9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Purwanti

Bismillah.

Di Awal interview sudah saya Tanya secara serius dan dengan tatapan tegas, “Are u Okey working here? Kamu gak papa kerja disini? Dari kamu yang biasa gak pake seragam trus kerja pake seragam, kamu yang lulusan Sekolah Menengah Farmasi, Asisten Apoteker yang dulu kerja di Instalasi Farmasi Rumah Sakit trus kerja di pabrik farmasi, packing obat, bungkus-bungkus obat?” tanyaku tegas, detail, dan jelas.

“Iya Pak, gak papa, saya sudah niat kerja yang deket rumah dan kerja di Pfizer ini” Jawab Purwanti (saya sebut aja nama Aslinya gak papa) dengan tidak kalah tegasnya.

Akhirnya aku terima dia kerja jadi anggota teamku, gadis berjilbab yang resign dari tempat kerja sebelumnya di salah satu instalasi farmasi di Jakarta selatan. Alasannya dia pilih kerja di Jakarta timur sebab dia pindah rumah di Jakarta timur yang sebelumnya di Jakarta selatan.

Purwanti dan 2 orang cow lain yang saat itu lolos aku interview mulai masuk kerja tanggal 26 Dec 2012. Hari pertama masuk, seharian aku training mereka bertiga. Semuanya berjalan normal tanpa ada kendala.

Hingga pada tanggal 2 jan 2013, Leader line bilang ke saya, “Pak, anak baru yang cew itu tidak masuk hari ini, dan tidak memberi kabar apapun”. Saat itu aku pikir mungkin dia sakit dan belum bisa masuk untuk kasih surat keterangan dokter. Emang biasanya anak-aak kalau sakit suka gtu. Masuk sambil bawa surat keterangan dokter, tapi biasanya ada sms or telpon ke leadernya. Tapi tidak dengan Purwanti.

Sehari, dua hari, tiga hari, hingga hari kelima tidak masuk tanpa ada keterangan apapun. Hadehhh,… melarikan diri nih anak. Secara HRD, jika tidak masuk 5 hari berturut-turut tanpa keterangan yang jelas maka dianggap resign.

Oalah Pur pur, mbok yao jangan kayak gini caranya kalau mau resign, kamu masuk erja di sini kita terima dengan cara baik-baik, masak keluar kerja kok kayak maaf maling gini. Tanpa pamit tanpa ada keterangan meskipun hanya sekedar sms.

Maaf, bukannya apa-apa menulis ini, kejadian seperti ini bukan pertama kalinya terjadi. Biasanya terjadi kalau si karyawan tsb berdomisili dekat dengan pabrik tempat kerja, apalagi kalau ybs rumah ortunya di kawasan industry, sudah bukan hal aneh jika ada anak baru masuk besoknya gak masuk seterusnya tanpa ada kabar. Secara mereka kerja gak kerja tetep bisa makan dengan ortunya.

Mungkin bukan semua orang, tapi kenyataan dilapangan seperti itu. Makanya kalau ngobrol sama temen-temen yang sepenanggungan. Mereka lebih suka ambil karyawan dari anak perantauan. Lebih bertanggung jawab, tidak neko-neko, dan lebih nurut.

Pernah mengalami hal yang sama?

19 comments on “Purwanti

  1. chrismanaby
    January 10, 2013

    Waaaa,.. ndak kuat itu anak kyaknya ya om,..
    soalnya saya dulu juga gtu, pas interview iya iya, kuat kuat, eh baru 5 hari udah tepar trus sms leadernya kalo resign. saya berniat kesana mau balikin seragam, tapi dibilang ndak usah soalnya itu seragam saya beli pake uang sendiri😀 *curcol dikit😆

    • 9ethuk
      January 12, 2013

      Ealah, ini lho baru masuk 3 harian anaknya. Dan belum disruh kerja, masih pengenalan dan training.

  2. metamocca
    January 10, 2013

    aku juga pernah kayak gitu.
    iya, sanggup. tapi kenyataannya beuuuuhhh… tobaaaatt!!
    akhirnya besoknya gak masuk, tapi ngomong sih kalau mau resign meskipun cuma lewat telp.😛

    • 9ethuk
      January 12, 2013

      Paling tidak sudah ada sopan2nya ngomong lah mbak. Lha ini ndak ada bau bau ngomongnya blas.

  3. ~Ra
    January 10, 2013

    Makanya aku males terima pegawai. Mendingan apa-apa dikerjain sendiri deh..

    (Lah, itu kan karena kamu bukan bos… :lol:)

    • 9ethuk
      January 12, 2013

      Bales, enggak ya commentnya.
      Taku dicengirin lagi.

      • ~Ra
        January 13, 2013

        😆

  4. lambangsarib
    January 10, 2013

    Susah yah….. ujung ujungnya ekonomi.

    • 9ethuk
      January 12, 2013

      Jujur aku gak tau alasannya pak. coz gak ketemu blas setelah dia resign. Kalau masalah gaji, aku rasa enggak juga, coz di tempatku kerja udah mengikuti standart pemerintah.

  5. Rawins
    January 10, 2013

    makanya jangan digituin, om
    coba bilang missyu deh pur
    pasti tar balik, hehe…

    aku susah komen
    rumangsa suka minggat dari kerjaan sampe ditelpon telpon suruh balik
    mbok buka pabrik di jogja tar aku ikutan jadi karyawan
    bagian jemput si pur juga mau…

    • 9ethuk
      January 12, 2013

      Tak kandakne Ibune ncip dan ncit lhoooo

  6. genthuk
    January 11, 2013

    Alhamdulillah ada yang ngomong ada juga yang langsung hilang

  7. danirachmat
    January 11, 2013

    Hoalah… Pur-pur…. *geleng-geleng.. Memang sih Mas kalo ngerasa deket sama ortunya kadang suka seenaknya gitu. Padahal itu jadi catatan buruk ya buat dia..

    • 9ethuk
      January 12, 2013

      Yupz, bisa di black list dipabrik-pabrik lain tuh. Kasian dinya sendiri.

  8. Ely Meyer
    January 11, 2013

    Jadi si purwanti nggak bakalan balik kerja lagi ya mas

    • 9ethuk
      January 12, 2013

      Enggak mbak, udah kena black list pasti dia. Sebab resign dengan cara ‘tidak baik’

  9. utie89
    January 13, 2013

    untung aq ga gitu mas..😀

    • 9ethuk
      January 13, 2013

      Alhamdulillah kalau gak seperti purwanti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 10, 2013 by in [Catatan Harian] and tagged , , , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: