9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Jangan Sisakan Makanan [Jangan Buang Sampah Sembarangan]

Bismillah.

Kita akan berbicara tentang sampah (aku akan batasi di sampah orang, bukan sampah industri / kendaraan yang biasa kita sebut limbah). Sampah orang menurutku bisa kita pisahkan jadi 2 type besar, pertama sampah bungkus makanan, kedua, sampah sisa makanan. Kita akan fokus pada sampah sisa makanan, menyesuaikan judul posting kali ini.

Guwe tinggal di Jakarta, sensus 2011 jumlah penduduk Jakarta sekitar 9.6 juta dan pada siang hari bertambah 2.5 juta yang berasal dari daerah sekitar jakarta (Bogor, Depok, Bekasi, tangerang). Dari hasil beowsing di beberapa data, jumlah sampah di Jakarta setiap harinya adalah 6.000 s/d 6.500 ton sampah setiap hari. Biar memudahkan membayangkan jumlah itu, kalau kita menanak nasi 1 kilo bisa buat makan 3-4 piring. Maka akan ada nasi sejumlah 24.000.000 (24 juta) piring setiap harinya. Jumlah itu hanya dalam sehari.

Kawan, pernahkan kita makan dan karena terlalu banyak makanan tersebut sehingga tidak bisa kita habiskan? Aku sich pernah, tapi jarang. Bisa kita bayangkan, taruhlah setiap kita makan ada nasi yang tidak habis sebanyak 2 sendok, belum lauk dan sayurnya yang tidak habis. Taruhlah dalam 3 kali makan kita masih menyisakan 1 gram (seratus gram itu sedikit menurutku), 1 orang 1 gram, jika ada 9 juta orang yang melakukan hal yang sama angkanya menjadi 9 juta gram atau 9 ribu kilogram. Belum jumlah sampah bungkus makanan.

9 ribu kilogram sisa makanan itu, jika dibagikan untuk para pengungsi somalia maka bisa menghidupi 9.000 orang setiap harinya. Atau kalau diuangkan, anggaplah 1 kilo harga berasnya 7rb, maka uang yang dibuang adalah sejumlah 72 juta setiap hari, atau 2.160.000.000 (2.1 Milyar sebulan, mbokkk gaji presiden kalah🙂 )

Keluargaku selalu menanamkan, kalau makan sampai habis, jangan ada makanan sisa. Bahkan entah sejak kapan aku lupa, jika di piring masih ada satu biji nasi pasti aku ambil dan makan. Bahkan jika ada satu biji nasi jatuh keluar piring (masih di meja makan) aku ambil dan hap, makan😀

Kalau makan sama istri, aku paling cerewet soal menghabiskan makanan. Jangan sampai ada sisa sedikitpun. Awalnya agak susah, tapi tetap harus dibiasakan, bahkan sampai sekarang masih belajar tidak menyisakan makanan. Berat memang, tapi harus dicoba terus di latih terus dibiasakan terus.

Bapak mertua amat sangat concern terkait hal ini, kalau makan pasti di piringnya habis gak ada sisa nasi satu bijipun. Bahkan kalau makan kepala ikan, pasti benar-benar bersih (maksudnya tinggal tulang keras). Kemarin ultah keponakan di hokben, eh ada sisa dikit dikit di lauk, apa yang kita lakukan? Bungkus! Daging cacah di kumpulkan, sisa lauk lain dikumpulkan. Di bungkus, hehehe. Dulu aku agak malu, tapi sekarang gak perlu malu, dari pada oleh hokben di buang percuma, mending kita bungkus dan kita makan di rumah. Malu? Iya awalnya, tapai kalau mengingat akan ada yang terbuang kok rasanya gak hars malu ya.

Hehmm,… dulu aku pernah baca, peraih penghargaan nobel fotografi, yang mengabadikan foto seorang anak  pengunsi somalia (kalau gak salah) kelaparan dan sekarat, dimana di belakangnya menunggu burung pemakan bangkai. Selang beberapa bulan setelah fotonya mendapat penghargaan, fotografer tsb bunuh diri. Ada sepucuk surat di tulis, pastinya aku lupa. Tapi intinya, si fotografer bilang, dia tidak akan pernah menyia-nyiakan makanan lagi, dan akan memakan makanan sampai habis setidak enak apapun makanan itu.

Ini adalah tuntunan yang sangat baik, dan aku akan terus sekuat tenaga membiasakan pada keluargaku, tentang betapa berharganya satu biji nasi. Tentang betapa kita harus bersyukur dengan tidak menyia-nyiakan makanan. Tentang, makan secukupnya jika erasa kurang baru ambil lagi, jangan sekaligus banyak yang akan membuat ada sisa. Temtang, makanlah yang kita suka, tapi habiskan jangan ada sisa. Tentang, jika belum 5 menit makanan jatuh, ambil saja bersihkan sebentar lalu hap, makan saja.

11 comments on “Jangan Sisakan Makanan [Jangan Buang Sampah Sembarangan]

  1. ~Ra
    November 17, 2012

    Iya.. kalau ngambil secukupnya pasti nggak bakal nyisa kan?

    • 9ethuk
      November 17, 2012

      Kalau kurang, baru nambah🙂

  2. genthuk
    November 17, 2012

    Alhamdulillah dari dulu hingg sekarang belum ada yang bersisa….. Kalau bersisa biasanya pertanda ini lagi sakit agak parah sampai gak habis

    • 9ethuk
      November 17, 2012

      Sejak jaman di kontrakan alkahfi ya mas?😀

      • genthuk
        November 19, 2012

        Maaf ya, sejak jaman dulu kali……

      • ahmad fauzi
        November 26, 2012

        ini satu marga apa ko namanya sama bedanya g sama 9 aja…

      • 9ethuk
        November 26, 2012

        Bukan Paaakkk, ada huruf n -nya kok😀

        Satu perguruan saat kuliah🙂

      • ahmad fauzi
        November 28, 2012

        wkwkw….ternyata ngga ilik aku…

        ya….

  3. aqomadin
    November 19, 2012

    orang indonesia rakus-rakus tapi nggak habis makannya, seperti saya hehe. Coba bayangin, rerata orang indonesia klo makan berat ntu nggak cukup satu macam aja isi dalam piringnya. Sudah ada ikan tahu tempe sayur asem sambal, ntu aja masih kurang. Belom kerupuknya, belom lalapannya, belom buahnya. ampun dech hehehe

  4. ahmad fauzi
    November 25, 2012

    kalau aku tukang ngehabisin makanan istri alias nyerobot kalau lagi makan di luar…dari pada mubasir..
    hahah
    **rakus banget ya?**

    • 9ethuk
      November 25, 2012

      Samaaaaa, bahasa kerennya kita itu ‘tempat sampah’ mas, apa aja masuk😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 17, 2012 by in [Opini] [Reportase] [Analogi] and tagged , , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: