9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Kenapa Orang Dulu Banyak Anak [Analisa Kritis :) ]

Bismillah.

Banyak pertanyaan dalam diriku, kenapa orang dulu kok banyak ya anaknya? padahal sama-sama orangnya. Dibanding dengan sekarang, ‘sepertinya’ ‘membuat’ anak itu hal yang menjadi permasalah tersendiri, kisah-kisah yang diangkat di media cetak, iklan-iklan obat adalah terkait hal-hal bagaiamana supaya bisa hamil cepat, cara mempercepat pembuahan sel telur dll. Bahkan saya juga mengalami, harus ‘menunggu’ 5 bulan untuk bisa ‘menghamili’ istri🙂

Ada fenomena apakah ini?

Akhirnya, setelah sekian lama bertanya-tanya, tadi siang aku mendapat jawaban yang benar-benar bisa ditangkap secara logika dan nalarku tentang Kenapa Orang Dulu Punya Banyak Anak? Jawabannya sangat simple, sebab jaman dulu belum banyak listrik masuk desa, belum banyak mall, belum ada bioskop,  belum banyak orang punya TV, belum banyak punya internet, belum banyak punya PS, belum banyak punya komputer, belum banyak punya Handphone, belum banyak punya tablet, dll.

Wadalah, apa hubungannya An?

Jadi begini, Saat ini, suami istri bekerja adalah hal yang biasa. Ataupun semisal hanya suami yang bekerjalah. Berangkat kerja pagi, pulang kerja malam, taruhlah sekitar maghrib sampai isya baru nyampek rumah. Apa yang akan kita lakukan? Saya yakin sebagian besar akan melakukan aktivitas melepas lelah kerja, mencari hiburan, seperti, pergi ke mall, pergi ke bioskop, melihat TV sambil leyeh-leyeh, bikin postingan di blog, bales comment-comment, main PS, main game online, sekedar browsing internetan, mainin game hingga merasa lelah, ngantuk trus bobok deh. Eh udah pagi, kerja lagi. Intinya kita memiliki lebih banyak pilihan hiburan setiap waktunya.

Ehmm, bayangkan dengan orang dulu, saat listrik masih belum banyak bisa dirasakan? selepas lelah sesiangan bekerja, apa hiburan yang mereka dapatkan? mall? bioskop? blogging? comment-comment di blog? main PS?😀 gak ada itu semua, la wong memang listrik belum masuk rumah. Apa hiburannya? Ya melakukan ‘itu’😀

Bayangin aja kalau hiburan itu dilakukan setiap hari? artinya angka percobaan melakukannya semakin banyak, maka bisa dipsatikan angka ‘keberhasilan’ terjadinya hamil akan besar juga khan?😀

Hehhmmm, semakin berfikir keras, jika benar-benar tidak ada pilihan hiburan, berarti harus pintar pintar memvariasi satu-satunya hiburan yang ada, pantesan orang dulu jarang sekali ada kasus cerai. Ikatan hatinya menyatu banged pastinya ya Mas Bro. Mohon maaf jika diawal belum dikasih tag#Dewasa🙂

Bagaimana pendapat sampeyan-sampeyan? Monggo di share pendapatnya.

20 comments on “Kenapa Orang Dulu Banyak Anak [Analisa Kritis :) ]

  1. hilal
    November 15, 2012

    kalau analisis saya, karena orang-orang dulu bikin anak itu tak ubahnya seperti investasi. Itu adalah jaminan masa depan yang lebih baik, sebab ketika dia sudah pensiun dari kerjanya, anak-anaknyalah yang akan merawatnya… :p

    • 9ethuk
      November 15, 2012

      Percobaan investasi yang dilakukan secara terus menerus😀

  2. ririsnovie
    November 15, 2012

    Hmm..hmm..kalau dilihat dari segi kesehatan gimana mas? Makanan yang kita makan sekarang banyak yg tidak sehat drpd makanan yg dimakan orang-orang dulu. Tapi aku blm paham sih hubungan langsung makanan dengan tingkat kesuburan. hehe..

    • 9ethuk
      November 16, 2012

      Nah, itu yang aku juga harus banyak baca lagi Ris. Tapi secara logika, ada dampak juga. tapi seberapa besar effectnya harus dibuktikan dengan penelitian ilmiah. Sory, aku gak bisa jawab pertanyaanmu.

  3. genthuk
    November 16, 2012

    ini ada juga lho di bukunya Laskar Pelangi. Andrea Hirata atau si Ikal juga bilang begitu, karena tidak ada hiburan yang lain makanya hiburannya ya itu………..

    • 9ethuk
      November 16, 2012

      Iya ta Mas? Wah keren tuh, pengen julis ini gara-gara Obrolan keluarga liburan kemarin di dalam mobil. Hehehe bapak mertua 11 bersaudara, Ibu mertua 11 bersaudara, Ibu kandungku 8 bersaudara. Kok aku lupa ya kalau ada di bukunya andrea hirata, padahal kalau gak salah aku perbnah baca🙂

  4. Rawins
    November 16, 2012

    betul itu
    sama dengan masyarakat di lingkungan hutan ini
    karena kurang hiburan, akhirnya ya gitu deh…

    • 9ethuk
      November 16, 2012

      Wahhhhh,… hipotesaku ada yang menguatkan🙂
      Matur suwun Mas Eko

      • Rawins
        November 16, 2012

        udah ada buktinya tho..?
        aku kurang hiburan, makane si ncit baru setahun dah punya adik..

        :))

      • 9ethuk
        November 16, 2012

        Betuuuuulllllllllll Mas… Hahahahaha

  5. 'Ne
    November 16, 2012

    hahaha analisanya lho mas.. hmm bisa jadi memang begitu sih.. tapi bisa juga karena konsep KB belum ada kali ya..

    • 9ethuk
      November 16, 2012

      Leh, kok ketawa😀
      Analisaku ini diperkuat oleh Prof Eko Rawins lo hahahaha.

      KB, hehmm bisa juga sing ‘Ne, tapi orang dulu kalau mau KB ya KB manual😀

  6. bensdoing
    November 16, 2012

    analisisnya msuk akal juga sob…😀

    • 9ethuk
      November 16, 2012

      😀 , thank u mas bro, meskipun ini hanya salah satu dari sekian banyak faktor🙂

  7. Ely Meyer
    November 16, 2012

    sepakat dgn analisanya🙂

  8. aqomadin
    November 16, 2012

    wew… melakukan “itu” apa ya bang hehehe *kaborrrrr*
    analisa saya menimbang mengingat dan menambahkan, orang sekarang dampak dari sosialisasi KB. KB itu digalakan sekitar awal 90″an, yg dampaknya sekarang” ini yg pada nikah tahun 2000an kesini-kesini. Jadinya banyak orang tua sekarang klo ngomong cukup 2 saja ya hehehe…..

    • 9ethuk
      November 16, 2012

      KB bisa jadi faktor juga seh Bang, tapi semua kembali ke masing-masing juga seh🙂

    • 9ethuk
      November 16, 2012

      KB bisa jadi faktor juga seh Bang, tapi semua kembali ke masing-masing juga seh🙂

  9. puchsukahujan
    November 18, 2012

    wah, ternyata konten dewasa
    saya masih anak kecil malah udah terlanjur baca nih😆

    • 9ethuk
      November 18, 2012

      Ya itung itung buat pengalaman.😀 . Ada temenku malah yang komen di FB gini. Gak beli TV ahhh, hahaha dia baru aja nikah ternyata😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 15, 2012 by in [Catatan Harian] and tagged , , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: