9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

[Technical Concept] Blistering Machine (Part 2)

Bismillah.

Di ulasan sebelumnya, kita sudah membahas proses flow mekanisme kerja mesin blistering. Sesuai janji saya, kali ini akan kita uprek-uprek parameter kritis dari masing masing tahapanya. Ada 4 bagian penting yang akan kita ulas, Forming,  Feeding-Camera-Dust Extractor (Satu paket), Sealing-Coding, Cutting-Reject Device.

Forming. secara design, proses forming terdiri daru 2 tahapan. Pertama tahapan memansakan PVC/PVDC pada suhu tertentu sehingga menjadi lentur sehingga mudah dibentuk (1), kemudian dilanjutkan dengan pembentukan forming ini ke cetakan forming(2). Pada saat memanaskan sudah jelas bahwa faktor kritikalnya adalah suhu, maka sensor suhu menjadi instrument kritikal yang harus terkalibrasi. Untuk besaran suhu yang digunakan, saya lebih cocok melihat ke CoA (Certificate of Analysis) dari bahan PVC/PVDC. Atau ke MSDS bahan tsb. Dari 2 dokumen itu kita bisa memperkirakan ketahanan bahan terhadap suhu. Selain 2 data tsb ketebalan bahan juga berperan terhadap ketepatan proses pemanasan.

Hati-hati dengan proses pemanasan ini, ada banyak kasus ketika PVS/PVDC di panaskan terlalu lama akan mempengaruhi daya lekat saat proses sealing, sehingga berpengaruh pada test kebocoran. Kadang pemanasan terlalu lama ini tanpa disadari oleh operator, atau memang mesin yang digunakan tidak support sistem stop-go jika over heat. Kapan biasanya terjadi over heat? saat mesin berhenti karena sesuatu hal. Ehmm logikannya begini, taruhlah suhu yang digunakan 200 degC dengan kontak time (waktu pemanasan PVC/PVDC dengan plat pemanas) saat jalan normal adalah 5 detik. Jika mesin berhenti dan heater/pemanas tetap ON maka tanpa kita sadar, pada lokasi yang sama tetap terpapar panas lebih dari 5 detik. Jika terlalu lama terpapar, akan merusak PVC/PVDC dan berpengaruh ke proses sealing(pelekatan dengan gulungan alumunium). Jika mesin anda masih manual, caranya tandai pada bagian yang terpapar panas lama ini atau jika mesin dah canggih biasanya akan langsung berhenti proses pemanasan.

Kedua, pembentukan kantong-kantong tempat produk/obat diletakkan atau biasa disebut pocket obat. Sesuai keterangan diatas, setelah PVC/PVDC dipanaskan dan menjadi lentur, maka PVC/PVDC akan mudah dibentuk sesuai cetakan yang ada. Ada setidaknya 2 cara pembentukannya yang saya tau. Yaitu bisa dengan proses sedot dan ada yang proses tiup. Opo kuwi sedot-tiup? Jadi plat forming ini ada 2 lapis. Forming atas dan forming bawah (design plat)  atau untuk yang design roller/tabung maka juga akan ada 2 lapis roller (lihat gambar berikut).

Ibaratnya bikin cetakan kue, maka satu lapis akan cembung ke bawah dan lapis satunya datar. Nah, untuk forming atas biasanya hanya sebagai penahan, sedang yang bawah ini berfungsi sebagai pembentuk pocket. Apa hubungannya dengan sedot tiup?😀 hehehe. salah satu dari lapisan ini akan di buat lubang angin. kalau sistem sedot, maka lubang angin akan dibuat di bagian yang cembung ke bawah/pocket. Saat pvc/PVDC yang lentur (karena panas) lewat. Maka kedua lapis forming ini akan menyatu, saat menyatu angin dari lubang pocket akan menyedot sehingga PVC/PVDC akan membentuk diri sesuai cetakannya. Kalau sistem tiup tinggal kebalikannya, yaitu angin di tiupkan dari sisi plat penahan (yang datar/forming atas) ke lubang pocket di sisi forming bawah. hehehehe, bingung?

Setelah terbentuk pocket/kantong-kantong tempat bikin obat, biasanya mesin dilengkapi pendingin PVC/PVDC, hanya sekedar untuk mempercepat proses dingin kembali si PVC/PVDC yanhg sudah terbentuk kantong-kantong tsb. Khan gak lucu kalau sudah akan dimasukkan obat/tablet ke pocket-pocket tadi eh, masih panas/lentur. Harus segera mengeras kembali.

Permasalahan yang biasa dihadapi adalah pocket tidak terbentuk sempurna, kemungkinana ada beberapa penyebab, anatara lain : Suhu kurang pas (bukan kurang panas ya), saat PVC/PVDC dihimpit plat forming atas dan bawah masih ada celah sehingga angin yang menyedot-atau meniup keluar lewat celah tsb sehingga bentuk forming tidak sempurna, tekanan angin yang kurang kuat, ada keainan di mesin yang membuat dudukan plat forming atas/bawah tidak datar, ada cacat di forming atas/ bawah, atau penyebab-penyebab yang lain. Ehmm, intine nek wes nyerah panggil engineering😀

Satu lagi yang pengen saya share di tahap ini, yaitu sistem yang menggerakkan forming bagian bawah atau atas di beberapa mesin berbeda. Ada yang roller sistem gencet, ada yang naik-turun pake sistem hidraulik, ada juga yang naik turun pake sistem kekanik. Ehmm, opo ae kuwi? kalau bongkar mesin baru keliatan bedanya, kalau pengen tau bedanya, silakan bongkar mesin anda😀 dipentungi bossmu. Atau tanya aja ke engineering. Ehmm intinya, anda harus tau sistem naik turunya ini fix atau bisa di adjust, sehingga bisa menjadi salah satu alternatif trobleshouting (bener gak tulisannya? :D) jika mengalamai kendala di pembentukan pocket forming.

to be continued – Next Tentang sistem feeding-canera inspection-dust extractor-

2 comments on “[Technical Concept] Blistering Machine (Part 2)

  1. danirachmat
    November 2, 2012

    nyimak aja Mas. Kaga ngerti soalnya..😀

    • 9ethuk
      November 2, 2012

      Wakakakakaka,….. Jooosss…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: