9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

[Technical Concept] Blistering Machine (Part 5)

Contoh sistem sealing mesin Famar

Bismillah.

Jika pada posting sebelumnya kita sudah membahasa tentang faktor pendukung sistem sealing terkait plat sealing dan material sealing. Pada posting ini akan kita bahas tentang faktor yang mepengaruhi hasil sealing lain selain 2 faktor diatas, yaitu suhu, kecepatan mesin dan tekanan.

Suhu dan kecepatan mesin, 2 faktor ini sengaja saya gabungkan karena memang tidak bisa dipisahkan, ibarat mata uang, suhu dan kecepatan adalah 2 sisi mata uang. Saling melengkapi dan berpengaruh satu sama lain. Untuk mesin baru, suhu sangat dipengaruhi oleh titik leleh dari lapisan lacquor di alufoil dan stabilitas product/tablet/kapsul dalam menerima panas pada suhu tertentu. Nah, penerimaan panas ini bisa diatur dengan 2 cara, pertama menurunkanatau menaikkan suhu dan cara kedua dengan memainkan kecepatan mesin.

Jika cara pertama yang ditempuh, maka harus memainkan material yang ada dan tentu saja akan berhubungan dengan supplier, supaya titik leleh dari lapisan lacquer bisa disesuaikan dengan spesifikasi yang kita miliki. Kalau cara kedua logikanya seperti ini, jika kecepatan rendah berarti saat product melewati sealing semakin pelan sehingga contact time product terhadap panas lama, begitu sebaliknya. Jika saat melewati sealing cepat (kecepatan mesin tinggi) maka contact time product terpapar panas singkat sehingga product lebih stabil.

Kalau pendapat pribadi saya, saat validasi lakukan chalange test dengan menggunakan setting kecepatan terendah yang akan digunakan selama proses produksi dan suhu tertinggi yang diperbolehkan secara teori (atau suhu lebih tinggi sedikit dari teori). Lalukan pengamatan stability terhadap chalenge test tsb. Nah data dari chalenge test tsb bisa kita gunakan sebagai bukti kuat nantinya jika suatu saat ada permasalahan di material (taruhlah lapisan lacquor lebih tipis atau ada perbedaan viskositas) yang memaksa kita memainkan suhu dan kecepatan untuk mendapatkan hasil blister yang bagus). Asal masih masuk rentang chalenge test, seharusnya setting  masih bisa kita terima. Intinya, saat validasi sebisa mungkin ada data ekstrem yang ikut di lakukan study stability.

Secara produksi, jika semua setting mesin, prosedur blistering sudah kita lakukan sesuai dengan approved instruction, maka, jika terjadi permasalahan di hasil blister bisa langsung dikerucutkan. Apakah karena mesin atau karena packaging material. Terkadang, desakan kebutuhan marketing lebih besar dibanding waktu yang ada untuk mencari rootcause sebenarnya, maka jika tidak ada Quality Impact, secara assessment kita bisa memainkan setting dari setting yang biasa kita gunakan untuk mendapatkan hasil blister sesuai dengan spesifikasi. That what i mean whit mlfa🙂

Sistem blister Duan Kwee, terlihat plat atas dan plat bawah

Karena suhu dan kecepatan mesin ini kritikal, maka instrument penunjangnya juga harus terkalibrasi, yaitu sensor suhu sealing dan kecepatan mesin. Terkait sensor suhu, biasanya sensor suhu diletakkan disalah satu plat sealing, dan ada jarak antara permukaan sealing dengan pembacaan sensor. Sekedar saran, pada saat validasi lakukan pengukuran suhu di permukaan sealing (bisa dengan infrared thermometer), dari data itu akan kita dapat data aktual panas yang diterima oleh PVC dan alufoil (suhu permukaan sealing) VS suhu setting dan aktual suhu di display. Data suhu aktual ini sangat kita butuhkan jika ternyata akan jalan product yang sama tapi menggunakan mesin yang merknya berbeda, sehingga kita bisa dengan cepat menemukan setting yang pas berdasarkan suhu aktual permukaan sealing. Karena bisa jadi setting mesin satu dan lain berbeda karena memang banyak faktor yang mempengaruhi, seperti design plat sealing (bisa roller/plat yang lebih lebar atau tebal), tingkat presisi sensor suhu, peletakan sensor suhu, dan faktor-faktor yang lain.

Tekanan, tekanan yang saya maksud adalah tekanan yang diberikan ke sealing saat perekatan lapisan alufoil dengan PVC. Sebenarnya tekanan ini sangat bergantung dari design mesin, seperti saat pembahasan di proses forming, design penekanan hidraulik dengan mekanik akan berbeda. Maka sistem adjustment ke dua sistem juga akan berbeda. Kenapa butuh di adjust? karena memang dibutuhkan saat tertentu untuk di adjust, meskipun sangat jarang terjadi tapi bisa terjadi. Seperti, jika ada perubahan ketebalan meterial yang lebih tipis, maka mau tidak mau perlu adjustment supaya jarak tekan saat memnggunakan material yang tebal tetap bisa dicapai meskipun dengan menggunakan material (PVC/Alufoil) yang lebih tipis.

Secara prinsip hubungan suhu, tekanan dan kecepatan sebagai berikut, jika kecepatan pelan makan contact time saat proses sealing akan lama, baik terhadap terpaparnya suhu ke alufoil-PVC maupun contact time tekanan yang diterima PVC-Alufoil, sehingga kualitas blister seharusnya bagus, meskipun belum tentu jika dicompare terhadap ketahan product terhadap suhu. Kelemahan kecepatan rendah selain terpaparnya suhu yang lebih lama (meskipun menurutku pribadi gak akan lama lama juga, mungkin selisihnya hanya sepersekian detik) adalah pada produktivitas hasil packaging, jumlah hasil blister lebh sedikit dari standart time. Pun demikian jika kecepatan tinggi, maka terpapar suhu lebih singkat dan penekanan lebih singkat, saran saya lihat seksama hasil blisternya. Namun, dari 2 parameter itu tidak seberapa dibanding dengan kemampuan secondary packagingnya. Jika jumlah orang (manual) masih sama dengan kecepatan yang biasanya digunakan dan ada proses inspeksi, bakal ada alert diproses inspeksi, sebab sangat berpengaruh terhadap manual inspektion.

to be continued-cutting-

17 comments on “[Technical Concept] Blistering Machine (Part 5)

  1. ~Ra
    November 26, 2012

    Nyimak aja aku gan..
    😀

  2. Ely Meyer
    November 26, 2012

    lagi lagi cuma ikut nyimak walau tetep belum mudeng😛

  3. Wong Cilik
    November 26, 2012

    kalau sudah ke teknis, rumit ya mas … *efek nggak paham😀

    • 9ethuk
      November 26, 2012

      Hehehehe, kalau seneng mah asik asik aja Wong

  4. Agen Bola Terpercaya
    November 26, 2012

    Wah.. mantap gan… saya doain aja sukses selalu.

  5. Rawins
    November 27, 2012

    waduh…
    aku muleh sore wae kalo nemu yang beginian om

    • 9ethuk
      November 27, 2012

      Artikel ini untuk konsumsi kalangan tertentu Mas😀
      kalau baca ini merasa mual muntah, harus menghubungi dokter terdekat😀

      • Rawins
        November 27, 2012

        harusnya kasih label
        khusus untuk orang dalam

      • 9ethuk
        November 27, 2012

        Hehehe, tar aku kasih label untuk kalangan sendiri. Btw mas, gimana ya cara simple buat melihat notifikasi comment2 di Rawins supaya bisa muncul kayak di pojok kanan atas 9ethuk?

      • Rawins
        November 27, 2012

        gabisa
        platform blogger belum mendukung yang begituan. bisa reply komen aja belum lama. yang ada cuma fasilitas subscribe lewat email. tombolnya ada di bawah kotak komen. tapi ya ribet tiap postingan kudu klik..

      • 9ethuk
        November 27, 2012

        Iya sehh,… gpp wes,.. seng penting entuk dulur akeh…

      • Rawins
        November 28, 2012

        makane dulu males komen komenan di blogger. enakan di mulkipli sebelum bangkrut
        sempat sih mikir pindah ke wodpres. tapi kok gaenak sama blogger…

      • 9ethuk
        November 28, 2012

        Aku juga penduduk migrasi dari blogger ke wordpress😀
        Tapi karena blogger gak begitu banyak hit, (emang males sosialisasi dan males update), jadi per 2 bulan lalu pindah wordpress mas🙂

      • Rawins
        November 28, 2012

        ga banyak yang pake hit
        di blogger ga banyak nyamuk ya…?

      • 9ethuk
        November 28, 2012

        gak banyak kok nyamuknya mas, ehmm bahkan gak ada😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: