9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

7 Alasan Makan di Warteg ‘Dewi’

Bismillah.

Banyak orang yang gengsi, gak level, jijik makan di warteg. Ehmm, tapi kali ini aku akan mbahas justru sebaliknya, kenapa lebih memilih warteg dari pada tempat lain. Ehmm tulisan ini sangat subjective, karena hanya berdasar pada pengalaman gw yang sering makan di warteg.😀 , jamaah wartegiiyah😀😀 . Sebagian besar orang ngeliat warteg identik dengan tempat makan para tukang becak, tukang ojek, buruh bangunan, supir bajay, sopir truck, supir angkat, dll (Wuichhh kok apal? hahahaha, sering ketemu mereka mas bro pas makan di warteg😀 ). Ya bener sich,.. Tapi satu hal yang jelas, gw akan makan di warteg yang jelas tempatnya, bersih, dan terpercaya. Maksudnya terpercaya berdasarkan rekomendasi temen. Kalai nyari sendiri sich biasanya aku pilih dibungkus dulu, sambil ngeliat lingkungannya bersih tak, kondisi wartegnya dll. Kalau wartegnya bagus, why not? Emang ada warteg yang bersih, bagus, makanan bersih? ADA mas bro! Banyak.

Gw kenal warteg ini dari temen gw yang sebekumnya tinggal di daerah salemba, nama wartegnya warteg dewi. Lokasinya di percetakan negara, ehmm lupa alamat tepatnya. cari aja disana.😀 , mungkin tidak semua warteg memiliki apa yang gw sebutin dibawah ini, tgg alasan makan di warteg. Tapi setidaknya sebagian besar warteg menyediakannya. Gak perlu panjang lebar, langsung sajo :

1. Bisa makan sambil baca koran gratis😀 , kebiasaan sejak kuliah nich. Nyari warung makan yang menyediakan koran harian. Makannya 10 menit baca korannya setengah jam😀

2. Ada tisue gratis😀 , hehehe ini mah standart kali ya

3. Tusuk gigi gratis, secara gw sering slilitin (bahasa indonesiane sliliten opo?) , dah kayak makan di restoran aja. Tusuk gigi dikasih gratis😀

4. Mau nambah sambel, cabe rawit gratis, kecap dan saus juga gratis. Meskipun gratis tapi jangan minta buat dibungkus bawa pulang ya😀

5. Menu makanannya banyak, sayurnya macem-macem, lauknya mulai dari ikan darat sampai ikat laut, camilannya juga banyak,.. gak mboseni. Tapi ya gitu meski banyak dan bermacam-macam, karena yang masak satu orang rasanya agak agak mirip😀

6. Gak ada PPN 10% mas bro, hahaha ini yang penting. Secara, kalau beli di minimarket, harga yang tertera di siplay itu belum di tambah 10%!, di Hokben, Di hanamasa, di J-co, Solaria, dll masih ketambahan 10% PPN. Sedih, makan aja kok ya ada pajaknya.

7. Harga mas bro, relatif bersaing dan cenderung lebih murah. Paling tidak lebih murah 10%, hehehe. Tapi ati-ati juga mas bro, kalau beli eh kok harganya murah banget. Ayamnya ayam beneran tak tuh, jangan-jangan ayam mati lagi (ya iyalah ayam mati, masak ayam di goreng pas masih hidup😀 )

8. Latihan bahasa jawa mas bro, hahaha secara gw orang jawa biar gak ilang kosakatanya makan di warteg pake bahasa jawa. Hehehe

9. Bisa pake uang receh mas mbak,😀 yang ini gak perlu dijelaskan, dah banyak postingan tentang uang receh sebelumnya😀

10. Fasilitas TVnya juga ada kok bang, tenang aja. Dan hampir semua warung makan sekarang mah ada TVnya. Dan anehnya, kok ya yang sering di puter mesti Indosiar..!! pas acara khas ala sinetron indosiar gitu. Heran!!

11. Bisa ngutang dulu, tar gajian di bayar. Hahaha, ini mah kalau dah kenal, dulu pas kerja di cikarang pemilik warteg menyediakan jasa seperti ini. Mana ada warng lain yang mau coba?!! Keren.

12. Minum air putihnya gratis mas bro, mau ngabisin satu teko juga gak papa. Asal jangan ke warteg cuma numpang minum, apalagi bawa botol minum kosong buat isi ulang, mentang-mentang gratis😀

13. Jumlah nasi bisa menyesuaikan permintaan pembeli, mau setengah, 1 porsi, atau jumbo porsi😀

Tapi pesen guwe yang diatas tolong di note ya bro. Tetep jangan makan di semabarang warteg lho, kalau masih sanksi mending bungkus dulu sambil observasi. Kesehatan kita tetep urutan pertama, bukan berarti makan di warteg tidak sehat, tapi harus pinter-pinter nyari wartegnya. Kalau butuh konsultasi warteg bisa hubungi gw😀😀. atau langsung aja call jama’ah wartegiyah. Ehhmm, gak jadi 7 ternyata, malah jadi 13, hahahaha. Kalau mas dan mbak punya pengalaman makan di warteg, monggo di share. Eits jangan lupa baca bismillah sebelum makan.🙂 Ngapunten menawi wonten kalepatan (9ethuk).

15 comments on “7 Alasan Makan di Warteg ‘Dewi’

  1. henny prasetia
    October 30, 2012

    hahhahaa,,kayaknya aq taw deh mana warteg dewi mas,,pernah makan

    • 9ethuk
      October 30, 2012

      jama’ah warteqiyah detected🙂
      Kok gak pernah ketemu aku bu,..

  2. Andik Rasida
    October 30, 2012

    Selamat menikmati dan jangan lupa untuk bayar ya

    • 9ethuk
      October 30, 2012

      Iya mas, aku bayar kok, pake uang receh🙂

  3. Ely Meyer
    November 1, 2012

    aku dah lama nggak makan di warteg, neng kene ora ono soale 😦

    • 9ethuk
      November 1, 2012

      Hehehehe, bikin warteg aja mbak, sekalian bisnis🙂

  4. danirachmat
    November 2, 2012

    ngacung-ngacung. sayah juga suka makan di warteg. lebih ramah lingkungan dan ramah sosial..

    • 9ethuk
      November 2, 2012

      Xixixixixi,.. sampek ngacung segala kang mas ini. Jamaah warteqiyah juga ternyata,..

  5. Rawins
    November 3, 2012

    aku malah kangen makan di warteg wooooi…
    tinggal tekan layar touchscreen terhidang deh macem macem lauk enyak enyakkk

    bete di hutan makannya ikan mulu tiap hari…

    • 9ethuk
      November 3, 2012

      Kalau di hutan, beli ikan di warung or disediakan? kalo ada warteg di hutan, yang ngelayanin orang beneran atau orang utan ya kang?

      • Rawins
        November 3, 2012

        makan disediakan mess perusahaan. jadinya apa adanya gabisa pilih pilih. payahnya variasi menunya kurang. makanya suka bete tiap waktu makan ikan. hehe

  6. DEWA
    August 7, 2014

    gw saat merantau thn 1997 – 2001 sngt suka makan di warteg. murah tp enak. dlu rp3500 pkai paha ayam. gw paling suka. dg sayur kentang dan timun. gw thn 2010 ke perantauan lg pkai paha ayam rp7000. naik.

  7. DEWA
    August 7, 2014

    apalagi yg jualan warteg org nya manis dan msh jomblo.

  8. iga
    February 26, 2016

    apa lagi sekarang warteg ada yg buka 24 jam udah kaya mcd sama kfc

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 30, 2012 by in [Opini] [Reportase] [Analogi], [Tips] [Trik] and tagged , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: