9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Belajar Bisnis Bajay dari Abang Bajay

Bismillah.

Kemarin (31 Oct 2012) naik Bajay dari Rawasari ke arah stasiun senen. Mau pulkam ke surabaya. Deal-dealan harga, Rp. 15.000,-. Deal.

Ngobrol dikit sebagai basa basi, eh kayaknya sopirnya welcome kalau diajak ngobrol, ya wes aku tanya seputar masalah bajay. Aku akan rangkum menjadi 2 hal, pertama mengenai Bajaynya sendiri dan kedua tentang bisnis Bajaynya sendiri. Dari ngobrol sepanjang perjalanan sekalian menikmati macet, aku dapat info tentang mesin bajay sebagai berikut.

Bajay biru itu cc-nya 185 kalau yang merah 180. Bahan bakar kalau yang biru sudah pake BBG kalau yang merah belum. Secara mesin kata abangnya, bajay biru suaranya seperti mio kalau yang merah mirip RX-King, hahaha ada ada aja abangnya ini, tapi ya mirip seh suaranya. Heran dengan after salesnya, aku tanya juga spare partnya, kata abangnya spare part melimpah, gampang nyarinya. Wuich keren juga ya.

Sekarang lanjut ke bisnis bajay ini sendiri, aku tanya abangnya, “berapa harga bajay ini bang?” (kebetulan aku naik bajay biru).

“Seratur dua puluh juta bang” kata abang bajaynya.

“Wuichhh.. mahal banget bang? Kok bisa? aku kita 35an juta aja” kataku sedikit nenyangsikan.

“Ya karena buat bisnis mas, makanya mahal, bisa buat beli xenia itu mas” jawab abang. “bahkan sekarang naik terus mas, dulu harganya 95 juta, naik 5 juta, trus naik 10 juta, eh naik lagi jadi 120 juta” terang abangnya lebih detail.

“Lha terus, abang sewa bajay buat harian bang atau beli kredit?” tanyaku lagi.

“Saya beli satu tahun lalu ini mas, pake sistem kredit” jawab abangnya.

“Sebulan berapa bang setorannya? atau harian?” tanyaku masih penasaran.

“Sistemnya harian bang, sehari nyetor 120ribu” kata abangnya.

“Waw, lumayan mahal ya bang, trus bensin atau gas habis berapa liter sehari bang?” tanyaku lagi dan lagi. “Bukan liter mas, tapi sistemnya unit (kayak tabung gas gitu), jadi sehari beli 2 unit, satu unitnya 30 ribu” jelas abangnya detail.

“Lha kalau macet gimana itu bang?” buruku lagi. “Hahaha, ya pinter-pinter ngatur aja bang” jelas abangnya.

Hehmm, secara matematika pengeluaran harian abangnya adalah : setoran 120rb + BBG 2 unit 60rb + Makan sehari taruhlah 20rb = total 200rb sehari (belum roko kalau yang ngerokok). Hehmm, taruhlah perjalanan rawasari ke senen perjalanan waktunya adalah 30 menit. PP 1 jam. Jadi untuk memenuhi kebutuhan sehari si abang bajay harus melakukan perjalanan 10 jam dari rawasri ke senen dengan tarif 20 ribu. Jika sehari dia hanya jalan sekitar 14 jam (jam 7 pagi sd jam 9 malam) maka keuntungan yang didapatkan adalah selama perjalanan 4 jam bersih. Itu kalau sehari 14 jam, jika kurang ya semakin sedikit.

Nyampek senen akhirnya aku kasih 20rb gak jadi 15rb, 5 rbnya untuk ilmu perbajayan diatas.🙂

Moga bermanfaat, sumanggaaken dipunwaos. Jika brosis punya pengalaman menarik seputar perbajayan silakan di share.

14 comments on “Belajar Bisnis Bajay dari Abang Bajay

  1. Ely Meyer
    November 1, 2012

    wow .. nggak nyangka harga bajay semahal itu

    • 9ethuk
      November 1, 2012

      Aku juga kaget mbak, apa karena bangnya kredit selama 3 tahun kali ya?

      • danirachmat
        November 1, 2012

        beneran kaget. Sama sama sampean mas. Kirain cuman 35 jutaan.
        daripada beli bajaj mending xenia kali ya, bisa direntalin..😛

      • 9ethuk
        November 2, 2012

        Betul juga ya mas, mending rentalin xenia. Gak tau lagi kalau pertimbangan pajak dll-nya. Aku lupa gak nanya.

      • Ely Meyer
        November 2, 2012

        nggak tahu ya, waktu aku sama suami naik bajay 2 thn lalu di jkt, kok sdh spt tua banget ya , nggak nyangka harganya semahal itu

      • 9ethuk
        November 2, 2012

        Kayak e sampeyan naik yang bajay nerah mbak, bukan yang biru. Kalau yang biru mah bagus mbak, gak keluar sapa dan pake BBG. Cubaen ta🙂

      • Ely Meyer
        November 2, 2012

        iya bener, kami memang naik yg merah, yg biru belum pernah, emang lbh bagus ya ? kok kami nggak lihat ya yg warnanya biru ? nyobain ya nanti kalau ke sana lagi😛

      • 9ethuk
        November 2, 2012

        Siaaappp….!

  2. Fifin Abu Hanan
    November 2, 2012

    iya bener. ternyata harga bajay muahhaaal. Tapi jika sudah selesai kreditnya kan penghasilannya lebih maknyus kang.

  3. Rawins
    November 3, 2012

    kita memang harus mau buka kacamata dan pinjem kacamata orang lain biar bisa melihat sesuatu yang tak pernah terlihat dari kacamata kita
    siapa sangka kalo abang bajaj lebih kaya dari kita yang perlente tapi baru mampu kredit motor doang..
    *plus suka nawar kalo naek bajaj…

    • 9ethuk
      November 3, 2012

      garis keras rek, Hehehe. Mulai sekarang naik bajay serasa xenia. Matur suwun kang mas, pun sudi mampir.

      • Rawins
        November 3, 2012

        berarti kalo naik xenia, berasa bajaj dong..?

      • 9ethuk
        November 3, 2012

        Paling tidak, kalau pas naik xenia ketemu bajay, kita sapa “hai bro..”😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 1, 2012 by in [Bertemu] [Reuni] [Kumpul], [Catatan Harian], [Opini] [Reportase] [Analogi] and tagged , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: