9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

[Technical Concept] Blistering Machine (Part 1)

Bismillah.

Hehe😀 . Kali ini pengen berbagi tentang konsep, mekanisme kerja, design tentang mesin blistering. Sebelum menginjak injak mesin blistering, perlu kita injak dulu apa itu blister😀 . Apa itu blister? kayak gambar berikut yang dinamakan blister

Contoh produk yang ada di Indonesis apa aja? Seperti Norvask, Ponstan, Combantrin tablet, Diflucan, Dalacin, Lincocin, Diabinese🙂🙂😀 yang aku sebutin produk tempat aku kerja, Hehehehe, sekalian promosi rek. Hahaha.

Paling enak, kita bahasnya runut dari barang jadi (blitster) mundur dikit-dikit ke tahapan prosesnya. Kalau temen-temen pernah beli obat yang kemasan paling kecilnya blister (taruhlah beli Ponstan, promosi lagi😀 ), Coba diliat baik baik. Maka akan kita liat ada tablet warna kuning di dalam lapisan bening (1) dan belakang lapisan bening itu ada alumuniumnya. Alumunium dan lapisan bening tersebut menyatu/melekat erat. Dari lapisan yang bening, temen-temen akan liat ada semacan motif emboss garis kotak-kotak/gerigi-gerigi/batik-an/ruster (2) biasa disebutnya. Fungsinga sebagai gigitan melekatnya lampisan bening dan lapisan alumunium. Kalau kita liat dari sisi alumunium, maka akan kita temuai di ujung blister ada penomoran(3) (emboss/agak tenggelam)  semacam coding yang menyebutkan lot.no dan Tanggal kadaluarsa. Dan tentu saja ada tulisan ponstan disana.😀 . Lebih Jelasnya liat gambar berikut

 

 

 

 

 

 

 

 

Semakin jelas khan yang gw maksud? Di pabrik farmasi lapisan bening tsb bisa terbuat dari PVC, PVDC, atau Aclar untuk yang tidak being (biasanya putih susu, untuk produk yang ada spesifikasi khusus terkait cahaya). Lapisan satunya sesuai yang gw sebut sebut diatas berbahan alumunium. Gw gak akan berpanjang lebar mengenai type jes bahan tsb. Yang akan lebih kita bahas adalah ke sisi “Gimana caranya kedua lapisan tersebut bisa melekat erat dan bisa terbentuk pocket/kantong pada lapisan bening sebagai tempat produk?”

Untuk membuahkan blister tentu harus ada : 1. Alat/ mesin blister 2. Bahan (PVC/PVDC, Alumunium, Product) 3. Orang yang mengoperasikan 4. Methode (sebenarnya kalau di bahas satu-satu bakal banyak dan OOT dari judul), saya batasi di empat ini aja yang masih dalam batasan judul.

Pertama alat, kebetulan di pabrik tempat kerja ada 3 mesin yang berasal dari pabrikasi yang berbeda (Famar, Duan Kwei, dan Uhlman). Di Alat ini akan kita bahas mulai dari konsep kerja-mekanisme kerja, kritikal parameter-instrumen, safety, overview kualifikasinya. Meskipun secara kerja teknis mesin berbeda, namun secara konsep proses blistering mirip. Berikut sebagai ilutrasi kerjanya, pembahasan setelah gambar ya🙂

(Gambar diatas)–> Konsep kerja mesin famar

(Gambar diatas)–>Konsep kerja mesin Duan Kwei

(Gambar diatas)–> konsep kerja mesin Uhlman.

Piye cah? mudeng?🙂 Hehe

Untuk mempermudah memahami arti kata-kata yang akan saya gunakan ada baiknya sobat melihat kembali gambar-gambar diatas, trus dibaca keterangan gambar.

Mekanisme kerja, Secara umum ada 4 tahap yaitu Forming —> Feeder (tablet/produk diisi ke forming) —> Sealing-Coding/emboss —> Cutting (untuk konsep logika secara umum, lebih enak pake gambar mesin Duan Kwei diatas). Nah, untuk menjelaskan detail prosesnya, gw akan pakai gambar konsep mesin Famar yang ada nomor-nomornya diatas. Keterangan gambar diatas sbb :

Tarjamahnya sbb:

1. Tempat meletakkan gulungan PVC/PVDC diletakkan

2. Lokasi untuk memansakan PVC/PVDC sebelum masuk ke forming station (forming yang dimaksud adalah membentuk PVC/PVDC menjadi kantong-kantong/pocket tempat obat)

3. Forming station (lokasi untuk membentuk PVC/PVDC yang sudah dipanaskan sehingga menjadi lentur di tiup angin/disebul atau bisa juga disedot menggunakan angin supaya membentuk seperti cetakannya). Cetakan kantong ini menyesuaikan bentung formingnya/bentuk cetakannya. Seperti apa bentuk forming? akan kita bahas lebih detail nanti di bawah.

4. Track-penjepit/drugging? opo iku bahasane, intinya supaya PVC/PVDC yang sudah jadi pocket tidak geser ke kanan kiri dan tetap pada jalurnya.

5,6,7 nah disini yang sama maksud feeder itu, jadi sistem yang membuat produk/obat masuk ke dalam PVC/PVDC yang terbentuk pocket/kantong-kantong dari hasil forming sebelumnya.

8. Camera, fungsinya untuk mendeteksi jika ada kotoran masuk ke kantong-kantong tadi, atau ada produk yangcacat baik patah/retak atau apalah. Ehmm bisa juga di point 8 ini dipasang penyedot debu sepeti di gambar uhlman sehingga produk bebas dari debu/kotoran ringan.

9. Tempat meletakkan gulungan alumunium foil.

10. Proses Sealing, yaitu merekatkan lapisan PVC/PVDC dengan alumunium foil pada suhu tertentu. Di tahap inilah nanti akan terbentuk batikan/ruster sesuai keterangan diatas.

11. Coding/emboss untuk lot no atau exp date. Ehmm.. secara prinsip,coding dibentuk saat kondisi lapisan PVS/PVDC dan Alumunium sudah melekat dan masih panas.  Di beberapa mesin lokasi coding ini bersamaan dengan proses sealing atau cetakan sealing.

12, 13 (13nya kepotong gambarnya😀 , itu loh kotak setelah no.12). Itulah tahap cutting/pemotongan hasil sealing menjadi bentuk potongan blister yang sobat liat di gambar paling atas.

Nah, piye saiki? tambah mudeng ta tambah mumet? hehehe.

to be continued : -Next artikel akan kita bahas kritikal proses/tahapan/kritikal paramameter/kritikal instrumen-

13 comments on “[Technical Concept] Blistering Machine (Part 1)

  1. hafid
    October 28, 2012

    sip mas…tak enteni part 2 ne…
    numpang ijin bukmark

    • 9ethuk
      October 28, 2012

      Siap ndan, laksanakan…🙂

  2. danirachmat
    October 29, 2012

    wuih. teknik banget Mas pembahasannya.

    • 9ethuk
      October 29, 2012

      hehehe, masih belajar ini juga mas. kalau ada gambarnya jadi maknyus mbacanya😀

      ** Jadi mikir, kenapa dulu kuliah farmasi ya? kok gak kuliah teknik aja😀😀

  3. farid
    October 29, 2012

    mas oleh pesen mesin duan kwei 1 gae blisteri kacang domahku.hehe…
    wah penjelasane kerennnn,,,farmasi gae jurusan anyar mas “tekhik farmasi”.hoho

    • 9ethuk
      October 29, 2012

      Aku ra dodolan mesin Rid, emang mukaku koyo sales yo😀 (mirip seh, sithik tapi).
      Tekni farmasi mlebu its opo unar?😀

  4. Pingback: Nyeri Mringgiss…. «

  5. Larasati
    November 30, 2012

    maaf mas klu larass salah ketik, sudah larass perbaiki, maksud larass obat yg palsu yg foto paling atas tapi tadi nulisnya poto diatas…maaf yah….dan maaf juga kelupaan minta ijinnya tadi buru2 offline soalnya….justru malah larass cocok sama obat yg punya mas, makanya pas beli dapat beda gak berani konsumsi dan niatnya tulisan itu biar para pembaca tahu dan lebih hati2 dgn obat palsu yg beredar….begitu maskud larass, maaf yah dan kalau boleh salam kenal yah mas🙂

    • 9ethuk
      November 30, 2012

      Iya iya, gak papa kok laras, mungkin guwe yang salah persepsi aja😀
      happy bloging….

  6. icho
    November 12, 2013

    thx ya, info about blisternya. share mesin famar yg lain dong, kayak penyetripan, mixing, oven, cetak tablet,(serakahhh)..hehe. lagi belajar nihh..

  7. sutajaya
    November 2, 2014

    Klo disederhanain untuk Capsules Home Industry. Maka yang dibutuhkan adalah PVC dan ALUnya. Pemanas menggunakan Setrika.
    Yang jadi masalah apakah PVC dan Alunya beredar dipasaran. Dan dimana bisa membelinya???.
    Ojo Ruwet ruwet ruwet mas.
    Trims. Lanjut terus

  8. Rudi
    April 23, 2016

    uhlman jenis B1330 kah itu mas, ni di perusahaan mana mas ? pake uhlman juga ?

  9. selpi
    May 31, 2016

    mas… perbedaan dari ketiga mesin di atas apa ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: