9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Rumah (Part 3)

Karena istri belum sreg 100%, maka balik lagi ke step sebelumnya mas bro, gw muter2 lagi sekitar Cibinong bogor. Mencari perumahan perumahan yang lagi dibangun. Kenapa Cibinong?

Pertama, Masih belum macet, pusat kotanya kabupaten bogor dimana jalan tegar beriman sedang pesat2nya. Kedua, Jalan luas. Ketiga, Air tanah masih bagus, udara masih bagus. Keempat, Merupakan titik pertemuan, depok, jakarta, kota bogor, dan parung ke arah serpong. Kelima, strategis mas bro, mau ke tol bogoe-jakarta deket, mau stasiun banyak pilihan mau bojong gede atau cilebut, mau motoran juga tinggal lewat jalan raya bogor. Keenam, harga lumayan terjangkau.

Karena muter2 gak ketemu, menthok. Bingug juga kala itu, maka rencana Allah yang berjalan. Aku ma Istri silaturahmi ke Paklik Cibinong, kebetulan dah lama gak maen, terutama setelah nikah belum sempet maen sama sekali bareng istri utamanya.

Motoran lagi mas bro, ke cibinong. Kali ini gak muter2 jadi gak akan lama diperjalanan. Takut soalnya, kandungan istri dah mulai besar.

Berangkatlah dari Jakarta ke cibinong lewat jalur raya bogor ajjah. kalau gak macet yang bukan jabodetabek, hehehe. Bismillah ajjah. Menggilas aspal jalanjalan Jabodetabek, mau hujan mau panas kalau udah bismillah yang harus diselesaikan.

Akhirnya nyampek juga di rumah paklik, adeemmm, semriwing. Hehehe, gak tau kenapa mesti adem suasananya, apa karena pohon rambutan yang gede di depan rumah ya? hemm, make sense sich. Bener2 gede pohonnya, tepat di depan rumah agak kesamping dikit.

Ngobrol sana sini, crita crita kalau lagi cari cari rumah, tapi lagi buntu belum nemu. Wadalah datang Mas Pur, ponakannya paklik dari masnya paklik. Kalau aku kan ponaknnya paklik dari bulek, lha Mas Por ini dari masnya Paklik. Mas Pur kerja di Kompas, kebetulan ambil perumahan di daerah cimanggis, namanya telaga permai cimanggis. Mas pur bilang, lagi ada di buka beberapa cluster baru di griya telaga permai cimanggis, salah satunya rubyresidence. Lalu crita ngalor ngidul, tentang perumahan tsb, liku2 dia dulu nyari perumahan, susah senangnya, nekadnya, kendalanya.

Intinya masalah nyari rumah harus sabar, katanya. Mas Pur dulu juga muter2 selama hampir 3 bulan baru ketemu yang cocok. “Kalau rumah mah gak akan kemana Mas Aan, kalau dah jodoh pasti ketemu rumahnya dimana, tapi kudu sabar, jangan grasak grusuk, tapi uga bukan berati takut takut ngambil kalau udah cocok. Karena kalau diundur2 terus harga bakal naik terus dan bisa jadi gak akan terkejar. Kalau dah ada yang cocok, bismillah aja. Tuturnya.

Akhirnya, kami diajak melihat ke peurumahannya mas pur, sekalian ditunjukkan cluster yang dibuka baru. Asyikk,….

Berangkatlah kita berenam (paklik juga ikut, pengen liat2 juga). Lokasinya dari flyover pasar cibinong kerah jakarta lewat raya bogor, sekitar 1 km dari fly over sebelah kanan jalan kalau dari cibinong arah ke jakarta. Masuk gerbang, keliatannya dari luar gak terlalu lebar gerbangnya, tapi begutu udah masuk, jalannya lega mas bro. Wuich, luas juga perumahannya, perumahan yang sudah jadi, dah banyak rumah yang ditempati. Kaykanya perumahan lama, tapi masih tetep ada pembangunan.

Pertamakali adalah menuju rumah Mas Pur, dikasih nasi uduk ayam bakar. Asyiokk, hahahaha. Makan lagi, inilah berkah silaturahmi. Hehehehe.

Kemudian diajak jalan jalan ke sekeliling rumahnya Mas Pur, diliatin ada rumah yang mau dijual, overtake massudnya. Estimasi harganya, luas bangunan dan luas tanah. Lingkungannya asyik seh mas bro, banyak pohon, banyak lahan hijau. Taman2nya juga banyak. Cakep dah pokonya. Cocok ini mah, istri juga cocok.

Habis liat sekeliling di telaga permai, kita diajak mas pur ngeliat cluster yang lagi dibangun, yaitu rubyresidance dan satu lagi (aku lupa euy brosurnya hilang, hahahah). Wuich, istri dah ginjal ginjal aja cocoknya. Harga masuk, susana enak, tetangga udah banyak. Siplah pokok e. Tak lupa minta brosur ke satpam, tanya harga, type rumah, luasatanah, mana yang masih kosong. Liat ruamah yang sudah jadi tapi belum ditempati. Puas2inlah pokonya.

Overall, kita berdua cocok dengan perumahannya. Mas Pur bilang, jangan buru buru, pikir pikir dulu aja, kalau jodoh gak akan kemana.

Yupz, memutuskan segala sesuatu tidak boleh hanya berdasar dengan emosional, harus objective juga. Makanya biasanya untuk hal hal yang butuh keputusan besar aku butuh waktu minimal semalam untuk memutuskan, sekedar ingin memastikan apakah sudah objective atau masih ada emosionalnya.

Sepulang dari Cibinong, dimalamnya kami berunding. Intinya istri cocok, sekarang giliranku yang belum 100%. Kenapa? Karena jarak ke stasiun terdekat lumayan jauh, hampir 5-6km. belum macetnya. Kasian istri nanti, kalaupun masuk tol, masuk tol citereup bakal macet banget, tol cimanggis belum tentu ada angkutan yang stanby terus arah ke jakarta. Hehmm, masih dilema, meskipun istri bilang gak papa, akunya yang gak tega.

Sempat beberapa kali aku ke rubyresidence, ketemu marketingnya diajak jalan2 muter telaga permai cimanggis, diperliatkan lahan2 yang ksong dan belum terisi, dah naya2 harga tepatnya, simulasi kpr, bahkan sempet sedikit nego harga. Hehmm piye yo enak e,

Akhirnya, Aku ajak Mas Al ke perumahan itu juga, atas pertimbangan orang tua juga sebenarnya. Barang kali ada niatan ambil disana juga, meskipun bakal sangat jaaaaaaauhhhhhhhhhh, coz Mas Al kerja di Serpong. Mbokk, kasian. Mas Al.

Tapi gak papa, liat2 dulu tak mengapa. Aku ke Serpong nyamperin Mas Al, dari Serpong aku dibonceng mAs Al menyusuri jalan Serpong-Bogor. Mboookk, crowded banget jalannya, Muacet, gak bisa mbayangin kalau MAs Al ambil di Cibinong. Menerjang debu kendaraan, panasnya jalan beraspal, kemacetan yang sangat terutama di Parung, mbook. Edan, mana jalan udah sempit, macet pula.

2 jam perjalanan naik motor, akhirnya nyampek di Telaga Permai, aku tunjukin ke MAs Al, lokasi ruby residance, dan seperti istriku, Mas Alnya keliatannya sangat tertarik. bahkan sempet liat beberapa rumah yang udah jadi, dianter ama satpamnya. Tapi tetap saja, keputusan keluarga harus diputuskan oleh semua anggota keluarga.

Dari Rubu residance, aku mengajak Mas Al, mencari perumahan sat lagi yang aku sendiri juga belum pernah ke sana, tapi ndak tau kenapa penasaran banget pengen ke sana. Selam ini hanya ngeliat di spanduk, tapi belum pernah langsung ke TKP. Sampai sampai aku cari lokasinya di internet, dan pas bareng mas Al, akhirnya setelah mencari dan agak gak yakin awalnya (coz jalan menuju ke sana ada yang masih makadam, atau belum sempurna sapalnya). Yaitu Perumahan Erfina Kencana Regency, di daerah pakansarai bogor, dekat dengan rencana projek pembanguan GOR Kabupaten Bogor.

dari raya bogor, masuk ke jalan tegar beriman pemda bogor, ada pom bensin belok iri, teruuss masuk ada plang besar nama perumahannya, sekitar 700m dari palng itu. Terlihat perumahan yang sudah lumayan banyak rumahnya dibangun. Yup, ketemu juga perumahan ini.

Hehmm, kakan kiri perumahan masih belum terlihat ramai, ada sich rumah penduduk, tapi agak jauh dari perumahan atau ada di pojok belakang perumahan. Begitu masuk gerbang, jalur masuk keluar kendaraan terpisah, jalan udah pavling, terpampang jelas di sebelah kiri ada rumah lumayan besar dengan palng tertulis “Kantor Pemasaran” kita belok menuju rumah tsb. (to be continued)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 14, 2012 by in [Perjalanan Hidup] and tagged , , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: