9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Harun Ar-Rasyid VS Kisah Seribu Satu Malam-Abu Nawas (Part 1)

Bismillah.

Postingan kali ini memang agak berat dari sisi muatan isinya. Niatan menulis ini hanya sekedar untuk meluruskan sejarah, supaya setiap orang yang membaca memiliki pandangan yang objective dari sudut pandang sejarah yang tepat. Seperti yang kita sepakati bersama, bahwa pencemaran nama baik, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi adalah salah, dan harus diluruskan. Dari judul diatas, maka sudah jelas, hal yang akan saya bahas adalah usaha guwe pribadi menurut ilmu yang guwe punya untuk mencoba melihat korelasi antara Harun Ar-Rasyid, khalifah Umat Islam pada abad ke 2 hijriah dihubungkan dengan kisah cerita seribu satu malam dan kisah-kisah Abu Nawas. Seperti yang kita tahu (kalau yang belum tau, ya ini sekalian guwe kasih tau, heheh), di buku cerita seribu satu malam dimana Raja Harun Ar-Rasid banyak disebut di kisah-kisah tersebut,bahkan menjadi tokoh utama. Tidak hanya di cerita seribu satu malam, di buku-buku jenaka Abu Nawas pun banyak disebut Raja Harun Ar-Rasyid disana. Benarkah  Raja Harun Ar-Rasyid memang bertemu dengan Abu Nawas? Benarkah Harun Ar-Rasyid tokoh utama yang sering-sering di sebut di buku Cerita seribu Satu Malam tsb?

Postingan ini, merupakan resensi singkat dari Buku karangan DR. Syauqi Abu Khalil yang berjudul Harun Ar-Rasyid, Amir Para Khalifah dan Raja Teragung di Dunia. Buku yang tebalnya 360 halaman tsb baru selesai aku baca tadi malem😀 , dan memang aku berniat menuliskan sejak pertengahan awal membaca buku ini.🙂

Harun Ar-Rasyid, lahir di tahun 150 Hijriah, diangkat menjadi Khalifah di tahun 170 H dan meninggal di tahun 193 H, hidup selama 45 tahun dan memerintah selama 23 tahun.

Harun Ar-Rasyid, sejarah mencacatat bahwa kekuasaan belian membentang disemua timur tengah, eropa, africa bahkan merambah ke asia. Raja yang sangat dermawan bersedekah, namun jika berhaji beliau jalan kaki. Raja yang menggaji untuk setiap penyalin buku sebesar 2000 dirham sebulannya (140 juta saat ini) untuk kepentingan perpustakaan terbesar di dunia pada jamannya. Raja yang saat belia meninggal masih mewariskan baitul mall sebesar 900.000.000 dinar (1 dinar senilai 2.2juta saat ini, silakan dihitung sendiri jumlahnya🙂 ). Dan memang pada masa pemerintahan beliau, Pemerintahan islam (saat itu pemerintahan islam seluruh dunia dalam satu kenadali kekhalifahan) mencapai masa keemasahan, puncaknya masa kejayaan.

Kenapa bisa mencapai masa kejayaan? sebab yang hidup di masa itu juga erupakan orang-orang besar dengan ilmu dan keagamaan yang besar pula. Siapa saja yang hidup di masa itu? berikut sedikit yang saya tuliskan :

1. Jabir bin Hayyan Al-Kufi (Bapak Ilmu Kimia, di barat terkenal dengan nama Jaber)

2. Al Hasan bin Al-Haitsam (ilmuwan hebat tentang Mata)

3. Iyadullah Al-Battani (Ilmuwan Falaq)

4. Al Khuwarzmi (Ilmuwan matematika yang semua umat mengenalnya, penemu aljabar dan angka “0”  (nol))

5. Abu Hanifah Ad-Dainawari (ilmuwan tumbuh-tumbuhan)

6. Imam Malik (Masih inget pelajaran pas SMP, tentang 4 mahzab Yaitu Mahzab Hambali, Maliki, hanafi, dan Syafii’? Iamam Malik adalah Imam Mahzab Maiki)

7. Imam Syafii (Iamam mahzab Syafii’)

8. Al-Fudhail bin ‘Iyadh, Abdullah bin Al-Mubarak, dll masih banyak lagi….

Dari tokoh-tokoh yang saya sebutkan diatas, maka bisa guwe katakan ilmu pengetahuan dan ilmu agama sama sama pesatnya. Bahkan Pada masa tersebut, di Ibu kota Bagdad didirikan Perpustakaan terbesar di dunia pada zamannya  yaitu perpustakaan “Bait Al-Hikmah”.

Perlu diketahui juga, bahwa Imam Malik adalah gurunya Harun Ar-Rasyid, dan Imam Malik pernah menilis surat ke Harun Ar-Rasyid yang sangat sangat lengkap baik mulai pemerintahan hingga hal yang ecil dan teknis seperti tatacara masuk kamar mandi, tata cara makan, tata cara buang ingus dll. Sangat lengkap di tulis di buku yang saya baca ini, bahkan menghabiskan hampir 50 halaman sendiri untuk menuliskan surat dari Imam Malik tsb.

To be continued-

9 comments on “Harun Ar-Rasyid VS Kisah Seribu Satu Malam-Abu Nawas (Part 1)

  1. Fifin
    November 3, 2012

    Subhanallah. jadi penasaran dengan bukunya. Pinjem kang he he..

    • 9ethuk
      November 3, 2012

      Boleh, silakan mampir😀

  2. Pingback: Harun Ar-Rasyid VS Kisah Seribu Satu Malam-Abu Nawas (Part 1) | muslimabadbaru's Blog

  3. Rasyid
    July 14, 2013

    Thanks info y

  4. Sapto
    September 18, 2013

    Jual Buku Hikayat 1001 Malam 1 set/Jilid 1 sd 4
    Harga normal Rp. 625.000,-
    Harga diskon Rp. 350.000,-
    (langsung dari penerbit)
    Gratis ongkir wilayah DKI Jakarta,
    Luar DKI Jakarta sesuai tarif ekpedisi.
    Pembayaran bisa COD untuk DKI Jakarta
    Untuk cover buku dpt dilihat di http://www.qisthipress.com
    Keterangan lebih lanjut : Qisthi Press Jl. Melur Blok Z No 7 Duren Sawit Telp. 021 8610159 Cp. Sdr Sapto Hp.0818150579 (sms only)
    PENAWARAN BERLAKU SAMPAI STOK HABIS

  5. Rahmadi dohoi
    February 5, 2014

    Ass dimana bisa mendptkan buku ini?

  6. Novi Ika
    November 7, 2015

    ane cari ke toko buku solo gax ada bos

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: