9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Cerita Hari ini, “Woman!” (24 Nov 2012)

Foto diambil pas lagi silaturahim ke pernikahan temen kerja di Kuningan

Bismillah.

Siang tadi bareng Mbak Lels ke Margocity, nemenin beli barang yang agak berat sehingga butuh cowok untuk membawanya. Berangkat dari kontrakan sekalian nganter istri berangkat seminar, ditengah jalan indikator bensin menujukkan kehausan pertanda minta mampir ke POM Bensin, pas ngisi mikir-mikir, mau ngisi berapa ini, uang di dompet tinggal 10rban satu. Rogoh-rogoh di saku celana nem 5rban satu, 2 rban satu, selembar uang seribuan, 500 perak satu dan 200 perak satu. Dah itu thok padahal habis gajian. Akhir ngisi bensin 10rb aja😦 .

Bismillah aja, semoga gak ada bocor ban, ganti ban atau motor mogok kebanjiran. Nyampek kantor langsung review-review dokumen, tepat jam 11an mbak Lels datang, langsung deh kita cabut ke Margocity. Berangkat ke margo, Mbak Lels bilang, ntar bayar angkot pake uangmu dulu ya An, Mbak gak punya receh, adanya 100rban. “Iya” jawabku. Dalam hati ngitung, berati bakal tinggal 2700 perak jika dikurang angkot 2 orang sebesar 6000. Fiuhhh, dalam hati, “Woman!”

Perjalanan naik angkot ada nenek umur sekitar 70 lebih sepertinya, kadang terlihat si nenek beranjak berdiri dari posisi duduk dengan wajah takut dan mata berkaca kaca, sekelebat aku liat tangannya bergetar. Tapi oleh cewek disampingnya dicegah karena angkot sedang melaju. Ah mungkin lagi jalan-jalan ama cucu dan anaknya, karena memang disampingnya ada ibu-ibu juga. Tapi ternyata, cew dan ibuk-ibuk yang duduk di samping nenek tadi turun dan si nenek tua masih di angkot.

Hampir tiba di depan Margocity, si nenek, masih dengan wajah ketakutan, mata berkaca-kaca dan tangan gemetar mendekati mbak lels, menyerahkan secarik kertas yang dia keluarkan dari dompet. Mbak Lels membaca kertas tersebut, aku ikut membaca, sejurus aku liat itu tulisan tangan tentang lokasi yang harus ditempuh dengan naik angkot apa di mana, trus oper angkot apa lagi dimana. Di dompet juga ada KTP yang sudah expired, dibaca oleh mbak lels, sis nenek dari kebon jeruk, dan di kertas tertulis tujuannya adalah ciputat. Berarti si nenek salah arah, dan sangat salah arahnya.

Si nenek, masih dengan ketakutan dan tangan bergetar ingin ke lokasi di kertas tersebut, mungkin karena gak bisa baca maka dia hanya menunjukkan kertas itu. Mbak lels menangkap ketakutan sang nenek, sejurus aku dan mbak lels melihat isi dompet si nenek. Di dompet si nenek hanya ada 2ribu SAJA! tidak ada uang lagi, dan dia belum sampai di tujuan yang tertulis di kertas tersebut. Dalam hatiku, pantas saja si nenek tingkahnya aneh dari tadi, dia tidak mempunyai cukup uang untuk sampai di lokasi tujuan dan dia tidak tau arah.

Masih dalam hati, Arghhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!! aku gak punya uang sama sekali. Hasyemmm!! kalau orang surabaya pengen misuh misuh apa yang bisa aku bantu???

Sambil turun dari angkot, aku bayar 6rb. Mbak Lels meminta sang nenek duduk di depan, dan pesan ke sopir tujuan nenek adalah ciputat. Di samping angkot aku meperhatikan Mbak Lels, Mbak Lels menukar uang 100rbannya ke sopir dengan receh. Oleh sopir di kasih 50rban 2 lembar, 1 lembar ditukar lagi oleh mbak lels ke sopir dengan pecahan 10rban 5. Sambil berlalu ke Mall, Mbak Lels menyelipkan ke nenek tadi 10rban 3 lembar sambil bilang, “Ini buat ongkos”. Dalam hatiku, “Woman!”

Dulu, pas mahasiswa aku juga pernah mengalami hal yang mirip, naik bis dari magetan arah ke surabaya habis pulang kampung. Disampingku nenek yang mau menjenguk cucunya di rumah sakit karang menjangan surabaya. Saat kondektur bus menagih uang ke penumpang, uang si nenek tidak cukup untuk membayar bis. Si kondektur ngomel-ngomel, si nenek juga ngomel-ngomel masak gak mau nolong karena dia mau njenguk cucunya yang sakit apapun resikonya. Aku luluh, aku kasih uang secukupnya ke si nenek yang aku taksir bisa digunakan sampai ke rs tersebut yang aku tau persis lokasinya. Entah apa yang menggerakkan si nenek tadi jauh jauh ke surabaya tanpa tau arah dan tanpa menghiraukan uang yang dia punya untuk menjenguk cucunya, tapi ya itulah “Woman!”

Kadang berfikir dan pengen bilang ke kedua nenek tadi, “Nek, jaman saat ini sudah jauh berbeda dengan jaman saat nenek masih muda, dimana membantu tidak harus dirupiahkan”. Selintas aku teringat film yang berjudul “Pay it Forward”, film drama yang keren banget menurutku.

#dalam hati, aku berkata akan banyak belajat dari woman-woman diatas. Tidak semua hal bisa dirupiahkan!

19 comments on “Cerita Hari ini, “Woman!” (24 Nov 2012)

  1. Triyoga Adi perdana
    November 24, 2012

    Hehehe. . Saya malah bingung mau komentar bagaimana nih mas. Tapi intinya mah, yang penting keikhlasan.🙂

    *kalo denger magetan jadi inget lagu ngamen. hahaha. .

  2. fim
    November 24, 2012

    Woman kiy maksudnya apa ya Pakde?? “Wow” gtu tta??

    • 9ethuk
      November 24, 2012

      Kalau translate nya ki kayak ngomong gini lo pak : Woman! = Dasar Wanita

  3. Wong Cilik
    November 24, 2012

    Woman dan wow man emang beda ya mas …
    kadang memang sulit memahami woman … *jgn2 aku doank yg nggak bisa memahami hi.hi.hi.

    • 9ethuk
      November 24, 2012

      loh ada wowmannya tah? salah ketik
      Pengennya nulis Woman! = Atau artinya dasar wanita begitu😀

  4. pasnem
    November 24, 2012

    wow man? Atau woman? Hahaha salam kenal mas

    • 9ethuk
      November 24, 2012

      dua duanya boleh tuh…🙂

      Salam kenal juga pas

  5. Setokdel
    November 24, 2012

    mungkin kalo pas di wc umum pasti ngomel2 juga mas, lha wong cuma numpang pipis kok bayar.. hehe
    ya untung si nenek ngerti rupiah kalo gak pasti bayarnya barteran🙂

    • 9ethuk
      November 24, 2012

      Nah, ngerti rupiahnya itu yang disanksikan, takutnya ditpuin para sopir tu si nenek😦

  6. Andik Rasida
    November 25, 2012

    Indonesia???…hehe

  7. Ely Meyer
    November 25, 2012

    jadi penasaran sama Pay it forward, pengen nonton juga🙂

    • 9ethuk
      November 25, 2012

      🙂 asiikk, ama misua mbak nontonnya, tambak asik.

  8. Fifin
    November 25, 2012

    wih saatnya belajar keikhlasan dari woman he he. Btw itu ‘pay it fordward’ filmnya tentang apa kang?

    • 9ethuk
      November 26, 2012

      Intinya tentang membayar di muka, ehmm lebih ke membantu tanpa imbalan apa apa

  9. puchsukahujan
    November 28, 2012

    sepanjang baca tulisan ini, kok saya terkesima dengan si nenek ya…
    kasihan gitu, apa besok kalau aku sudah nenek2 juga bakal begitu ya? bingung arah pas gak ada duit pula
    haduh

    • 9ethuk
      November 28, 2012

      Cuma satu komentar kalau gitu, “Semoga mendapat anak yang sholeh/solehah, mantu yang soleh/sholehah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 24, 2012 by in [Bertemu] [Reuni] [Kumpul], [Catatan Harian], [Jalan Raya] and tagged , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: