9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Belajar Jujur, Kejadian Langka di Negeri Ini

Bismillah.

Teringat kejadian saat mereview Overtime temen-temen operator. Ada operator yang sudah habis jatah cutinya, dan sayangnya bentar lagi juga habis masa kontrak ke 3-nya.

Pas lagi di loker, aku mau buka baju ganti baju kerja pabrik, dia menghampiriku.

“Pak, kemarin saya tidak masuk 2 hari karena ada interview dan test kerja. Dan jatah cuti saya sudah habis. bagaimana ya Pak? Apakah saya pakai surat keterangan sakit dari dokter saja?” Tanya dia kepadaku dengan agak-agak malu campur takut gimana gitu.

“Jangan pake surat dokter, tulis aja Alpa (gak masuk kerja tanpa keterangan) nanti tinggal potong gaji” kataku jelas. “Asal gak lebih dari 5 hari berturut-turut kamu gak akan dikeluarkan secara paksa, tenang aja. gak papa” Jelasku lagi. Dan memang secara ketentuan seperti itu.

Satu hal yang aku salut dari dia, Dia berani bilang jujur pada saya, dengan segala resiko yang dia tidak bisa duga terhadap keputusan atasannya. That was wonderfull buatku. Sebab sangat jarang orang jujur di negeri ini, dan lebih sangat sedikit orang jujur yang berani. Aku juga masih belajar tentang jujur yang berani dan berani jujur ini.

Jadi ingat, dulu pas SMP, jadwal hari senin pake celana biru atasan putih. Celanaku hilang entah kemana. Malu sebenarnya berangkat sekolah, orang tua yang hanya guru SD saat itu tidak bisa membelikan cepat, dan memang baru diketahui pagi saat akan berangkat sekolah. Bapakku bilang ” Sudah, berangkat sekolah. Nanti langsung kamu ke gurumu minta maaf karena pake celana putih (seharusnya biru).” Aku berangkat sekolah.

Sampai sekolah aku langsung menuju kantor wakil kepala sekolah, minta maaf pakai celana putih yang seharusnya biru. Masih SMP waktu itu, takut campur malu bukan main rasanya. Tapi setelahnya PLONGGG!!!! gak ada beban sama sekali.

Jadi inget lagi, pas dulu mau pindah kerja dari pabrik sebelumnya. Saat akan interview, aku minta ijin gak masuk ke managerku, ditanya ama Managerku ” Mau kemana An?” . “Saya ada interview kerja di pabrik ini, alamatnya disini Bu” Jawabku mantab. Tanpa aku duga, ternyata Managerku adalah EX. karyawan dimana aku akan interview tsb. Hahahahah dodolllll. Isin masbro.

Ditanya lagi ama managerku, “Posisi apa An?”. ” Posisi Supervisor Bu (Saat itu aku masih staff)” jawabku agak-agak malu. “Ohh, gak papa silakan aja, asal posisinya lebih tinggi dari kamu disini aku dukung, tapi kalau sama aja posisinya gak aku ijinkan”

Wooooowww banget gak seh?! Meskipun gak semua manager seperti itu🙂

Back lagi kecerita paling atas tentang operator yang jujur diatas, dari sana kita bisa berkaca. Bahwa, tidak ada yang tidak bisa dicurangi di negeri ini. Dan aku yakin banyak yang melakukan hal ‘Tidak Jujur” sebenarnya. Boleh-boleh saja kita main aman, tapi bukan berarti menjadi lampu hijau untuk tidak jujur. Guwe masih harus banyak belajar tentang kejujuran ini.

Aku ingin mendidik anakku untuk jujur, sepahit apapun resikonya. Bagiku, jika kita sudah mengatakan semuanya dengan jujur, tidak perlu lagi kita ingat-ingat apa yang sudah kita katakan.

Ada yang punya pengalaman menarik terkait belajar jujur?

6 comments on “Belajar Jujur, Kejadian Langka di Negeri Ini

  1. Ely Meyer
    November 8, 2012

    jujur itu krn kebiasaan juga ya, kalau nggak biasa jujur ya begitu kayak makan dan minum, oke oke sj tanpa merasa bersalah, beda kalau biasa jujur, seklai melakukan kebohongan akan nggak bisa tidur orgnya.

    terus terang di sini banyak sekali kutemui kejujuran di mana mana, dari masyarakat sini termasuk suamiku, aku juga selalu berusaha untuk jujur yg kadang kalau hal ini kuterapkan pas liburan di tanah air sana, sering bentrok dgn kebiasaan yg ada, tapi tetep kulakukan, krn aku tidak mau membohongi hati dan pikiran juga orang orang yg ada di sana,

    • 9ethuk
      November 8, 2012

      Keren, ternyata kita tidak sendiri untuk ‘membiasakan’ jujur… Makasih mbak sharingnya.

  2. Ely Meyer
    November 8, 2012

    sama sama, kalau mnrt pengalamanku berusaha jujur dalam situasi apapun, walaupun pahit di depannya, tapi selalu membuat hati tenang dan lega akhirnya

    kalau kuceritakan ttg kejujuran masyarakat sini pasti mengular deh ceritanya krn banyak sekali

    sama sama, makasih juga sudah nulis postingan keren di atas, karena jarang ada yang nulis ttg hal ini disertai contohnya🙂

    • 9ethuk
      November 8, 2012

      Makasih Mbak, ditunggu cerita ‘mengularnya’ meskipun sampai jadi naga (gak cuma ular), aku mau baca deh cerita tentang kejujuran di sana Mbak.

  3. aqomadin
    November 12, 2012

    1001 kejujuran, klo kata mbak ely mah hehe…
    bener bang, tanamkan kejujuran kepada anak-anak…. anak jujur klo udah gede biasanya berjiwa pemberani

    • 9ethuk
      November 12, 2012

      Yupz betul bang, semua berawal dari kebiasaan sejak kecil, sehingga menjadi karakter🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 8, 2012 by in [Catatan Harian] and tagged , , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: