9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

[Technical Concept] Blistering Machine (Part 4)

Bismillah.

Kali ini kita akan membahas tentang sealing. Seperti kosa-katanya, sealing asal kata dari seal atau mengunci, menempelkan, merekatkan, seperti saat kita merekatkan tutup amplop menggunakan lem dan kita kasih tekanan supaya merekat kuat dan tidak gampang terbuka. Bedanya, kalau sistem sealing di mesin blistering berfungsi untuk merekatkan lapisan PVC dan Alufoil secara kuat, dimana diantara keduanya terdapat pocket/kantong yang berisi product.

Dalam mesnin blister, boleh saya bilang sealing merupakan faktor paling menentukan hasil/kualitas blister yang dihasilkan, yang tentu saja orientasinya adalah stabilitas dari product yang ada di dalam blister. Ada setidaknya 5 point yang mentukan/berkontribusi terhadap hasil sealing. Plat sealing atas bawah, material (alufoil dan PVC), suhu, kecepatan mesin, tekanan saat proses sealing. Mari kita uprek-uprek satu persatu. Pertama adalah plat sealingnya, dari pengalaman beberapa project penggantian tooling blistering, komponen yang sering bolak-balik repair adalah di plat sealing ini. Hal mendasar yang perlu ditekankan adalah kerataan dari plat atas dan bawah, untuk melihat plat rata atau tidak, biasanya bisa kita lakukan dengan cara simple, yaitu letakkan masing-masing permukaan sealing atas dan bawah (total 4 permukaan, dalam dan luar) di kaca. Kalau plat masih bergerak (atau bahasa jawanya uglik-uglik) berarti belum rata. Kalau tidak rata, saat sealing atas dan bawah bertemu, maka tekanan yang diterima permukaan tidak merata, ada yang dapat tekanan berlebih dan ada yang dapat tekanan yang kurang.

Yang dapat tekanan berlebih bisa jadi test kebocorannya bocor, sebab alufoilnya berlubang dan bagi yang dapet tekanan kurang bisa jadi juga akan bocor karena alufoil kurang merekat ke PVC. Sama-sama bocor juga. Hehehe, Salah satu trik untuk melihat blister over tekanan sehingga alufoil kalah (lubang kecil) dengan menerawang blister di bawah sinar lampu, maka akan terlihat kualitas dari blister tersebut🙂 .

Pada plat ini, yang tidak kalah penting adalah ruster/batik/pola/motif bergerigi di permukaan bagian dalam plat tempat bertemunya permukaan bawah dan atas. Ruster yang baik adalah yang tidak terlalu tajam dan tidak terlalu tumpul dan memberikan sistem mengunci jika terjadi pertemuan ruster atas dan bawah. Apa itu sistem mengunci? Ibarat gunting bergerigi, dimana ada ujung lancip dan lembah. Maka ujung lancip atas harus bertemu dengan lembah pada bagian bawah. Jangan sampai ujung ketemu ujung, bisa terjadi over press yang menyebabkan alufoil lubang.

Masih tentang plat, biasanya coding atau keterangan lot. no exp. date atau keterangan lain diikutkan di plat ini, nah pastikan bahwa keberadaan coding ini tidak menggangu kerataan plat/rusternya. Dan dipastikan jarak lubang coding dengan jarak pocket cukup lebar, minimal 2 ruster/2 garis sehingga ada ruang perekatan yang cukup untuk merekatkan alufoil dengan PVC-nya. Kenapa hal ini penting? sebab jika jarak yang diberi cukup sempit, maka tidak cukup ruang untuk menggigit/mengunci lapisan alufoil ke PVC. Nah impactnya adalah saat uji kebocoran yang dilakukan vacum test hasil fail, bisa jadi karena tidak menggit, lapisan alufoil pada ruster antara coding dan pocket akan terlepas dan blister bocor. Leak test fail, maka proses blister fail.

Kedua, material (PVC/Alufoilnya) sendiri. Prinsip kerja kedua metarial ini mirip seperti saat merekatkan penutup amplop ke bodynya. Di penutup amplop pasti ada lemnya, dan kita butuh tekanan, di mesin blister juga demikian, hanya saja selain lem dan tekanan kita juga gunakan panas. Loh kok ada lem? betul. Lem dalam bahasa mudahnya, kalau di kosakata blister lem ini kita sebut lapisan lacquor suatu lapisan tipis di permukaan dalam alufoil yang hanya akan meleleh pada suhu tertentu dan saat meleleh bisa menempel kuat di lapisan PVC-nya. Nah, lapisan ini kritikal. Secara kasat mata lapisan lacquor ini tidak nampak, tapi jika sudah diblister bisa temen-temen buktikan keberadaannya dengan mengklentek -boso indonesiane opo yo?- lapisan alufoil dari PVC, maka akan terlihat ada semacam lapisan lem yang lengket atau pada permukaan PVC akan menjadi buram. Hal yang harus diperhatikan pada lapisan ini adalah komunikasi dari supplier ke pabrik kita, jangan sampai ada perubahan ketebalan dari lapisan ini yang tidak terinfokan ke kita, atau jangan sampai ada perubahan viskositas awal dari lapisan ini yang tidak terinfokan ke kita yang berpengaruh terhadap titik leleh dari lapisan ini. Bahkan ketidak seragaman ketebalan lapisan ini sangat berpengaruh terhadap hasil blister yang dihasilkan.

Nah, karena lapisan lacquor ini mempunyai titik leleh, pastikan kita mendapat info yang jelas pada suhu berapa titik lelehnya, termasuk kekuatan perekatan lapisan ini (joint streght), termasuk ketebalannya, kalau bisa semua informasi penting bisa kita dapatkan di CoA atau MSDS dari bahan yang kita gunakan. Sehingga hal ini akan memudahkan kita saat melakukan investigasi jika ada ketidak sesuaian spesifikasi atau terjadi deviasi selama proses blistering. Ada banyak kejadian, terjadi deviasi pada pembuatan lapisan lacquor di tempat supplier yang tidak terinfokan ke kita, entah perubahan viskositas dari larutan lacquor ini (lapisan lacquor berasal dari larutan lem yang memiliki viskositas tertentu, dan viskositas larutan ini adalah kritikal point yang berdampak pada titik lelehnya) atu kerataan dari proses pelapisan. Oh iya, saat larutan lacquor sudah menempel pada alufoil maka lapisan ini sudah kering. Ibaratnya, kalau kita mau mengelem menggunakan lem castol, maka saat pertama kita mengoleskan pasti masih lembek, tapi selang beberapa saat pasti mengering dan semakin kuat jika direkatkan. Dan viskositas saat lembek itulah yang paling menentukan kalau dalam lapisan lacquor ini.

to be continued-next factor pada sealing.

11 comments on “[Technical Concept] Blistering Machine (Part 4)

  1. danirachmat
    November 25, 2012

    Ini blistering maksudnya mesin cetak obat ya mas ya? Baru kebayang kek gimana. Hehehe…

    • 9ethuk
      November 25, 2012

      Bukan cetaknya Mas Dan, tapi proses membukkus tablet dalam bentuk grenjeng atau kemasan alumunium itu loh

  2. kokushimuso
    November 25, 2012

    ayo mas ntar yg bahasan faktor pemanas termasuk komponen pemanasnya ya… hehehehe… btw ini mesin apa ga ada cutting, slitting nya???
    lumayan buat jalan ngerti KO dan KK blistering machine… hehehehe…
    termasuk bahasan di bagian forming [part 2 kali lupa aku… hehe…] itu sumber “sedot-tiup” pake “compress air” kan? apa ada diketahui atau mungkin dipersyaratkan batas bawah juga batas atas tekanan “compress air” itu?
    hihihihihihihihihi….

    • kokushimuso
      November 25, 2012

      eh cutting ama slitting udah ada ding… hihihi… tapi minta yg pemanas ya mas… ^_^v

      • 9ethuk
        November 25, 2012

        Minta, beli😀

  3. ~Ra
    November 25, 2012

    Cuma melongo… owh… 😆

    • 9ethuk
      November 25, 2012

      Awas lalat masuk,…

    • Ely Meyer
      November 25, 2012

      sama mbak🙂

      • 9ethuk
        November 25, 2012

        Hehehehe, cuma pengen berbagi aja, kali aja ada yang bisa mengambil manfaat🙂

  4. izzawa
    November 25, 2012

    aku nyimak aja ya mas…soalnya nggak ngerti hehe…
    tapi bagi yang ngerti pasti ini bermanfaat bget😉

    • 9ethuk
      November 25, 2012

      Silakan, lebih nyaman ditemani sebungkus kacang dan teh hangat sambil menyimak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: