9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Catatan Harian Collection (Part 2)

Masih tentang uang receh, kali ini main lebih cantik.
Siang tadi sekalian berangkat kerja, menuju sasaran berikutnya. Warteg ‘Dewi’. Pake baju hem, celana rapi, sepatu kulit, pokonya kayak orang kantoranlah. Gak kayak pengamen lagi, hahaha jadi ngebayangin kemarin pas beli nasi padang pake uang receh sedang diriku mengenakan kaos oblong, sandal jepit, celana ¾. Mau dikatain pengamen juga gak bisa marah, lha wong gak bedo adoh. Cuma aku lebih gantengan dikit (meksoo!!)

Amunisi disiapkan, satu wadah uang receh 500an. Mungkin isinya sekitar 70-100 keping. Ehmm sebenarnya ada sich yang 200an ma 100an, tapi gak tego rek. Masukin jok motor, tutup joknya. Ngengg.. jalan menuju warteg.


Nyampek warteg. Pesen menu makan plus the anget manis. Makanlah diriku, nyummy, enak mas bro. Ditengah makan aku kepikiran, kayaknya ada salah strategi, harusnya aku bilang di awal sebelum pesen makan bahwa aku tar bayarnya pake uang receh. Ahh, terlambat, nasi dah masuk lambung. Jadi gimana gitu pas makan, ngebayangin ekpresi masnya kalau tar aku bayar pake uang receh, hahahahaha.

Selesai makan.

“berapa mas?” tanyaku.
“13rb mas” Jawab masnya.
“Maaf sebelumnya mas, aku bayarnya pake uang receh ya mas” pintaku
“iya gak pa pa” jawab masnya sambil senyum.
“recehnya 500an lho mas, gak papa ta?” kataku memastikan
“mboten nopo2 mas, malah seneng buat susuk (uang kembali)” jawab masnya.

PLONNGG!! Dah rasanya. Aku keuarin 26 keping uang 500,-. Aku kasih masnya. Tak lupa aku minta hitung lagi masnya. Pas. 13rb.

Its Work!! Saudara saudara.

Akhirnya. Menemukan jg tempat makan yang menerima uang receh. Mikir,… jadi aku bisa ngabisin sisa receh 500an yang masih sekitar 70 keping yanga ada di jok motor!!! Asyikk, besok besok makan di warteg ini lagi ahh,…

———————

Uang receh, part 3. Kalau artikel sebelum2nya tentang uang receh 500an, sekarang main skala kecilah. Uang receh 100an. Wahahahahaha.

Buka botol sprit. Sobek lehernya. Hitung uang receh 100an. Yupz! Terkumpul 20rb, artinya ada 200 keping uang 100an. Mbokk!!! Cek akehe ternyata.

Targetnya sekarang kita naikin, cari yang lebih profesional dan memang menggunakan uang 100an. Gak tega mbayanginnya kalau buat mbayar di warteg. Bakal dibuat koleksi masnya tar, hahaha. Lha wong harga terendah adalah angka 500. Trus siapa donk sasarannya? Indo****. Hehehehehe.

Berangkat ke medan perang, pake kaos oblong sandal jepit, tak lupa bawa celana 3/4 kebanggaan. Celana khusus dengan jumlah saku banyak dan luas. Hahahaha.

Ternyata gak cukup satu saku mas bro!!! Akhirnya kanan kiri penuh. Wakakakaka. Takut aja ntar dikira ngambil barang, padahal isinya uang receh. Hahahaha

Semua perlengkapa siap. Berangkat.

Beli perlengkapan kontrakan, tisue, kapir barus, air putih, dan minuman ringan yang lain (hehehe, gak disebutin, takut ada yang minta).

Bawa keranjang ke meja kasir. Sebelum mbaknya bilang totalnya, aku sergap dulu. “Mbayarnya pake uang receh ya mbak?” “Iya pak” gak papa. Widiiihhhh, asyeekkkk. Meskipun mbaknya gak akan nyangka aku ngeluarkan 100an sejumlah 200 keping. Hahahaha.

“Berapa mbak?” Tanyaku. “43rb pak”. Jurus maut aku keluarkan. Set set, rogoh kocek saku kanan, rogoh kocek saku kiri. 200 keping uang 100an. Wahahahaha. Aku gak berani ngeliat ekspresinya mbaknya. Kekuranghannya baru pake uang 24rb (2orban da 2rban 2 lembar).

Weeeeee, berhasil…… Keluar pintu hati plong!!! Uang 20rb yang selama ini tidak tersirkulasi, akhirnya tersirkulasi. Kalau prinsip berdagang mah, sebisa mungkin arus uang itu tidak boleh berhenti. Sekali berhenti maka akan berkerak. Hahaha. Kejauhan teorinya.

Selamat membaca.

——————

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 19, 2012 by in [Catatan Harian] and tagged , , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: