9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Rumah (Part 5)

Bismillah.

Naik motor lagi ke Cibinong. Boncengan dengan istri yang sedang hamil besar, ehmm usia kehamilannya sekitar 6 atau 7 bulan kalau tidak salah. Sebagai info aja brosis, jarak dari Salemba(jakarta pusat) ke cibinong sekitar 30 km. Ditempuh dengan perjalanan sekitar 1.5 s/d 2 jam. Tergantung kondisi jalanan apakah macet atau macet banget (hehehe, gak ada opsi gak macet). Dengan jalur melewati Jl. raya Bogor, maka titik macet yang sudah jadi langganan adalah di Kramat jati, Di gas alam depok ( Tol Gas alam), Simpangan depok, dan pasar cibinong (sebelum renovasi).

Semua perlengkapan sudah komplit : jas hujan 2 pasang, tas, dompet, hp, air putih. Berangkat.

Sepanjag perjalanan aku selalu cerwet ke istri, “kalau merasa capek bilang ya yank, tar kita istirahat”. Dan selalu saja jawabnya sama, “iya masih kuat kok”.

Rawasari terlewati, kemudian menyusuri jalan Ahmad Yani menuju cawang. Universitas UKI pun terlewati hingga sampai di Cililitan. Bersiap melewati titik titik macet, menyusuri kramat jadi, pasar rebo, cijantung, ciracas, gandaria, cimanggis, cibinong, hingga sampai di pemda bogor.

Masuk ke gapura pemda. Sampai di POM bensin belok kiri, maju terus hingga sampai di perempatan. Kalau lurus menuju ke arah GOR dan arah ke erfina (jalan masih jelek dan agak rusak), belok ke kanan ke Perum Bogor Indah, Belok kiri gak tau ke mana, mungkin ke sekitar pakan sari. Akhirnya motor aku laju lurus, melewati jalan yang masih terjal, kalau istilah jepangnya gronjalan😀

Sepanjang jalan, sebelah kanan dan kiri masih berupa tanah kosong. Sebelah kiri, lahan kosong yang rencananya akan di bangun GOR dan sebelah kanan merupakan kebun singkong (hehe, jadi inget getuk telo). Terus saja kami melaju,, kadang harus sedikit berkelok untuk menghindari jalan yang rusak, atau terkadang memperlambat laju kendaraan untuk menyamankan kami supaya tidak banyak getaran di motor.

Setelah menempuk jarak sekitar 700 meter, terlihat di samping kanan ada perumahan yang sebagian rumahnya sudah dibanguan dan sebagian lagi masih belum di bangun. Yupz, sampai di erfina kencana regency. Belok kanan untuk masuk ke gerbang, aku ajak istriku putar putar sebentar melihat perumahan. Kami menyusuri semua blok perumahan, mulai dari type terkecil hingga type terbesar yang sudah dibangun. Sesekali kami berhenti dan melihat lihat rumah yang sedang dibangun. Melihat bagian dalam rumah yang sudah dibangun. Foto-foto bagian-bagian sudut rumah. Foto kitchen set, foto ruang tamu, keramik, kamar, dll.

Puas foto-foto kami menuju kantor pemasaran yang terletak dekat dengan gerbang masuk.

Di kantor kebetulan ada salah satu pegawai marketingnya yang belakangan biasa kami panggil Mas Uden. Nama aslinya Uden Usman. Dari Mas Uden ini, saya dan istri dijelaskan banyak hal tentang erfina, sama seperti saat aku dan Mas Al ke erfina sebelumnya. kalau aku sich sekedar mendengarkan lagi, aku lirik istriku serius banget mendengarkannya, apalagi kalau lagi pake kacamata, dah kayak profesor. hehehe.

Tak lupa juga, kami di ajak untuk kembali melihat jalan tembus tol sentul yang sudah keliatan tapi belum disambungkan yang tidak tau kapan akan mulai dilanjutkan pembangunannya.

Sejurus aku liat istriku sangat tertarik dengan perumahan ini, sepertinya dia cocok dan suka.

Jujur, waktu itu kami belum 100% deal dan butuh pertimbangan lain dari orang tua. Melihat hal tsb, ada solusi yang ditawarkan marketinya. yaitu kami bisa kasih uang booking awal 1 juta untuk tenggang waktu 3 hari. 3 hari tersebut bisa kami gunakan untuk berfikir ulang, mencari alternatif perumahan yang lain sebagai pembanding. Jika dalam 3 hari kita katakan batal, maka uang 1 juta akan dikembalikan utuh 100% tanpa potongan. Hehmm, not bad i think😀

Akhirnya, kami sepakat dengan book awal 1 juta.

Cieee, sekarang pura puranya milih rumah nih, dikasihlah sama Mas Uden site plan perumahan ini. Type mana yang sudah sold out mana yang masih kosong. Ternyata type 38 sudah sold out brosis. Walah. Type 48 tingga beberapa unit yang belum, itupun posisinya kurang enak. Yang masih banyak pilihan adalah type 58. Tapi ya gitu, harganya mbookkk. Larang!

Karena gak yakin dengan type 58 kami bakal sanggup beli atau tidak, kami sampaikan ke Mas Uden estimasi gabungan penghasilan kami berdua tiap bulannya. Dari hitungan marketing, kami masih bisa ambil type 58, tapi ya gitu amat sangat mepet banget dengan margin gaji kami berdua. Bismillah, man jadda wajada.

Hehehe, kita ‘pilih’ type 58. Hohohoho. Sok sok pilih – pilih lokasi, rumahnya hadap kemana, masih di dalam cluster atau diluar, untung rugi pilih lokasi disini apa, disitu apa dll. Untuk lebih memastikan, kita diajak Mas Uden meninjau langsung calon lokasi rumah kami di type 58. Sampai dilokasi masih tanah kosong ternyata mas bro. Tapi sudah ada beberapa rumah yang dibangun, meskipun lebih banyak tanah kosongnya. Tiang listrik juga sudah berdiri tegak, kokoh. Dari beberapa lokasi kita diberi masukan beberapa tempat yang bagus, termasuk pertimbangan di depan rumah yang tidak terhalang tiang listrik. hehehe. Penting ini.

Setelah berdiskusi dengan istri, kita coba ambil footbal cluster no. 39. Type 58/133 (artinya, luas bangunan 58m2 dengan luas tanah 133m2). Hohohoho. Pueeeedeeeee pooooollll!

Deal dengan tempat, kita booking awal 1 juta. Ehh pas mau bayar, uang di 2 dompet (dompetku dan istri) tidak cukup. hahahaha. Akhirnya kita bertiga(aku, istri, Mas Uden) sekalian ke ATM terdekat untuk booking awal. Perjanjiannya sebagai berikut. Booking awal adalah 1 juta, berlaku untuk waktu 3 hari. Jika Oke, maka setelah 3 hari kita harus transfer 4 juta (total 5 juta) sebagai DP awal. DP awal (5juta), berlaku untuk satu minggu. Jika Oke, maka harus siap untuk  melanjutkan transaksi untuk pembayaran DP 20% dari harga rumah (kita detailkan di next artikel ya, hehehe). Jika tidak jadi, maka 5 juta akan kembali 100%.

Jadi total dengan yang 3 hari, total waktu yang kami dapatkan untuk berfikir ulang serta mencari alternatif tempat yang lebih baik (jika ada) adalah 10 hari. Lumayanlah, dan yang jelas uang kembali 100%. Itu yang penting.

…………. (to be continued)

9 comments on “Rumah (Part 5)

  1. Fifin Abu Hanan
    October 23, 2012

    wah udah siap mo beli rumah ya kang? mantab kang. Aku malah lom kepikiran. Kepikiranku saat ini masih gimana caranya bisa satu atap sama istri sama Hanan. he he. Doakan ya kang.

    • 9ethuk
      October 23, 2012

      Dipaksakan ini kang, kalau gak dipaksa ya kagak akan pernah jadi. Tirakat maneh. hehehe.
      Istri mau diboyong kerja di bandung atau kamunya yang nyari kerja di magetan kang?

      • Fifin
        October 24, 2012

        pengennya di magetan aja kang. Bismillah semoga nanti ada lowongan PNS lagi🙂. Jika memang terpaksa, nanti coba wirausaha. Saat ini ndak kepikiran mboyong ke bandung. Istri dah PW disana.Ndak tega pindah ke suasana baru. Aku sendiri juga pengen hidup di magetan he he.

        Cuma kayaknya masih lama. Ngumpulin modal dulu neh.🙂

      • 9ethuk
        October 24, 2012

        Weeeeeeeeeeee……… Jooooooossssssssss!!!! Aku iri, pengen bisa mbangun magetan tapi ehmm belum kesampaian.

  2. clear
    December 11, 2012

    hati2 dengan marketing uden usman. sy korbannya dari soal diskon sama posisi rumah. pas dibangun bukan lokasi yg anda pilih. sebaiknya cari marketing yg lain. sy sarankan sih cari perumahan lain saja, jika tidak percaya coba cek cluster volley ball (tipe plg kecil), itu satu block udah berencana nuntut erfina krn kualitas bangunan yang sangat buruk.

    • 9ethuk
      December 11, 2012

      Terimkasih infonya. tapi sejauh ini masih on track. Hampir tiap minggu saya sambangi dan liat progress pembangunan. Minggu kemarin sudah masuk pasang keramik, dan so far bagus.

  3. Eko Pranoto Art
    January 18, 2014

    bagaimana kabar rumahnya mas? saya juga ambil di cluster badminton…juga korban Uden, yang banyak janji tapi tidak sesuai

    • 9ethuk
      January 26, 2014

      Hehehehehe, musin hujan pada rembes semua,……. hahahaha,…

  4. anang
    May 2, 2014

    Gimana tinggal disana pak/mas…denger2 banyak rumah yang bocor ya… saya lagi cari rumah daerah pemda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 22, 2012 by in [Perjalanan Hidup] and tagged , , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: