9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Rumah (Part 6)

Bismillah.

3 hari, batas waktu bagi kami untuk memutuskan lanjut ke DP 4 juta lagi atau tidak. Jika kami tidak punya pilihan lain, mau tidak mau harus tambah 4 juta lagi untuk memperpanjang ‘usia’ tenggang waktu untuk mencari alternatif lain. Dan secara logika, mau tidak mau kami harus nambah 4 juta lagi, sebab 3 hari adalah saat kami berdua masuk kerja. Kapan mau nyari-nyari lagi? Hehehe.

Akhir di hari ke tiga aku transfer lagi 4 juta, sehingga jangka waktu bertambah 7 hari, total menjadi 10 hari dengan yang 3 hari sebelumnya. Seingatku, kita tidak muter-muter lagi nyari alternatif, tapi lebih minta pertimbangan orang tua. Secara, memang kami berdua cocok dengan perumahan ini. Aku cocok karena akses ke TOL dan ke Stasiun dekat, bahkan posisi perumahan ini di tengah-tengah antara TOL dan Stasiun yang masing-masing berjarak sekitar 3 KMan. Sedangkan istri cocok karena dapet rumah type agak gedean dengan luas tanah yang lumayan.

Setelah berdiskusi dan membanding-bandingkan, kami sepakat untuk serius mengambil perumahan d Erfina. Artinya kami akan menyiapkan DP 20% dari harga rumah.

Dari penjelasan saat aku dan istri ke lokasi, jika kami setuju maka DP 20% bisa dibayar dengan 2 cara, pertama sekaligus lunas, maka kami berhak atas diskon 10% dari harga rumah. Atau mencicil 4-5 kali tapi tidak dapat diskon 10%.

Wahhh, aku protes ke Mas Uden, kami minta membayar DPnya dengen mencicil, tapi masih dapet diskon 10%. Kalau oke kami ambil kalau gak gak jadi, gertak kami🙂 . Setelah berdiskusi agak lama, dan Mas UDennya juga minta persetujuan Bosnya, maka kami masih dapat diskon 10% dengan cara mencicil🙂 Asyikkk.

Dari pertemuan itu juga diperinci semua biaya-biaya yang belum tercover, sbb:

Harga Jual Dasar : (Rp. ……………………..)

Discount : (Rp. ……………………..)

Harga Stlh Discount : (Rp. ……………………..)

PPN (10%) : (Rp. ……………………..)

BPHTB : (Rp. ……………………..)

Fasilitas Umum (Air, Listrik, dll) : (Rp. ……………………..)

Harga Jual Total : (Rp. ……………………..)

——————————————-

Uang Muka : Booking Fee (Rp. 5 juta)  DP (Rp. ……………………..)

KPR : Rp. ………………………………… (Jumlah yang akan diajukan ke Bank)

Nah, buat pengalaman aja, jadi kalau ada brosur rumah dengan harga tertentu jangan langung anggap itu harga totalnya, tapi masih ada biaya-biaya lainnya seperti diatas. So, kalau dapet brosur tanyakan PPNnya, BPHTB, Listrik, Air apakah sudah masuk semua. Apakh itu saja biayanya? Tidak, masih ada biaya saat akad kredit nanti dengan Bank, Biaya Notaris (akan kita bahas nanti)

Setelah diperinci, Mbookk kok jadi mahal gini, meskipun sudah dapat diskon 10%, jadi diskon 10% itung-itung gak bayar PPN 10%. Weleh.

Mundur? Enggaklah, udah bismillah kok🙂

Jujur, saat itu uang cash kami hanya bisa mengcover sekitar setengah dari DPnya saja. Setengahnya lagi belum tau dapet dari mana😀 , tapi yang jelas sudah kami sampaikan di awal ke Mas Uden, bahwakami hanya mempunyai cash sekian. Dan Masnya bilang its Oke yang penting dari bank bisa lolos, masih bisa. Ya uwes, maju terus pantang mundur🙂

Sembari membayar DP, kami mulai melengkapi persyaratan pengajuan KPR. Dan memang dari awal kami ingin menggunakan KPR Syariah. Kebetulan pihak developer bekerjasama degan Bank Konvensional maupun Bank Syariah, untuk Bank Konvesional hampir semua bank bekrjasama dan yang paling enak adalah ke BTN kata Mas nya. Hari ini interview ke Bank, seminggu lagi udah bisa dilakukan akad kredit, bahkan saat itu sampai sudah di sechedule khan. Tapi kami menolak secara halus. Kami tetep pengen yang syariah. (Kenapa pilih bank Syariah? – Akan kita bahas nextnya🙂 )

2 Bank yang kami sasar, Bank Muammalat dan BNI Syariah (hanya 2 ini yang kerjasama dengan developer), persyaratan pengajuan KPR kami lengkapi, yaitu :

Pas Foto 3 x 4 (Suami-Istri)

Copy KTP (Suami-Istri)

Copy Kartu Keluarga

Copy Surat Nikah

Asli Slip Gaji 3 bulan terakhir (Suami-Istri)

Copy SK Pengangkatan/ Surat Keterangan Kerja (Suami-Istri)

Copy tabungan/Giro di bank minimal 3 bulan terakhir atau Print Rekening Koran 3 bulan terakhir.

Copy NPWP.

Kenapa kok ada Suami-Istri? karena pengajuan kami dengan sistem gabungan gaji suami-istri. Kenapa gak salah satu aja? kalau salah satu hanya mampu beli tanahnya aja, belum rumahnya🙂 Intinya baru dengan gaji gabungan rumah type tersebut boleh kami beli.

Dari semua persyaratan diatas, aku sudah bisa dipastikan bisa, nah kendalanya di istri dimana masih CPNS dan belum ada surat pengankatan sesuai persyaratan. Wah cukup lama melengkap yang ini. Tapi gak apapa, aku yakin selalu ada jalan🙂

Setelah berjibaku beberapa minggu melengkap dokumen persyaratan, maka kami siap maju untuk pengajuan KPR. Sebagai info dasar, pengajuan KPR di bank Syariah lebih lama dan ribet dari bank konvensional, bahkan pengajuan bank sendiri mulai awal mengajukan hingga di setujui bisa jadi 2-3 bulan. Mbook! Suwi sekali jika dibanding dengan tawaran dari bank BTN yang hanya butuh 2 mingu. Maka dari itu, sembari menunggu hasil pengajuan KPR, kami tetep bisa mencicil DP rumah yang kami sepakati setiap bulannya.

Secara flow dapat saya gambarkan sbb :

Booking Fee 1 juta (Berlaku 3 hari) –> Melengkapi tanda jadi 4 juta (mendapatkan formulir pemesanan rumah dan Deal DP) –> berlaku 7 hari –> Melengkapi Aplikasi KPR + Mendapatkan SPJB (Surat Perjanjian Jual Beli (setelah DP Lunas) + Pembayaran DP (Kami melakukan dengan mencicil)–> Akad Kredit –> Konsultasi Gambar –> Pembangunan Rumah

 

Flow diatas tidak sama untuk semua perumahan, tergantung developernya. Karena developer perumahan ini masih menengah, jadi tidak ada unit rumah ready stok, jadi rumah baru dibangun jika sudah melewati tahapan diatas.

 

to be continued—

8 comments on “Rumah (Part 6)

  1. catrine
    November 16, 2012

    Aslmlkm mas aan, wah tulisan2nya bagus y..inspiratif..apalagi tulisan yg atu ini ma ttg asi…tak doakan semuanya lancar y,amiin🙂

    • 9ethuk
      November 17, 2012

      Wkmsalam,…
      Aamiin, makasih catrine……….

  2. Ely Meyer
    November 17, 2012

    wow .. detail sekali rinciannya😛

    • 9ethuk
      November 17, 2012

      Pengen berbagi pengalaman mbak, lebih detail lebih bagus buat yang mau bikin KPR😀, kalau ada baiknya bisa diambil, eh kalau ada jelaknya biar gak jatuh di lubang yang sama. Kasian🙂

  3. anggit
    November 17, 2012

    Alhamdulillah..
    Kancaku iso nyicil rek..
    Hampir sama kaya pngalamanku. Harga d brosur kbanyakan blm meliputi pajak, bphtp dll. Total ak kmaren bs sampe 15jt.
    Tp untungny proses lainnya g serumit it. Alhamdulillah skrg ud bs pindah. Lanjut terus An, insyaAllah rejeki lancar. Amin..

    • 9ethuk
      November 17, 2012

      Hehehe, matursuwun Bu… lanjut………

  4. Isnuansa
    November 25, 2012

    Selamat, Mas. Sudah bisa bayar booking fee dan DP, semoga urusannya lancar ke depan. Saya dan suami masih ngontrak, hahaha…

  5. Pingback: Rumah (Part 7) « 9ethuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 16, 2012 by in [Perjalanan Hidup], [Uncategorized] and tagged , , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: