9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Perjalanan Sebuah Puisi (Part 2)

Meskipun Part 1 nya ditulis di Mei 2011. Tidak ada salahnya untuk dilanjutkan, hehe. Dan kayaknya emang harus dilanjut ceritanya, mumpung lagi semangat nulis. Hohohoho,.


Aku hamper lupa sudah berapa banyak biodata yang aku baca dan aku tutp kembali dengan jawaban, “Tidak”. Mungkin sekitar 7 atau 8 total semuanya. Dan semuanya masih di tahap no.2. Kebetulan yang mencarikan bioadata ada 4 orang. MR, kakak angkatan, Teman angkatan (2 orang). Hingga akhirnya ada satu biodata dati temen seangkatan yang aku ragu untuk mengatakan tidak, bukan karena apa apa, sebab semua criteria calon yang aku tulis di bioadaku masuk semua. Ada 3 hal spesifik yang aku minta dibiodataku.
1.       Pendidikan tidak terlalu berbeda significant
2.       Latar belakang keluarga tidak jauh diatas saya (aku kurang sreg menikah dengan gadis yang orang tuanya sangat kaya)
3.       Secara fisik, kebanyakan orang akan susah mengatakan “tidak cantik”.
Namun, tetap secara prosedur. Aku kasih biodata tsb ke MR. Seleksi pertama adalah MR. Jika MR OK baru aku istikharah. Jika MR No. Gak perlu Istikharah aku juga NO.

Pas memberikan bioadata tsb ke MR aku jelasin ke MR perjalanan ngaji si cew yang ada di bioadat tsb (aku juga dapet infonya dari temenku seangkatan). MR OK dengan biodata tsb, dan memintaku sama seperti saat aku menerima biodata-biodata sebelumnya. Yaitu istikharah, seminggu kemudian diminta balik ke MR untuk menyebutkan hasil Istikharah.

Seminggu kemudian, hasil Istikharah adalah
20%. Aku hanya mantabs 20% saja, Selebihnya buram. Aku sampaikan ke MR. “Saya baru mantabz 20% Ustadz, bagaimana menurut Ustadz?”. “Dah lanjut ke Taaruf aja” kata MR tegas. –masuk ke tahap 3.

Ya sudah, manut. Aku memberitau temen seangkatanku (yang memberikan biodata) bahwa aku ingin lanjut ke taaruf (artinya aku setuju). Baru kemudian temenku memberi biodataku ke si cew tsb. Kini giliran aku yang menunggu keputusan dari si cew tsb. Apakah dia menerima atau menolak biodataku. Seperti sebelumnya, Cow berhak memilih. Cewlah yang menentukan menerima atau menolak.
Apakah aku berharap? Tegang? Takut di tolak? Jawbannya Enggak, biasa aja. Gak ada beban. Hehehe, kenapa? Karena 20% tadi. Sekitar seminggu kemudian aku dapet jawaban. Dan jawaban si Cew adalah Iya.

Kalau tidak salah, jawaban Iya itu aku terima di hari kamis. Dan setelah Jawaban iya tsb harus segera dilanjut ke tahap ta’aruf atau pertemuan kedua calon. Walah tambah koplok iki rek. Gak tau harus berbuat apa dan bagaimana. Secara teori, harus ada masing masing yang menemani. Aku akan ditemani Mas Supri (Awalnya mau ditemani MR, tapi gak jadi. Trus digantikan Mas Supri, temen ngajiku), dan dia akan ditemani temennya. Kapan Waktunya? –Tahap 4

Ada 2 pilihan waktu saat itu :
1.       Hari minggunya di minggu itu juga
2.       Harus menunggu 2 minggu lagi, sebab temen si cew yang akan menemani pulang kampong.
Jujur aku sich lebih sreg 2 minggu lagi, lumayan buat cari-cari informasi ttg si cew ini. Tapi kata MR, jangan nunggu 2 minggu, langsung saja minggu itu juga. Peuuhhh. Ya udah, akhir dilakukanlah ketemuan di minggu itu juga. Ya udah Manut.

Lokasinya dimana?
Kata MR, silakan pihak perempuan yang menentukan. Cari lokasi di Masjid yang dekat dengan tempat tinggal pihak perempuan. Walah dimasjid? Padahal aku piker bisa dilakukan di rumah makan gitu, hehehehe. Secara khan di ta’aruf diperbolehkan melihat secara langsung. Ternyata gak dibolehin ma MR. Ya sudah, manut. Akhir disepakati lokasinya di Masjid UI Salemba. Mbokk, jauh juga dari kostku. Kostku di Cisalak  Dekat Depok, dan harus ke UI Salemba untuk pertama kalinya dan belum tau naik apa. Bismillah aja.

Sampai tahap mau ta’aruf ini, komunikasi ke pihak perempuan masih melalui perantara pihak perempuan. Tidak diijinkan menghubungi langsung ke pihak perempuan. Akhirnya, sampai juga pada hari Hnya. Jam 10 pagi di masjid UI Salemba harus tiba disana. Berangkat naik busway, ketemuan dengan mas Supri di halte UKI menuju Salemba. Saking buru2 dan mencari rute serta naik apa. Aku lupa bawa bioadata pihak perempuan. Mbookk!!! Padahal baru aku baca sekali aja, itupun tidak semua bisa aku ingat. Lha terus enggo arep ngomong opo? Arep takok opo? Walah walah,.. kok iso ketinggalan ki piye….. mau balik lagi dah gak ada waktu. Ya uwes. Bismillah aja. (to be continue..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 26, 2012 by in [Perjalanan Hidup] and tagged , , , , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: