9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Seperti Apa Mimpi Mereka (Oleh-oleh dari Bandung ke 2)

Credit Gambar to fikir.comule.com

Credit Gambar to fikir.comule.com

Bismillah.

Saat liburan ke bandung minggu kemarin, ada satu pertanyaan dari Mas Al yang aku bengong, memble, mlongo, garuk-garuk kaki, yang intinya gak kepikiran sama sekali jawabannya dan gak bisa jawab. Yaitu tentang pertanyaan, kalau ada orang buta sejak lahir, jika mereka bermimpi, seperti apa ya mimpi mereka?

Pun sampai seminggu ini aku mencoba berfikir tentang jawabannya, tetap menemui jalan buntu. Gak bisa membayangkan sedikitpun. Apa benar, apakah sama pohon yang mereka liat dengan pohon-pohon yang biasa kita liat di alam mimpi merfeka? Apakah sama, rumah yang mereka liat dengan rumah yang kita liat sehari-hari di alam mimpi mereka? Apa sama pelangi yang kita liat dengan yang mereka liat di alam mimpi mereka? Apakah mereka juga sama-sama melihat laut, gunung, pemandangan yang sama dengan yang kita liat? Seperti apa air, angin, salju, hujan di alam mimpi mereka?

Bahkan, nagaimana wajah bapak ibu mereka, kakak adik mereka di alam mimpi mereka? Hingga sampai, seperti apa mimpi mereka tentang wujud bentuk fifik diri mereka sendiri? Apakah tangan yang mereka bayangkan seperti yang kita lihat? Apakah kepala yang mereka mimpikan sama seperti kepala yang kita liat? Dan, seperti apa bentuk mata dalam mimpi mereka?

Spechless!

Mungkin, yang mereka bayangkan sama seperti saat kita membaca novel yang belum di filmkan, kita bebas mengimajinasikan semua tokoh sesuka imajinasi kita, kita bisa membayangkan suasana sekehendak lamunan kita, dan suka suka kita mau membuat suasana dan perasaan saat membaca setiap kalimat dalam novel yang kita baca.

Maka, nimat manalagi yang akan kita pungkiri? Tapi kok yo. Masih banyak aku liat di kehidupan nyata, orang-0orang yang bisa melihat dengan sempurna berpura-pura buta dan tidak melihat. Sedih!

22 comments on “Seperti Apa Mimpi Mereka (Oleh-oleh dari Bandung ke 2)

  1. Ely Meyer
    December 29, 2012

    trims postingannya mas

    mengingatkan untuk selalu bersyukur

  2. hilal
    December 29, 2012

    Saya pernah baca, sudah ada penelitian tentang mimpinya tuna netra itu, mas. Katanya, mereka benar2 bisa melihat di dalam mimpi dan dunia yang mereka lihat hanya berwarna hitam putih😉

    • 9ethuk
      December 29, 2012

      Allohuakbar!!!
      Hanya hitam putih? subhanalloh…
      Makasih mas sharingnya. Saya baru tau.

  3. lambangsarib
    December 29, 2012

    Mas Al aku yakin orang cerdas, harus membaca blognya nih, tapi tidak ngeblog ya ?

    • 9ethuk
      December 29, 2012

      Kok tau pak?
      Dulu mas Al ngeblog, sekarang udah enggak. Lagi sibuk2nya ngajar mahasiswanya

      • lambangsarib
        December 29, 2012

        Kalau tidak salah, pertanyaan seperti itu hanya bisa keluar dari orang yang menggunakan otak kanannya.

      • 9ethuk
        December 31, 2012

        Mas Al dosen design grafis di Univ Multimedia Nasiaonal Kompas group,

      • lambangsarib
        December 31, 2012

        Sayang tidak ngeblog yah ?

      • 9ethuk
        December 31, 2012

        hehe, bingung njawabnya,…

      • lambangsarib
        January 3, 2013

        Saya baru saja membaca buku yang berjudul “children can change through right brain”, edisi Indonesia loh, yang aslinya angel bacanya apalagi maknanya, hehehe….

        Di halaman 24 ada tulisan menarik, mohon ijin untuk mengikatnya disini.

        Ada 5 indra di otak kanan dan 5 indra di otak kiri. Salah satu dari kelima indra otak kanan adalah “indra visual”. Dengan indra ini seseorang bisa melihat benda yang tidak bisa dilihat oleh mata. Dalam laporan The New York Times, tanggl 22 Oktober 1996, diterbitkan sebuah artikel dalam bagian laporan nasional mengenai hakim “Tony Cothren” dari Alabama.

        Sang hakim mengidap glaukoma semenjak lahir, dan kehilangan penglihatannya sama sekali di usia 8 tahun.

        Di sebuah pengadilan ketika salah seorang saksi tidak menurunkan tangannya setelah mengucap sumpah, ia mengejutkan banyak orang dengan mengatakan, “anda bisa menurunkan tangan anda”. Ketika ditanya bagaimana ia bisa mengetahui orang tersebut tangannya masih diatas, sang hakim menjawab, “meskipun saya buta, saya bisa melihat imajinasi”.

        Secara fisiologis manusia memiliki dua indra penglihatan. Ada sirkuit indra sensoris otak kiri yang membuat orang bisa melihat secara kasat mata. Dan ada sirkuit sensoris otak kanan yang membuat orang melihat benda tidak kasat mata.

        Secara alamiah anak kecil menggunakan indra otak kanan, karena memang otak kanannya masih dominan.

        Mungkin saja yah……

        Jika seseorang buta semenjak kecil, maka selamanya pula ia menggunakan indra otak kanan. Semakin lama semakin terasah tajam, yang berarti mereka juga bisa melihat.

        Mohon maaf, hanya sekedar berbagi apa yang saya baca siang ini. Matur nuwun.

      • 9ethuk
        January 3, 2013

        Wow, pengetahuan baru ini pak buat saya. Dan ruar biasa memang. Lha iya, lebih luar biasa lagi yang mencipta manusia hehm…

      • lambangsarib
        January 3, 2013

        Mas Al sepertinya pemikir otak kanan beneran. #eh…..

  4. yisha
    December 29, 2012

    yisha juga pengin tau……
    kaka punya teman yang bisa ditanyain ngga?

    • 9ethuk
      December 29, 2012

      Ada comment pak hilal di atas yisha. Kata pak hilal sesuai penelitian, yang dilihat mereka hanya hiotam putih.

  5. Erit07
    December 29, 2012

    Hmz,kita hrus bersyukur atas kelebihan yg kita miliki. .

  6. chikuwiw
    December 29, 2012

    ternyata hal2 sperti tu kdg ga terbayangkan.lebih bersyukur saya diberi sempura olehNya…:)

  7. danirachmat
    December 30, 2012

    hmmm…. gitu ya mas.
    maturnuwun ya udah dibikin postingannya..🙂

  8. ririsnovie
    January 2, 2013

    makjlebb, alhamdulillah aku bisa melihat..
    suwun tulisannya mas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 28, 2012 by in [Opini] [Reportase] [Analogi] and tagged , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: