternyata istri duluan melahirkanlah dan semua ketakutan ketakutan yang lain. Dan 1 jam 10 kesurabaya terasa sangaaaaaaaaaaaattt lama!! Padahal biasanya aku bisa tidur di pesawat. Maka semua do’a meluncur dengan penuh kepasrahan bahwa bukan kita yang mengendalikan hidup kita. (to be continued)

2 comments on “Putriku (Part 3)

  1. Fifin
    September 28, 2012

    ditunggu cerita berikutnya. Belum klimaksnya nih🙂

  2. 9ethuk
    October 1, 2012

    lagi ndek surabaya nenh kang, ntar kalau dah di jakarta lagi bisa konsen nulis, heheheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 25, 2012 by in [Perjalanan Hidup] and tagged , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: