9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Air dan Oksigen [Tips&Trik]

gambar dari detik-forum

Bismillah.

Beberapa waktu lalu, saat ngobrol ngalor ngidul dengan pak kost, ada satu hal penting yang aku tangkap. Yaitu tentang hajat inti hidup di Jakarta. Pertama adalah air bersih. Kedua, adalah udara atau lebih spesifiknya adalah Oksigen yang kita butuhkan.

Pertama, tentang kelangkaan air tanah, dari diskusi dengan pak kost. Saat ini di daerah kami ngontrak di jakarta pusat sekitar rawasari, jika musim kemarau agak panjang datang, sebagain besar warga sudah mengeluh tentang kelangkaan air tanah. Bahkan dari beberapa jurnal yang aku baca, setiap tahun bisa terjadi penurunan air tanah hingga 2 meter. Jadi jika tahun ini dengan pengeboran sedalam 30 meter sudah bisa keluar air tanah, maka tahun depan minimal pengeboran 32 meter baru bisa keluar air tanah. Bagaimana dengan 5 tahun lagi? 10 tahun lagi?

Karena pak Kostku cerdas, tidak hanya mengutarakan keluhan tapi solusi juga. Dengan sangat cermat beliau menyatakan bahwa sumur resapan adalah salah satu solusi tepat mengatasi kelangkaan air selama musim kemarau dan dalam menjaga penurunan air tanah. Waktu itu aku masih manggut-manggut saja, dengan menyimpan rasa penasaran. Akhirnya aku browsing-browsing tentang sumur resapan ini dan aku baru paham, betapa penting keberadaan sumur resapan ini, terutama untuk daerah yang lahan terbukanya sudah sangat sedikit sekali seperti jakarta (saat ini ruang terbuka di jakarta hanya 9.8% dari total luas wilayah jakarta-megapolitan.kompas-).

Dengan jumlah ruang terbuka yang kecil tersebut menjadi logis jika kiranya tiap tahun, banjir menjadi langganan tetap. Kenapa? sebagai logika goblok-goblokan saja, jika seluruh jakarta di guyur hujan dalam waktu bersamaan, jumlah luas area yang mampu menyerap air hujan hanya 9.8%, belum ketambahan kiriman air dari Bogor lewat sungai. Maka menjadi rasional usulan pak kost tadi, yaitu adanya air resapan di jakarta. Nah, ternyata peraturan tentang air resapan sendiri untuk di DKI jakarta sudah ada aturan yang tegas, yaitu setiap rumah dengan luas 50m2 (persegi) wajib untuk membuat sumur resapan sebesar 2 m3 (kubik) dan peraturan itu tercantum saat pengajuan IMB (Ijin Mendirikan Banguan)

Tapi itulah uniknya Indonesia, peraturan hanya tinggal peraturan, meskipun sudah tanda tangan di materai 6000 bahwa sanggup menbuat sumur resapan saat pengajuan IMB, tetep aja gak dibuat, eh yang dibuat malah septiktank doank. Padahal Septiktank dengan sumur resapan berbeda jauh fungsinya.

Bayangkan saja jika peraturan ini diterapkan dengan baik, setidaknya ada 3 hal keuntungan yang terlihat secara jelas : Pertama, Mengurangi penurunan air tanah yang sekaligus mengurangi penurunan tanah (tanah akan menurun jika air tanah menurun, seperti kayu yang masih muda lebih berisi dengan kayu yang tua lapuk, sebab kandungan airnya tak ada). Kedua, mencegah kekurangan air bersih saat musim kemarau, sebab saat musim hujan, air hujan yang jatuh tidak langsung dibuang ke selokan tapi dibelokkan ke sumur resapan untuk diserap ke dalam tanah kembali. Ketiga, mengurangi terjadinya banjir, dengan alasan sama dengan point kedua, yaitu tidak semua air hujan langsung tumpah ke selokan. Itu tentang air, bagaimana dengan Oksigen?

Sebatang pohon mampu memproduksi 1,2kg Oksigen/ hari dan kebutuhan manusia akan oksigen adalah 0.5 kg/hari. Jadi 1 Pohon untuk hidup 2 orang manusia, itulah logika Iwan Fals dalam mengkampanyekan menanam pohon sesuai twittnya di twitter. Jadi jika penduduk Jakarta ada 9.6 juta (jika siang bertambah 2.5 juta-kiriman dari bogor, bekasi dan tangerang😀 ) maka jumlah minimal pohon yang harus ada adalah 6 juta pohon.

Seharusnya tanpa harus dihitung kita secara mudah bisa memulai di keluarga kita, tinggal dihitung jumlah anggota keluarga kita berapa, minimal setengah jumlah anggota keluarga itulah jumlah minimal pohon yang harus ada di lingkungan rumah tempat tinggal kita. Kalau yang jadi ketua di RT/ RW guwe sangat salut jika mengharuskan warganya menanam pohon di sekitar areal rumahnya. Di jakarta, ada RT di deket rutan salemba, satu gang itu banyak banget di tanami pohon, jadinya daerah situ lebih adem, bahkan rumah RTnya penuh dengan tanaman obat-obatan. Jadi kalau ada warga baru si Pak RT dengan sukarela memberi tanaman buat di tanam. Kereenn. Tapi dilingkungan kontrakanku belum berjalan, masih bayak rumah yang gak ada tanamannya sama sekali.

Butuh kesadaran penuh dari masing-masing pribadi dan support dari pemerintah terkait keberadaan 2 kebutuhan hidup ini, Air dan Oksigen. Sebenarnya sudah banyak solusi di negeri ini, hanya saja mungkin karena latar belakang pendidikan atau memang karakter orang INA kali ya, seakan solusi itu hanya ada di tataran teori, bukan wajib untuk di praktekkan. Sehingga Gap diantara teori dan praktek terlalu jauh.

Jika bukan kita yang memulai, lalu siapa lagi?

9 comments on “Air dan Oksigen [Tips&Trik]

  1. Levi Yamani
    November 21, 2012

    Emng harus disosialisasikan satu2nya jalan agar membangun kesadaran bersama

    • 9ethuk
      November 21, 2012

      Betul,.. mungkin karena sosialisasi yang kurang, padahal banyak sarana ya sekarang ini. Terutama lewat media elektronik..

    • 9ethuk
      November 21, 2012

      Betul,.. mungkin karena sosialisasi yang kurang, padahal banyak sarana ya sekarang ini. Terutama lewat media elektronik..

  2. aqomadin
    November 21, 2012

    saya di rumah masih ada pohon besar yg nggak boleh ditebang sama bapak, padahal tempat tinggal saya sudah padat penduduk. Klo dipikir” ada bagusnya rumah ada pohon besar, tp ada jeleknya susah nebangnya, tumbangnya nti kena rumah tetangga…. *dilematis

    • 9ethuk
      November 21, 2012

      Kalau masih kokoh mah jangan di tebang, kecuali dah pada rapuh

  3. 'Ne
    November 21, 2012

    Sebenarnya pada pinter2 berteori ya, tapi prakteknya? Ya udah ms mulai dari lingkungan kita dulu kalau berhasil kan pasti nular..🙂

  4. Rawins
    November 22, 2012

    wah kalo di kalimantan ga perlu kali ya..?

    • 9ethuk
      November 22, 2012

      Gak perlu kayak e mas😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 21, 2012 by in [Tips] [Trik] and tagged , , , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: